Kamis, 22 Januari 2015

Coupl(ov)e


Judul: Coupl(ov)e
Penulis: Rhein Fathia
No ISBN: 9786027888128
Tahun Terbit : February 2013
Jumlah Halaman : 396 halaman
Rating : ☆☆☆☆ ½
Jenis : Paperback 
Penerbit : Bentang Pustaka
Sinopsis : 

Kau tahu, kenapa orang menikah selalu mendapat ucapan “Selamat Menempuh Hidup Baru”?

Karena mereka harus meninggalkan orang-orang yang pernah mereka cintai di masa lalu.

***


Perjanjian konyol itu merusak semua cita dan anganku.  Sungguh, tak pernah aku bermimpi akan bersanding denganmu di pelaminan. Ditambah lagi menghabiskan hidup hingga tua bersamamu. 

Bagiku, kau tidak lebih dari sekadar sahabat yang sangat baik, yang setia menjadi pendengar kisah suka dukaku, yang punya bahu kuat untuk kusandarkan kepalaku dengan mata sembab karena tangis, dan yang selalu menjadi penyemangat untukku jalani hidup.

Haruskah aku seorang Halya menyerah pada fakta? Seperti katamu, sahabatku Raka .... Komitmen itu seharusnya dipertahankan, bukan dilepaskanTapi yakinkah juga dirimu, kita akan sanggup bertahan?




*
*
*
*

Baca ini sebenarnya lumayan lama, tapi baru aku tulis reviewnya hari ini. Eyah, kesibukan sebagai mahasiswi sebuah Universitas Teknik dan juga belum dapat inspirasi untuk menulis yang satu ini, sehingga baru sekarang bisa terealisasikan reviewnya :"))

Novel ini benar-benar sukses membuat nostalgia kembali ke masa SMA dan juga membuatku beberapa hari keracunan membayangkan bagaimana masa depanku nanti. apakah aku bersama sahabatku sendiri nantinya meskipun aku pernah di ramal akan nikah dengan sahabat sendiri, hahaha atau mungkin karena perjanjian konyol meningat bagaimana aku sebenarnya paling gampang kasihan dengan seseorang jika kelihatannya dia kepepet.

Ah oke, mari kita kembali ke novel ini. Novel ini dibagi menjadi empat bagian dan itu belum termasuk prolog. Ceritanya dibuka pada suatu hari di tahun ketiga Raka dan Halya di SMA mereka, yang sedang mengerjakan TTS yang menjadi tugas mereka berdua. Dan mereka mengobrol santai seperti biasanya lalu membuat perjanjian konyol yang sebenarnya mereka berdua tidak mengharapkan untuk terjadi di masa depan karena perjanjian itu hanya dibuat main-main.

Ceritanya mengalir dan aku benar-benar tidak bisa berhenti untuk membacanya kalau saja tidak ada panggilan alam a.k.a ke toilet. Ending sendiri, aku cukup puas meskipun ada yang mengganjal karena aku kepo dengan Puput dan Gamma. Hey, I need Puput answer for Gamma proposal!! #nak

Kelebihan novel ini:

  1. Aku biasanya bawel soal tema yang klise, tapi novel ini memang mengangkat tema klise dengan eksekusi yang baik. Gimana ya menggambarkannya ... pokoknya novel ini rasanya pas. Dan membuatku teringat dengan teman masa SMA yang merupakan ketua preman bdw novel ini, hahaha :p
  2. Semua tokohnya lifeable banget. Meskipun ada tokoh yang aku sebel karena sifatnya yang 'agak' egois, aku bisa paham kenapa mereka melakukannya dan juga penulisnya juga memberikan penjelasan kenapa mereka mengambil tindakan seperti itu. Bukankah lebih menyenangkan membaca sebuah cerita yang tokohnya selalu kita temui dalam kehidupan sehari-hari?
  3. Alur cerita itu ada 3, alur maju, alur mundur dan alur campuran. Penulis ini memilih menggunakan alur campuran pada novel ini yang menurutku pilihan yang tepat karena mengangkat tema 'sahabat jadi cinta'.
  4. Setting pada novel ini mudah untuk dibayangkan, terutama tahun penceritaan kejadian yang tengah dibahas. Ini mungkin karena berhubungan dengan alur campuran yang digunakan leh peenulis.
  5. Ceritanya tidak buat bosan karena banyak plot twist yang membuat kita mengira jika sudah menebak apa yang terjadi, teryata sebenarnya tebakan kita meleset sehingga harus menebaknya dari awal lagi.
  6. Banyak ilmu agama yang ada pada novel ini tanpa terkesan menggurui. Karena jujur saja, aku ini orangnya keras kepala kalau dikasih tahu soal agama oleh orang yang terkesan menggurui dan memaksa. 
  7. Amanat novel ini sangat banyak, tapi diantaranya yang paling aku sukai adalah:
  • Sahabat lawan jenis itu bisa 'hanya' menjadi sahabat selamanya, tapi kadang orang-orang disekitar kita yang menciptakan kesalahpahaman bahwa sahabat lawan jenis itu pasti jadian.
  • Saat dua orang yang berbeda diatukan dalam ikatan pernikahan, itu berarti kita berkomitmen untuk menerima semuanya, bahkan jika itu berarti masa lalunya. Karena kadang, masa lalu seseorang itu bisa menjadi bumerang dalam kehidupan rumah tangga kalau dua orang ini tidak terbuka terhadap masa lalunya ini.


Kekurangan novel ini:

  1. Kurang deskripsi pada suatu novel itu memang menyebalkan, tapi kelebihan deskripsi itu kadang membuat yang membaca merasa bosan. Maksudku adalah, novel ini dalam satu halaman bisa full narasi saja yang bikin malas baca (tapi terpaksa harus dibaca demi tahu lanjutan ceritanya) dan juga bosan.


Quote yang ada di buku ini:

  1. Ternyata benar, ya, nggak ada yang murni diantara persahabatan pria dan wanita  hlm 63
  2. Jatuh cinta selayaknya candu. Memabukkan dan bikin nagih  hlm 117
  3. I will, must and can learn how to love him  hlm 188


Direkomendasikan untuk orang-orang yang merasa sahabat lawan jenis tidak bisa jadi cinta ataupun merasa sahabat lawan jenis pasti jatuh cinta satu sama lainnya. Kehidupan rumah tangga yang digambarkan di sini juga cocok untuk pasangan pengantin baru, apalagi jika pasangannya 'belum selesai' dengan masa lalunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku