Jumat, 23 Januari 2015

Opini Bareng : Ekspetasi

Edit by me. Source here

Karena BBI setiap tahun mengadakan event untuk seluruh member, akupun berminat untuk ikut berpartisipasi. Dan karena Baca bareng aku tidak bisa ikutan karena temanya adalah SS (Secret Santa) yang notabene aku belum punya santa tahun lalu, jadi untuk bulan ini aku digabungkan dengan Baca Bareng. Karena sudah ada beberapa orang yang membuat post tentang ini, maka akupun juga berminat untuk mengikuti jejak mereka. Tema bulan ini adalah EKSPETASI, jadi aku akan memulainya dengan review yang sudah aku tuliskan selama bulan Januari ini (meskipun kalau dilihat-lihat tidak terlalu banya, orz).


Sebenarnya, aku bukan tipikal orang yang memberikan ekspetasi yang tinggi pada suatu buku. Belajar dari pengalamanku, apa yang aku harapkan pada suatu buku pasti pada akhirnya membuatku kecewa. Jadil lebih baik tidak memberikan ekspetasi apapun dan bersikap lempeng saja saat berniat membaca suatu buku. Karena saat aku kecewa, kadang aku bisa berubah menjadi kejam untuk memberikan review, huehuehue .... :p #heh

Klik cover buku untuk membaca reviewnya 

              

Jujur saja, aku tidak mengharapkan terlalu banyak pada buku ini, karena ini adalah young adulyang notabebe adalah genre yang kurang aku sukai (karena kebanyakan pengembangan ceritanya tidak matang dan banyak plot hole). Namun ternyata untuk buku ini, aku cukup menyenangkan untuk dibaca.

Beran bertaruh, bahkan banyak orang yang tidak tahu bahwa buku ini ada di pasaran. Aku sebenarnya tidak menaruh ekspetasi apapun pada buku inibahkan resolusiku saat memegang buku ini adalah bisa menyelesaikan membaca bukunya tanpa berniat untuk mengembalikan buku ini ke rak buku. Dan aku merasa uangku terbuang sia-sia untuk membeli karya ini (meskipun memang diskonan sih belinya).




Buku ini menang giveaway di grup BBI (yang tidak aku duga karena kadar keberuntunganku biasanya sangat rendah sekali). Dan begitu buku ini sampai, aku kaget dengan ketebalan bukunya dan ukuran font yang kecil serta spasi yang dempet. Namun aku cukup menikmati ceritanyaterlepas aku menyeritkan kening kenapa namanya barat banget padahal setting di Indonesia.

Seharusnya sih, aku tidak belanja buku ini kalau saja tidak melihat buku ini saat mengantri di kasirorang yang selalu beli buku yang masuk wishlist di detik-detik terakhir menuju kasir. Ceritanya unik dan terjemahannya enakmeskipun banyak plot hole sana-sini, mungkin karena penulisnya masih baru kali ya.


    

"Balas dendam melahirkan balas dendam lainnya,"itulah yang aku tangkap dari komik ini. Oh iya, karena BBI tidak melarang mereview komik dan aku membuat challenge khusus mereview komik, jadilah ini komik pertama yang aku review untuk tahun inisebenarnya lebih tepatnya komik pertama yang aku review untuk challenge yang aku adakan. Untuk art aku cukup suka meskipun untuk jalan ceritanya agak membingungkanyah namanya juga komik berseri.

Ini novel pertama yang aku baca dari Rhein Fathia. Dan aku tidak berbohong, untuk yang satu ini aku berharap banyak karena temanya jujur saja aku suka. Satu-satunya yang merusak buku ini menjadi buku favorit adalah deskripsinya yang terlalu panjang, yang kadang sebenarnya bisa dijadikan percakapan saja.


Itulah beberapa buku yang aku masukkan ke postingan ekspetasi ini. Dan karena sekarang musim liburan untuk mahasiswa akhirnya bisa balas dendam juga buat tidur, hahaha jadi kemungkinan besar hariku akan kuhabiskan dengan membaca buku, menulis review (atau cerita pendek yang diposting di blog pribadi ataupun menulis draf novel lagi). Sampai bertemu di postingan selanjutnya ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku