Sabtu, 11 April 2015

Singapore Begins

Judul: Singapore Begins
Penulis: Agata Barbara
No ISBN: 9789799108432
Tahun Terbit: April 2015
Jumlah Halaman: 229 halaman
Rating: ☆☆☆½ 
Jenis: paperback
Penerbit: Ice Cube
Sinopsis:
Tepparapol Goptanisagorn.”

“Hah?” ujar Kanna spontan tanpa dia sadari.

“Namaku. Tepparapol Goptanisagorn,” sang cowok mengulangi, kali ini dengan sedikit lebih lambat.

Kanna mengerjap. Tep… teppa… Gopta... "Apa?"

Kanna tahu dia bukan anak kesayangan Mama-Papa, tapi dibuang ke Singapura tidak pernah ada dalam rencana hidupnya. Namun apa boleh buat, hasil tes kepribadiannya yang minus membuat keputusan orangtuanya tak dapat diganggu gugat. Dan di sinilah Kanna akan tinggal sekarang, di sebuah rumah kos bersama empat orang lainnya dari empat negara berbeda pula. Baru saja menginjakkan kaki di sana, Kanna sudah disambut oleh ibu kos superheboh. Dia juga harus berbagi kamar dengan gadis bule yang berbeda seratus delapan puluh derajat dengannya. Oh, dan suara tangisan siapa itu dari lantai dua? Cuma setahun, sih, tapi bagaimana cara Kanna bertahan kalau menyebutkan nama salah satu housemate-nya saja sudah begitu sulit?

Jadi setelah memposting wawancara penulisnya (bisa di cek di sini), besoknya aku dapat paket buku iini. Mana pas nerima paket masih muka bantal alias baru bangun tidur dan sempat melantur apa gak salah paket soalnya bulan ini gak ada 'jajan' online.

Untuk bukunya makasih ya Agata. Terharu masih menyempatkan diri mengirimkan paket sebelum balik lagi ke SG :"))

Kalian semua pasti sudah penasaran dengan cerita yang ditawarkan buku ini, Dan ya, aku yang notabene manusia paling susah ketawa biarpun baca buku komedi, ketawa-ketawa sampai perut kram akibat buku ini ya selain karena waktu baca ini pas otot perit lagi tegang juga sih akibat batuk. Agak lebay sih pendeskripsianku, tapi mungkin perutku kram akibat sakit waktu itu, hahaha.

Sebenarnya sinopsisnya sudah menceritakan apa yang terjadi pada buku ini, tapi biar kalian semakin penasaran dan aku tidak mau ngeship sendirian di #TeamJun, maka aku dengan senang hati menceritakan tepatnya ngomporin beli secara singkat tentang buku ini.

Welcome to Singapore!—hlm 6

Kanna di sini digambarkan mirip seperti perempuan Jepang (padahal dia asli Indonesia dan aku berani bertaruh pasti Kanna ini keturunan chinese, karena anak chinese yang kukenal kebanyakan kuliah ke SG) di kirim ke Singapura hanya gara-gara hasil tes kepribadiannya yang minus di satu aspek. Dan di tempat kos barunya, dirinya harus satu kamar dengan perempuan asal Amerika yang bernama Sally. Teman-teman kosnya yang lain ada empat, tiga sepantaran dan satu anak kecil. Mereka berasal dari berbagai negara, Joon Hee (baca Jun Hi dan di bukunya sih lebih sering pakai Joonie) yang berasal dari Korea Selatan, Paresh dari India dan nama ajaib yang ada di sinopsis di atas (yang panjangnya gak ketulungan) tapi nama panggilannya G saja, asalnya dari Thailand. Sementara yang anak kecil itu namanya Mei Ling yang berasal dari Tiongkok.

Omong kosong!” Kanna menggeram “Jika orang terlalu fokus pada dunia maya, dia tidak akan bisa mengekspresikan dirinya di depan umum.”—hlm 98

Awalnya Kanna tidak mau bergaul dengan teman-teman kosnya ini. Tapi setelah beberapa saat, akhirnya Kanna mulai terbuka dengan orang lain, terutama Sally. Apalagi teman-teman satu kosnya itu kelakukannya pada 'gila' semua, namun menurut Kanna, 'gila' mereka masih dalam bentuk kebaikan. 

Kanna benar-benar merasa 'kehilangan' teman-temannya ini saat Sally dan Jonnie mendadak menjauhinya setelah gosip yang lebih cenderung mengarah ke cyber bullying tersebar. Tapi ternyata, alasan Sally menjauhi Kanna bukan karena gosip itu, tapi lebih kepada perasaan bersalah. Sementara Joonie menjauhi Kanna karena dia cemburu dengan Jun. Siapa itu Jun? Silahkan cek sendiri, hahaha :p

“Mamaku pernah bilang gini padaku.” Suaranya pelan, seperti berbisik. “Kepercayaan itu nseperti kertas. Proses membuatnya lama dan sulit. Harus menebang pohon, berarti membutuhkan pengorbanan. Dan setelah itu ada pengolahan di pabrik yang entah membutuhkan waktu berapa lama.”

“Lalu?” Kanna mengerutkan kening.

Sally tersenyum lemah. “Tapi kertas itu sangat tipis dan mudah dibakar atau dirobek.”

Kanna terdiam, mulai mengerti. “Kepercayaan itu seperti kertas, susah dibuat tapi mudah dihancurkan.”—hlm 153

Singapore Begins sendiri sebenarnya lebih fokus kepada pertemanan yang terjalin dengan tokoh utama Kanna. Dan namanya remaja, gak seru dong kalau tidak ada bumbu romancenya, hahaha. Apalagi Kanna di sini entah terlalu polos atau kodenya kurang kenceng si Joonie ini, gak sadar kalau Joonie sebenarnya suka dengan Kanna. Tapi kayaknya Kanna juga ada feeling sama Jun. Merasa digantung soal yang satu ini lalu brb bua plot fanfiction.

Kekurangan novel ini hanya satu, yaitu saat Mei Lin demam, seharusnya jangan kompres pakai air es. Saat demam, seharusnya penderita dikompres pakai air hangat agar panasnya keluar dari tubuh lewat keringat. Kalau pakai air es, panasnya terperangkap di tubuh karena kulit luarnya sudah dingin tapi tubuh bagian dalam masih panas. Kan kasihan nanti lama sembuhnya kalau pakai air es :(

Direkomendasikan untuk yang kepingin membaca cerita tentang persahabatan beda negara dan dibumbui dengan romance yang apik. Oh iya, bagi yang sudah baca, kasih tahu ya kalian tim mana. Kalau aku sih #TeamJun dan berharap ada sequel novel ini untuk menuntaskan Jonnie-Kanna-Jun :p


XOXO, Cheen
(Shen Meileng)

1 komentar:

  1. novel ini wishlist ku banget karena aku sering baca status penulisnya dan entah kenapa suka ketawa2 sendiri. entahlah menurutku lucu aja *gak nyambung xDD makanya penasaran banget apa novelnya selucu status penulisnya hehehe. udah lama ngincer buku ini sih. semoga nanti kesampaian beli dan baca :)

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku