Kamis, 15 Januari 2015

Good Memories


Judul Buku: Good Memories
Penulis: Lia Indra Andriana
No ISBN: 9786027742222
Tahun Terbit : September 2013
Jumlah Halaman : 336 halaman
Rating : ☆☆☆ 
Jenis : Paperback 
Penerbit : Penerbit Haru
Sinopsis :

"Tiga bulan lagi, di waktu dan tempat yang sama, aku akan mengevaluasi apakah kau layak diberi tambahan kupon pertemanan."

Saat banyak orang berharap bisa kuliah di luar negeri, Maya malah rela melakukan apa pun agar bisa meninggalkan Kwanghan University dan kembali bersama kekasihnya, Alva, di Indonesia. Sayangnya semua tidak semudah itu.

Seakan hidupnya sekarang belum cukup rumit, Maya harus menghadapi Luc, teman sekelasnya, seorang pria berkebangsaan Prancis yang terang-terangan menyatakan suka kepadanya.

Luc bahkan tidak keberatan hanya menjadi teman Maya setelah mendapatkan kupon Friendvitation buatan gadis itu.

Ketika kupon Friendvitation yang Maya berikan kepada Luc telah expired, akankah Maya memperpanjang masa berlaku kuponnya? ataukah Maya akhirnya akan kembali kepada Alva dan melupakan semua yang terjadi di Korea?

"Inikah cinta? Membuatmu rela melakukan tindakan bodoh yang tak masuk akal?





*
*
*
*

Eyaah tahu aku kudet sekali sampai baru baca novel ini padahal sudah terbit dua tahun yang lalu (dan padahal sudah punya ini novel tidak lama setelah dilepas ke pasaran). Tapi ternyata ada yang lebih berat daripada mencari waktu untuk menulis review ataupun membaca novel, yaitu berkomitmen untuk membaca sebuah buku sampai selesai. Beneran deh, untuk berkomitmen membaca yang satu ini susah banget, sampai harus dibujuk sama mbak sepupu dengan diceritain jalan cerita novel ini baru mau start novel ini. Yang tipe manusia lebih senang kena spoiler duluan biar mau baca novel.

Ceritanya dimulai dari Maya yang sedang berdiri di papan pengumuman universitasnya. Dan sepertinya Maya ini bukan tipikal mahasiswi teladan karena malah memilih pulang daripada datang kuliah walaupun terlambat. Kalau gak pacarnya yang sms buat minta tolong, Maya pasti tidak mau kuliah dan aku kesal banget pas membaca bagian ini, rasanya pengen jitak Maya deh. Sesampai Maya di kelas, dia ternyata terlambat sehingga sonsaengnim (kalo diartikan secara harfiah sih guru. Tapi kalo di perkuliahan biasanya ini dosen) memarahinya. Mana si Maya ini ternyata tinggal kelas pula karena malas kuliah (" -_-) sini saya jewer kamu Maya, pfff

Namun karena tugas membuat Friendvitation, cerita ini mulai mengalir dan aku tidak mau memberikan spoiler lanjutannya bagaimana karena paragraf di atas sudah spoiler menurutku. Ending cerita ini sendiri cukup membuatku puas dan Luc itu ... bisa dipaketkan ke rumah gak? #loh


Kelebihan novel ini:

  1. Ada banyak sudut pandang (sudut pandang orang pertama, orang kedua & orang ketiga) dan penulisnya menurutku tepat mengaplikasikannya dari sudut pandang orang ketiga pengamat. Memang yang diceritakan di sini adalah pergolakan hidup Maya, namun tidak hanya monoton soal pemikirannya saja, tetapi pemikiran tokoh lain meskipun dieksplor terbatas.
  2. Tidak ada typo! Bangga dong editor buku ini karena tidak ada typo pada cerita ini.
  3. Karena buku ini bersetting di Korea, jadi pasti banyak footnote dan footnote pada novel ini singkat, padat dan mudah dimengerti. Karena aku pernah pengalaman kena footnote yang memakan setengah halaman dan itu gak enak banget.
  4. Banyak quote yang 'ngena' banget.
  5. Suka dengan hampir dengan semua tokohnya, terutama Luc. Pengecualiannya? Tokoh utama novel ini, Maya dan juga pacarnya, Alva hahaha .... dan alasannya ada di kekurangan novel ini.
  6. Sekarang memang banyak novel yang mengangkat tema Korea akibat demam K-pop dan yang nulis ini salah satu korbannya, namun novel ini yang paling nyata menggambarkan seluk beluk kehidupan mahasiswa Korea. Mungkin karena penulisnya pernah kuliah di Korea makanya bisa menggambarkannya dengan baik.
  7. Amanat cerita ini bagus. Kadang aku membaca novel young adult itu jarang 'ngena' dengan apa amanat pada cerita itu. Namun yang satu ini penuh dengan amanat, diantaranya:
  • Persahabatan itu tidak mengenal perbedaan dan sahabat yang baik itu selalu mengatakan kesalahan kita
  • Merasa salah tempat (dalam hal ini universitas), bukan berarti salah pada masa depannya apalagi kalo nyasarnya sama bule Prancis macam Luke, hahaha


Kekurangan novel ini:

  1. Sebenarnya, point ini antara mau memuji penulisnya sekaligus kesal dengan tokohnya karena penulisnya karena bisa membuat tokoh Maya benar-benar menyebalkan (dan bdw bukan hanya aku saja yang merasakan hal ini rupanya, hahaha). Pokoknya bikin gregetan dan kalau Maya ini sahabatku, kusiram kepalanya pakai air es biar bangun dari sifatnya yang menyebalkan itu maaf saya emang kejam kalo mengingatkan sahabat
  2. Alva itu benar-benar lelaki brengsek yang harus dibumihanguskan! Bagaimana tidak, memperalat pacarnya sambil selingkuh dan saat kegap, malah mencoba membalik situasi kalau Maya kenapa gak kasih tahu kalo mau datang. Dan aku jadi spoiler deh jadinya (" -_-)


Quote pada novel ini:

  1. Makan adalah sebuah anugerah dalam hidup. Dan akan lebih menyenangkan apabila bisa dibagi - hlm 49
  2. Bukan make-up-lah yang membuat seorang wanita cantik, tetapi sebuah senyuman - hlm 165
  3. Cinta itu bisa membuat seseorang berkorban demi orang yang dicintainya - hlm 171


Sindiran pada novel ini:

  1. Rani nggak mau kalau semua teman dan guru Kakak bikin generalisasi dan menganggap semua orang Indonesia nggak punya sopan santun dan males-males - hlm 9
  2. Membangun image menjadi murid badung ternyata lebih mudah keimbang meraih gelar murid kesayangan - hlm 9
  3. Standar cewek cantik menurut gue itu yang memiliki pemikiran yang dewasa. Cewek manja dan sok imut begitu cuma cantik pas SMA saja - hlm 41
  4. Citra dirimu ditentukan oleh perkataan yang keluar dari mulutmu - hlm 87
  5. Make-up itu memang sepele, tapi wanita yang bisa ber-make-up berarti bisa menghargai dirinya sendiri - hlm 107




Secara keseluruhan, aku suka dengan cerita yang diberikan pada novel ini. Dan lebih baik kalian mendengarkan lagu FIESTAR - Tight saat membaca buku ini. Aku membaca buku ini dari awal sampai selesai tidak bisa lepas dari lagu ini dan jujur saja aku suka banget. Menggambarkan perasaan Luc pada Maya yang bodoh karena tidak peka dan biar mudah, aku mencarikan video yang ada english subtitlenya & hangul biar sekalian belajar bahasa Korea.




Direkomendasikan untuk cewek yang kurang peka sama sekitarnya, terutama sama cowok yang naksir dia :p dan juga direkomendasikan pada orang-orang yang merasa salah jurusan macam aku ini agar kalian tahu bahwa merasa salah jurusan berarti belum tentu salah mendapatkan jodoh #eaaaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku