Selasa, 08 September 2015

Red

Judul: Red
Pengarang: Fhily Anastasya
No ISBN: 9786022517238
Jumlah Halaman: 312 halaman
Tahun Terbit: 27 Oktober 2014
Rating: 
☆☆½
Jenis: Paperback
Penerbit: Grasindo
Sinopsis:

Pernakah kau diduakan? 

Arlani Kayana, gadis 23 tahun, penyuka warna merah yang bekerja di sebuah redaksi majalah. Mempunyai kenangan buruk dengan lelaki di masa lalunya. Ia selalu menjadi korban perselingkuhan. Baik itu dengan (mantan) sahabatnya sendiri ataupun dengan lima orang sekaligus. Dari trauma itulah yang membuat Lani tidak pernah mau menjalin hubungan yang serius dengan pria.

Ya, ini sebuah kisah tentang orang yang diduakan... 

Suatu hari atasannya memberikan ia tugas yang membuatnya harus mengorek kembali masa lalunya yang suram itu. Sebuah perbincangan dengan sahabatnya, Manda membuatnya melontarkan sebuah candaan yang mungkin akan mengubah takdirnya ke depannya.

Tapi dari sisi orang kedua itu sendiri... 

Takdir membawanya bertemu kembali dengan seorang lelaki asing ber-tuxedo putih yang mengajaknya berdansa di sebuah pesta. Lelaki itu malah membawanya pada hubungan yang tidak bisa diterima oleh logikanya. Tapi hati berhasil mengubah segala logika yang ada. Namun cinta juga yang membuatnya menjadi lebih runyam.

Karena terkadang, yang pertama bukan selalu yang utama. 

Mampukah Lani menemukan apa makna “merah” yang sebenarnya seperti yang dikatakan Raga pada pertemuan pertama mereka?

Jadi, sebenarnya aku mengira sudah menuliskan review buku ini di sini lantaran di goodreads aku sudah menyatakan 'read'. Tapi begitu buka arsip blog, ternyata belum. Yaudah, aku tuliskan di sini saja. Dan peringatan awal, review ini sepenuhnya aku ambil dari goodreads (lantaran saat oembuatan review itu aku sedang tidak bisa online di laptop).

Oke, awalnya baca ini karena stres karena esok harinya harus UAS Kalkulus yang gak aku ngerti (bulan Juli kemarin), terus lihat buku yang mau dipaketin untuk acara amal dan buku ini seolah nyinyirin aku. Kayak bilang "lo beli gue dari Januari, tapi sampe detik ini belum dibaca? Padahal buku beli mulu dan malah banyak yang sudah dibaca."

Yaudah aku ambil dan baca. Gak menaruh ekspektasi apapun, karena tema orang ketiga mah biasanya endingnya nyesek ataupun gantung. Tapi aku karena punya kebiasaan baca endingnya dulu bari start baca, jadilah aku lakukan juga sama buku ini. Dan wow, endingnya kok hepi ya orang ketiga ini? Oke, aku baca deh.

Bercerita tentang Lani yang selalu menjadi korban selingkuh dari (mantan) pacar-pacarnya terdahulu. Suatu hari, bosnya ditempatnya bekerja meminta Lani membuat cerita untuk akhir tahun. Temanya tentang cinta, tapi harus dari pengalaman dia sendiri. Dan karena stuck, Lani bercanda dengan temannya, Manda kalau dia kepengen jadi selingkuhan karena dia sudah capek jadi yang diselingkuhi terus.

Tapi siapa yang menyangka jika candaan Lani itu malah menyeret perempuan itu ke dalam suatu hubungan yang membuatnya menjadi orang ketiga. Lani tahu ini salah, namun dirinya tidak bisa berhenti padahal tahu apa yang dipertaruhkannya. Pekerjaan, persahabatan dan juga yang paling terpenting, hatinya yang tengah dipertaruhkan dalam hubungan ini.

Tanggapanku setelah baca sampai selesai? 


Banyak hal yang aku gak cocok dengan tulisan ini. Aku paham kalo tulisan ini pernah diterbitkan di wattpad dan sekarang emang lagi booming penulis berasal dari wattpad, tapi yang ini berasa gak melewati proses editan. Percakapannya masa bisa 3 halaman full tanpa ada deskripsi dan aku gatau ini pembicaraan tokohnya emosinya gimana. Tapi okelah aku coba maklumi dan paling skip skip doang. Terus latarnya aku yakini Jakarta, tapi rasanya enggak seperti di Jakarta. Masa perpindahan dari satu tempat ke tempat lainnya cepet banget, jadi berasa aku lagi ada di kotaku sendiri (Balikpapan) kalo kayak gitu {ya habis kami bisa aja pergi ke satu tujuan dengan cepat asalkan tahu jalan pintas}.

Tapi kenapa buku ini dapat dua setengah bintang itu karena endingnya (bukan epilog yang aku baca terakhir) itu bikin bingung. Itu dua bocah kembar anak siapa? Itu ambil univers berapa tahun kemudian? Lani akhirnya nikah ya?

Padahal ya, kalo buku ini ngerubah percakapannya menjadi deskripsi pasti lebih bagus. Dan juga, ukuran font bikin sakit mata. Kecil banget dan nama spasinya rapat banget. Perjuangan menyelesaikan bacaan ini tanpa berniat "Udah, gue mau balikin buku ini ke lemari. Gue lelah dengan ukuran, jenis font calibri dan spasinya.  "

Dan sebenarnya kalo pengembangan deskripsinya tidak monoton, ini pasti buku sukses buat yang baca galau berat. Oh iya, pertanyaan terakhir yang masih belum kejawab sampai sekarang, "Boleh gak sih lirik lagu masuk ke dalam sebuah novel tanpa izin penyanyi yang bersangkutan? Atau minimal harusnya punya disclaimer bukan sih?" (soalnya ini buku tiap bab masukin lirik lagu sih)

Oh iya, satu hal yang menurutku penting banget tapi gak dijawab di buku ini: Lani dan Raga kan beda agama, terus mereka nikah pakai agama apa? Lani pindah agama Raga atau Raga pindah agama Lagi atau mereka tetap nikah tapi beda agama? #penting

5 komentar:

  1. Yaaah, Lani... Kok nasib kita hampir sama yaaa? Hahaha. Ini salah satu buku yang pengin baget aku dapetin dulu. Tapi sayangnya di kuis yang diadakan oleh penerbitnya malah nggak menang. Hehehe. Tertarik sama buku ini karena blurb-nya yang mirip sama kisah pribadi. *uhuk*

    Berhubung katanya review ini copas dari goodreads-nya sendiri, kayaknya ini copas thok tanpa editing lagi ya? Soalnya banyak juga tulisannya yang typo. But it's okay lah. Soalnya aku suka baca review yang model begini, to the point banget meski nggak pake nyisipin quote(s) di sana-sini. ;)

    Tadinya aku meyakini isi novel ini bagus. Tapi, malah agak kaget waktu lihat rating-mu cuma kasih 2,5 bintang. Sebelumnya ekspektasiku minimal nih buku dikasih 3 bintang. Sebenarnya aku mencari poin plus dari buku ini menurut ulasanmu, sayangnya yang dipaparkan kebanyakan minusnya.

    Banyak pertanyaan yang timbul dari ulasanmu malah makin bikin aku pengin baca ini. Benarkah seganjil itu? Atau itu karena kondisimu saja yang saat itu lagi mumet mau UTS jadinya nggak/kurang konsen mengimajinasikannya? Hehehe :D

    Dari rating 2 bintang diartikan "it was okay" berarti di keseluruhan ceritanya masih bisa diterima dan nggak parah-parah banget kan ya? Soalnya aku masih ada niat mau baca novel ini sih. :D

    Soal lirik lagu, selama dikasih kredit judul apa dan penyanyinya siapa, kirasa itu nggak masalah. Aku sering baca novel yang kayak gitu. Di tiap awal bab selalu ada. Nggak cuma lirik lagu malahan. Quote dari puisi, dari buku lain, dari dialog film, dan lain-lain banyak dicantumin tapi yang penting tetap ada kreditnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Review goodreads tanpa editing. Pure copas 100%

      Yah semua orang punya selera masing-masing dan aku sayangnya gak cocok sama ini. Soal apakah penilaianku tercampur sama stress UTS, aku rasa tidak. Soalnya kalau aku baca buku, aku bakalan melupakan emosi apapun sebelum memulai baca buku.

      Well, dia tidak kasih kredit langsung di kata pengantarnya. Maksudku ... kayak satu halaman khusus ini darimana liriknya diambil (kayak novel Orizuka yang khususin 1 halaman untuk kredit ngambil lirik dimana aja).

      Hapus
  2. Entah karena apa, aku kurang suka dengan covernya yang pakai tali-tali itu. Mungkin karena udah banyak novel yang mengonsep seperti itu kali ya. Aku nggak bisa bayangin 3 halaman full percakapan, itu ngobrolnya pegimana? Apa datar-datar aja kali yak xD
    Oh ya, Btw, novelnya grasindo kadang font kecil-kecil, aku beli novel #PSA3 fontnya kecil-kecil, pake calibri lagi xD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku gak masalah sih sama covernya, tapi masalah banget sama font merek :/

      Yah masa PSA#3 juga begini model fontnya? Aku kan bawel kalo soal font T.T

      Hapus
    2. Kalo masalah font aku suka kalo pake font yg sejenis Times New Roman, tegas dan nggak bikin mata sakit. Kalo calibri, aku ngerasa rada gimana gitu -_-"
      Tapi, kalo ceritanya bagus, nggk masalah sih :3

      Hapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku