Minggu, 19 April 2015

3 Women & a Guy

Judul: 3 Women & a Guy
Penulis: Ana Westy
No ISBN: 9786022498018
Tahun Terbit: Desember 2014
Jumlah Halaman: 447 halaman
Rating: ☆☆☆ 
Jenis: paperback
Penerbit: BIP
Sinopsis:
A Story About Life, Romance dan Friendship

”Taruhan yuk, Kalau enam bulan dari sekarang lo bisa beresin masalah sama laki lo masing–masing, gue janji gue akan berubah jadi normal,” celetuk Abi kepada tiga sahabat wanitanya.

Fayn... Sudah bertahun–tahun pacaran, tapi tak kunjung dinikahi kekasihnya, Danu. Ada rahasia besar yang di simpan Danu.
Misi : ”Lo harus bisa membuat Danu menikahi lo.

Ully.... Selalu saja di selingkuhi Juned, tetapi dia selalu memaafkan dan yakin suatau saat dia bisa menghentikan kebiasaan buruk kekasihnya itu.
Misi : ”Dalam enam bulan, lo harus bisa mengubah Juned jadi pria setia.

Nina.... Menjadi selingkuhan Radit, mantan kekasihnya yang menikahi wanita lain.
Misi : ”Just Leave him...

Enam bulan kemudian, Abi benar-benar memenuhi janjinya, itu karena ketiga sahabatnya berhasil menyelesaikan problem asmara mereka, atau.....???


Pertama, ini novel dewasa dan full spoiler. Jadi yang merasa belum usia 17 tahun ataupun kematangan emosinya masih belum cukup kuat membaca novel adult, segera tutup postingan ini.

Buku ini sebenarnya bukan aku yang beli tepatnya, tapi mbak sepupuku. Dan karena kami selalu berbagi bacaan, jadilah swap bacaan dimana aku kemarin beli novel-novel YARN (yang baru direview Singapore Begins). Kata mbakku yang selalu tahu aku harus diberi spoiler baru mau baca, ceritanya bagus dan asik, worth it dengan uang yang harus dikeluarkan untuk membeli buku ini.

Dan sebelum ke isi buku ini, biar aku kasih tahu jika buku ini dibagi menjadi lima fase. Prolog, kisah Fayra, kisah Ully (dan Abi), kisah Nina dan epilog.

Buku ini dimulai dengan sinopsis dengan sudut pandang Nina, cewek yang usianya paling muda diantara kedua teman ceweknya yang pergi ke acara semacam biro jodoh itu. Namun baru satu sesi, mereka bertiga memutuskan untuk kabur karena calon-calon yang ditawarkan biro jodoh itu 'eww' banget. Ya masa bapak-bapak perut tambun yang dijadikan calon, siapa yang gak lari coba? Dan pada akhirnya, mereka bertiga terdampar di bar yang dikelola sahabat cowok mereka yang gay, Abi. Setelah puas menertawakan kekonyolan ketiga sahabat ceweknya dan mendapatkan sorakan akibat cowok yang mereka kira mau dekatin salah satu diantara cewek-cewek itu tapi si cowok ganteng ini malah tebar pesona dengan Abi, cowok itu membuat taruhan buat ketiga sahabat ceweknya ini. Taruhannya bisa kalian baca di sinopsis buku ini dan mereka semua deal.

We want what we can’t have, we crave those who hurt us and we desire the touch of those who reject us. Time is the king of all men, he is their parent and their grave, and gives them what he will and not what they crave. Human nature.—hlm 21

Halaman selanjutnya adalah tentang cerita Fayra dan dengan sudut pandang Fayra. Usianya sudah 28 tahun dan itu usia yang lebih dari cukup untuk berumah tangga. Bukannya Fayra tidak punya pacar, tapi pacarnya yang bernama Danu ini tidak mau menikahi Fayra padahal perempuan itu sudah seringkali menanyai kapan mereka menikah. Danu itu selalu punya alasan untuk mengelak saat ditanyai hal ini dan cowok ini sepertinya sangat sinis dengan pernikahan akibat dia anak broken home. Namun kehidupan Fayra yang monoton dan dipenuhi dengan kekhawatiran 'kapan aku nikah dengan Danu', perlahan mulai memiliki titik pencerahan saat Philip bertemu dengan Fay di pernikahan teman Fay dan mengatakan kalau dirinya tahu rahasia Danu yang tidak diketahui oleh Fay yang notabene pacar Danu selama bertahun-tahun.

Pertemuan kedua mereka saat Fay terpaksa harus ikut mama dan papanya pergi ke pertemuan keluarga besarnya. Dan lagi-lagi Fay bertemu dengan Philip yang tanpa basa-basi langsung ngajakin nikah Fay. Fay yang kesal karena cowok setengah bule dan yang ngomong pakai aksen Meksiko ini asal melamarnya padahal mereka tidak kenal dan karena Fay stress dengan banyaknya suara yang di dengarnya, jadilah Fay terserang panik dan pingsan. Pertemuan-pertemuan selanjutnya mereka tetap bertengkar dan Philip masih tetap melamar Fay meskipun tahu cewek itu sudah punya pacar. Dan saat Philip memperlihatkan Fay apa rahasia sebenarnya Danu, cewek itu menangis.

“Bila setelah menikah, aku mendapati kita tidak tepat satu sama lain—aku tidak akan menyerah. Tapi aku mau kita sama-sama berusaha menjadikan diri kita masing-masing tepat bagi satu sama lain. Karena hubungan yang berlangsung lama hanya akan terjadi bila ada dua orang yang bekerja sama untuk bersama.”—hlm 108

Singkat cerita, setelah itu Fay putus dengan Danu dan menikah dengan Philip karena papa Fay mendadak jatuh sakit dan permintaanya adalah Fay menikah dengan Philip. Fay sebenarnya sudah mulai cinta dengan Philip, namun Fay gundah saat dihubungi oleh Danu yang memintanya untuk menemui cowok itu. Fay saat menemui Danu, cowok itu bilang menyesal dengan perbuatannya dan minta Fay meninggalkan Philip yang tentu saja ditolak oleh Fay. Bahkan meskipun Danu mngancam akan bunuh diri jika Fay meninggalkannya, Fay tidak peduli. Namun Philip yang salah paham dengan perasaan Fay pergi dari apartemen Fay yang membuat Fay sadar perasaanya pada Philip lebih kuat dari yang diduganya.

“Waktu aku meninggalkan kamu, akhirnya aku sadar satu hal. Tak penting apakah kamu mencintai aku atau tidak. Tapi yang terpenting adalah, aku mencintaimu dan aku ingin bersamamu.”—hlm 147

Endingnya kalian tahulah, mereka berdua balikan dan hidup bahagia. Yah, diantara kedua temannya yang lain, Fayra ini kisahnya emang yang paling cheesy sih. Tapi bisa aku bilang, karena Fay ini yang paling 'alim' diantara kedua teman ceweknya, jadi ending semacam ini sepertinya wajar. Dan cerita ini yang sukses membuatku tanpa sadar meneteskan air mata padahal tidak ada adegan yang terlalu mellow menurutku. Atau mungkin karena meleleh dengan perkataan Philip? Dunno.

Relationships are like a glass. Sometimes it’s better to leave them broken than hurt yourself trying to put it back together.—hlm 151

Ully bisa dibilang yang paling tua diantara kedua teman ceweknya. Usianya 29 tahun dan punya tunangan yang tukang selingkuh. Padahal mereka sudah dua tahun ini bertunangan, namun sifat tunangannya ini tidak berubah. Juned namanya dan Ully meskipun jengkel dan sakit hati dengan tingkah tunangannya itu, pada akhirnya selalu memaafkan Juned, lalu Juned melakukan kesalahan yang sama. Selalu saja siklus itu berulang selama dua tahun hubungan mereka berlangsung. Sahabat-sahabat Ully sudah menyuruhnya untuk meninggalkan Juned, karena kelakuan cowok itu sudah tidak tertolong lagi. Tapi Ully tetap saja ngeyel dan berharap ada keajaiban yang terjadi pada Juned sehingga lelaki itu menjadi setia.

Lo tahu gak kalau laki-laki dan perempuan sering salah memahami tentang kebutuhan mereka satu sama lain. Perempuan ingin mendapatkan cinta terlebih dahulu baru setelah itu baru memberikan seks, sementara lelaki ingin mendapatkan seks terlebih dahulu baru setelah itu mereka akan memberikan cinta. kalau ini terus menerus nggak dipahami, hubungan mereka seperti di dalam lingkaran setan yang nggak ada putusnya,” Abi melanjutkan. —hlm 225

Ully bisa dibilang sering berdiskusi hubungannya dengan Juned dengan Abi karena diantara lingkarang pertemanannya, hanya Abi yang cowok dan memandang segala sesuatunya dengan logika dan bukan pakai hati. Yah, meskipun sampai detik itu Ully kadang masih tidak rela Abi itu memilih menjadi gay. Hasil diskusi mereka seperti yang sudah-sudah, intinya segera putuskan saja hubungan dengan Juned. Ully sebenarnya mau saja melakukannya, tetapi hatinya terlalu batu untuk melakukannya dan tidak menemukan alasan yang cocok untuk melakukannya sesegera mungkin. Momen itu datang saat Ully yang sedang marahan dengan Juned datang ke kantor cowok itu untuk meminta maaf dan malah menemukan dua cewek yang dihamili oleh Juned.

Ully datang ke apartemen Abi untuk menumpahkan segala unek-uneknya tentang June yang menurutnya brengsek dan Abi juga yang baru putus dengan pacarnya juga ikut-ikutan minum anggur bareng Ully. Dan karena mabuk, Ully dan Abi tidak sengaja melakukan hal yang yah you know lah dua orang beda jenis di satu ruangan ngapain. Ully saat bangun mengamuk pada Abi yang menurutnya mencari kesempatan dalam kesempitan dan Abi merasa bersalah karena mengkhianati kepercayaan sahabatnya itu. Mereka berdua menjadi jauh dan selama berjauhan itu, masa lalu keluarga mereka mengungkapkan kenapa sikap keduanya menjadi seperti itu. Ully yang menjadi posesif obesif dan OCD karena ayahnya yang merasa harus memiliki keturunan anak lelaki dan pada akhirnya menikahi perempuan lain sementara tidak menceraikan mamanya Ully. Abi yang menjadi gay karena dulu mengalami kekerasan seksual oleh ayah tirinya yang ternyata gay dan menikahi ibunya Abi hanya demi bisa 'menyentuh' Abi.

So, we can say gay is women’s bestfriend and boyfriend?”—hlm 321

Ending cerita ini menurutku oke, karena menurutku memang cocoknya dihentikan sampai di situ saja. Kalau diteruskan jadi sinetron jatuhnya, hahaha.

Diantara tokoh lelaki yang terlibat di dalam novel ini, aku bisa bilang Juned itu cowok yang paling nggak banget buat diajak berhubungan serius dan dengan ini aku mendeklarasikan gak mau ngefans sama cowok player lagi. Apalagi dengan perkataan Juned yang dia cuma cinta Ully tapi tetap saja selingkuh badan ke banyak cewek. Seolah meminta cewek yang mencintainya berusaha memaklumi sikapnya itu. Yang menghibur dari kisah Ully ini adalah beberapa informasi yang penting tentang menganisa cowok tukang selingkuh, alasan kenapa seorang cowok memilih menjadi gay serta sejarah 'buaya darat', yang padahal buaya ini adalah mahluk monogami yang artinya setia dengan pasangannya sampai mati.

Sometimes I wonder if men and women really suit each other. Perhaps, they should live next door and just visit now and then—hlm 324

Kisah yang paling terakhir dan yang twist yang membuat aku bengong beberapa saat sebelum move on  ke epilognya, kisah Nina. Kisah Nina bisa dibilang menurutku yang paling sedih dan perasaanku yang paling terikat di dalam ceritanya. Bukan karena aku pernah mengalaminya ya, tapi aku merasa ceritanya yang membuat pembaca terasa terikat. Dan untuk yang terakhir ini ... aku tidak bisa menceritakannya karena terlalu kusukai. Baiknya kalian beli saja dan tahu twist apa yang aku maksudkan, hahaha. digeplak

Mungkin kalo tidak jeli, yang baca bakalan bingung mana masa lalu mana masa sekarang karena tidak ada pembedanya. Dan ini membuatku merasa kalau penulisnya ini masih penulis pemula. Aku pernah diskusi dengan salah satu penulis tentang tidak konsisten dengan sudut pandang yang digunakan itu memperlihatkan belum bisa konsisten dengan apa yang ingin dituliskannya. Ada beberapa typo tapi tidak menganggu jalannya cerita. Intinya, novel ini menurutku benar-benar keren dan sayangnya malah kurang promosi. Kenapa novel sekece ini tidak ada gaungnya?!

Lima bintang dari lima bintang. Direkomendasikan yang ingin mengetahui kehidupan perempuan yang mengalami quarter life crisis dan juga pemikiran cowok player biar tidak terjebak dalam cinta satu sisi saja.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku