Sabtu, 05 September 2015

You Had Me at "Hello" + Giveaway

Judul: You Had Me at "Hello"
Pengarang: Indah Hanaco
No ISBN: 9786020270050
Jumlah Halaman: 360 halaman
Tahun Terbit: 15 Agustus 2015
Rating: 
☆☆☆ ½
Jenis: Paperback
Penerbit: Elex Media Koputindo
Sinopsis:

Inanna mungkin masih terlalu muda untuk membuka pintu yang membawanya pada pernikahan. Namun berbagai kecerobohan membuat gadis itu tidak punya pilihan. Inanna memilih menghabiskan sisa hidupnya bersama Alistair.

Cinta berhadir begitu dia menantang mata sewarna biru es itu. Harapan dilambungkan ke langit, sutau saat nanti inanna bisa bukankah mereka terikat sumpah di depan Tuhan?

Tapi apa jadinya saat Inanna tahu kalau Alistair cuma menganggapnya wujud kepingan masa lalu? Percayalah, cinta takkan pernah semenyenangkan itu.


Sebelumnya mohon maaf karena aku terlambat memposting review ini. Hari ini mendadak dapat kerjaan yang tidak bisa ditolak.

Dan kali ini aku akan mereview novel Indah Hanaco yang berada di lini 'Le Mariage'. Ini buku kedua yang aku baca pada lini yang digagas oleh Elex Media, setelah sebelumnya aku membaca Wedding Rush. Seperti nama lininya, buku ini juga tidak jauh-jauh bercerita tentang pernikahan.

Inanna dan Zora adalah sepasang saudari kembar yang seringkali membuat masalah. Navid, sang ayah yang sudah lelah dengan ulah si kembar mengancam menjodohkan kedua anaknya itu. Inanna dan Zora tentu saja tidak mau, namun belakangan yang terlihat tidak mendukung keputusan Navid hanyalah Inanna sendiri lantaran Zora sepertinya menyukai lelaki pilihan ayahnya.

Karena kecerobohan Inanna yang diakibatkan stress memikirkan perjodohan, perempuan itu menabrak sebuah mobil yang ditumpangi lelaki Indo (setengah bule). Alistair namana. Dan karena Innana tidak ingin ayahnya mengetahui dirinya membuat masalah, perempuan itu berusaha menyelesaikan semuanya sendiri yang malah mengantarkannya ke gerbang pernikahan.

Inanna juga menurut saja saat diminta menandatangai surat perjanjian pra-pernikahan yang tidak memperbolehkan mereka bercerai. Namun hari pertama mereka menikah, Inanna menyadari jika dirinya telah ditipu oleh orang tua Alistair dengan menggunakan riwayat penyakit lelaki itu.

"Maaf, aku tidak pernah berpikir kalau orang tuaku akan menggunakan riwayat kesehatanku untuk menikahiku. Tapi ... kalau boleh jujur, saat ini aku sungguh lega. Meski mungkin kamu bersedia karena merasa kasihan, rasanya lebih menyenangkan. Ketimbang kamu mau menikah karena dibayar Papa." (hlm 111)

Setelah kejadian itu, Inanna berusaha menerima dan mencoba untuk mendapatkan kebahagiaan dalam pernikahan yang diawali dengan alasan yang salah. Namun saat semuanya sudah hampir direngkuh oleh Inanna, masa lalu Alistair ternyata mengguncang hubungan mereka. Lalu, bagaimana Innana menanggapi semuanya? Apakah Inanna memikirkan ulang pernikahan mereka?

"Ironis, ya? Masa lalu tapi terus menempel di masa depan. Hingga kamu tidak menahan diri untuk mencari istri yang mirip masa lalumu itu." (hlm 254)

Diceritakan dengan sudut pandang orang ketiga terbatas, Inanna, kita kita akan diajak melihat perubahan hidup Inanna. Dari pernikahan dan juga sikap Inanna. Namun aku merasa seharusnya Chapter 2 bisa menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas dan bukan beralih ke sudut pandang orang pertama. Selain itu, ada beberapa istilah bahasa asing yang tidak dicetak miring pada Chapter 1 yang membuatku menyeritkan kening, padahal Chapter 2 & Chapter 3 bahasa asing dicetak miring.

Meskipun kisahnya diawali dengan klise, tapi aku suka bagaimana Indah Hanaco merangkai semua kisah menjadi sebuah cerita yang enak dibaca. Dan meskipun ini bertemakan pernikahan, bacaan ini menurutku aman untuk semua umur karena tidak ada adegan dewasa, hanya temanya saja yang untuk orang dewasa.

Tidak ada karakter yang begitu aku sukai di sini. Menurutku semuanya pas, namun di saat bersamaan juga tidak ada yang spesial sehingga membuatku terkenang.

Ingin membaca novel ini? Yuk ikutan giveaway di bawah ini:


Indah Hanaco dan aku memberikan satu esklempar buku ini yang bertanda tangan penulisnya. Syarat dan ketentuannya silahkan disimak.


  1. Harus berdomisili di Indonesia
  2. Follow account @OhGirlDay & @IndahHanaco
  3. Share giveaway ini dan jangan lupa mention dua akun di atas serta dengan #YouHadMeAtHello
  4. Follow blog ini dengan GFC
  5. Jawab pertanyaan di bawah ini ya
Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

Giveaway ini sampai tanggal 9 September pukul 23.59 dan diumumkan tanggal 10 September di blog ini. Komentar yang paling menarik bisa membawa pulang buku kedje ini loh.

21 komentar:

  1. Halloo..

    Ikutan GAnya ya..

    GFC : Zaitun Hakimiah NS
    Share : https://twitter.com/NSMia/status/640156900122718208
    Jawab:
    Aku lebih memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua. Karena orang tua pasti memilih orang tersebut dengan penuh pertimbangan dan yakin bahwa pilihannya sangat tepat bagi anaknya.
    Sementara orang yang dikenal, aku belum tahu orang itu seperti apa, orang tuaku juga pasti belum tahu orangnya kayak gimana. penuh resiko :3 lebih baik cari aman dengan pilihan orang tua.
    Menikah kan (harapannya) sekali seumur hidup.

    Thanks :)

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Nama : Intan Novriza Kamala Sari
    Twitter : @inokari_
    GFC : Intan Novriza Kamala Sari
    Share : https://twitter.com/Inokari_/status/640194197102837760

    Jawaban:

    Menikah dengan pilihan orangtua.

    Alasannya karena aku nggak bisa memutuskan apakah orang yang baru aku kenal itu punya kepribadian asli baik atau buruk. Bisa aja kan dia menawarkan senyum semanis madu pada awal jumpa, lalu lama kelamaan perangainya berubah jadi sepahit empedu. Bukan mau berburuk sangka sih, tapi lebih pengen berhati-hati aja. Karena kalo udah ngomongin pernikahan, udah bukan hal main-main yang boleh pake sistem “percobaan”.

    Pilihan orangtua emang nggak sepenuhnya benar. Bisa jadi salah juga loh. Lah wong orangtua juga manusia, bukan dewa. Bisa benar, bisa salah. Namun aku yakin restu orangtua akan memberikan kemudahan bagi pernikahan tsb. Yang awalnya cintanya secuil bisa bertransformasi jadi segunung. Yang awalnya agak kepaksa, akhirnya malah cinta mati. Bisa aja kan. Toh Tuhan Maha Pembolak Balik hati.

    :))

    BalasHapus
  4. Nama: Eni Lestari
    Twitter: @dust_pain
    Link share: https://twitter.com/dust_pain/status/640278432899665920

    Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

    aku akan memilih menikah dengan orang yang dipilihkan orang tua. sebelum meminta anaknya menikah, pasti orang tua juga sudah melihat bibit-bebet-bobot calon untuk anaknya kan? jadi percaya aja sama pilihan orang tua. mereka juga gak mungkin pengin liat anaknya gak bahagia selama menikah. untuk masalah cinta sih, bisa dipupuk ketika menikah :) eniwei, orang yang baru kenal cuma manis di mulut saja. jadi lebih baik dipikir2 dahulu sebelum membuat keputusan menikah dengan orang yang baru dikenal :)

    BalasHapus
  5. Nama: Nurul Hikmah
    Twitter: @siwon5858

    Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

    Well.. Aku bakalan miLih plihan ke-3,, Menikah sama orang yang Aku suka..hehe :D

    Okee.. Menikah bukanlah sesuatu yang main-main, Ini adalah salah satu hal yg harus dipikirkan dengan matang sebelum melangkah kedepan..
    So.. Aku Milih menikah dengan orang yang dipilih oleh orangtua :)
    Orangtua sudah pasti tahu apa yang baik untuk anaknya, so, gak mungkin mereka bakalan milih orang yg gak tepat, walaupun mungkin kitanya gak setuju.. akan tetapi adabaiknya sebelum itu, orangtua harus memberikan waktu, agar kita bisa mengenal dengan baik orang yang dijodohan tersebut.. kalo memang dirasa klop kan kita pasti bakalan setuju..
    sama halnya dengan sepupu aku yang dijodohin, tp dy gak mau..
    trus ortunya kasi dy waktu buat kenal ama tuh cowo.. karna sering sama2 kemana-mana,, akhirnya dy mau juga dijodohin :)
    Well.. ini hanya tergantung kitanya kok menyikapinya kek giMana^^

    BalasHapus
  6. Nama : Afika Yulia Sari
    Twitter : @afikayulia

    Jawaban :
    Tentu saja menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua. Karena setiap orangtua selalu ingin memberikan yang terbaik buat anak-anaknya. Dengan pilihan mereka, tentunya mereka sudah tau dan kenal bagaimana latarbelakang orang itu. Mereka juga tidak akan salah memilih, karena mereka tau mana yang baik dan mana yang tidak.

    BalasHapus
  7. Nama : Shiela Hartiningtyas
    Twitter : @ruth_shiela

    Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

    Wow, kalau boleh jujur, kedua pilihan ini sama-sama sulitnya.
    Bisa dibilang kedua pilihan yang ada sama-sama orang yang belum kita kenal secara dekat.
    Coba dianalisis deh, orang yang dipilihkan oleh orang tua, apakah kita sudah mengenalnya? Barangkali bertemu saja juga belum.
    Sedangkan orang yang baru kita kenal, tentu saja kita belum mengenal sifat dan kepribadiannya secara mendalam.
    Menurutku pernikahan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan kita, oleh karena itu kita tidak boleh main-main dalam mencari pasangan.
    Karena pasangan inilah yang kelak akan menemani kehidupan kita dalam suka maupun duka.
    Tentunya tidak ada yang menginginkan adanya perceraian kan ketika telah menikah?
    Namun jika harus membuat sebuah pilihan, aku akan memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua.
    Meskipun aku belum mengenal orang yang hendak dijodohkan denganku tersebut, setidaknya orangtuaku sudah mengenalnya.
    Orang tua pasti akan selalu memilih yang terbaik untuk anaknya.
    Pastinya tidak ada kan orang tua yang mau anaknya sedih dan menderita karena menikah dengan orang yang tidak tepat/tidak baik.
    Oleh karena itu, aku yakin mereka pasti akan memilihkan jodoh yang terbaik untukku.:)

    BalasHapus
  8. Pertanyaan :

    Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

    Jawaban :

    Menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal ?

    Hidup adalah pilihan, tapi bukan berarti menikah juga harus ditentukan oleh pilihan. Menurut pandangan aku sendiri, jikalau pun aku terjebak dalam dua pilihan itu,bukan berarti aku hanya perlu memilih diantara pilihan-pilihan itu sendiri. Kalau misalnya emang aku udah punya pilihan sendiri, lebih baik pertahankan dulu pilihan yang aku pilih. Daripada nantinya saling salah menyalakan, akibat kedua pilihan itu. Di dunia ini nggak ada pilhan sendiri tuh yang salah, adanya hanya kurang saling memahami satu sama lain atau enggak ada masalah tertentu dalam suatu hubungan, yah tergantung masalah mereka. Intinya adalah kedua pilhan itu bukanlah jebakan, melainkan pilihan yang akan mengecohkan pilihan yang telah aku pilih sendiri XD ..

    Ini bukan sebuah pengalaman, hanya sepenggal pendapat yang ada dalam pikiranku sendiri. Walau pun kelihatan simple dan nggak terlalu ribet buat dijalani, tapi bukan berarti juga pas menjalaninya sulit atau pun mudah yah, tergantung pribadi masing-masing dan cara mereka menjalaninya. Ini hanya pendapat pribadiku saja, nggak tau kalau pendapat yang lain, berbeda atau malah sama seperti pendapatku ini. hehe

    Nama: Piska Lestari
    Twitter : @kyupishae

    BalasHapus
  9. Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

    Jawaban:

    Menikah dengan yang di pilihkan orang tua dong. Soalnya statusnya udah jelas. Jelas keluarganya, jelas penghasilannya, jelas asal-usulnya, jelas baik-buruknya dia. Dan setidaknya (misalnya suatu hari) ada kejadian si calon yang di pilihkan orang tua tidak bertanggung jawab, orang tua tentu akan ikut turun tangan untuk menyelesaikannya. Karena orang tua telah memberi tanggung jawab ke pada ci calon, dan suatu saat orang tua juga berhak mencabut tanggung jawab tersebut.

    Malah menikah dengan cowok yang baru di kenal itu LEBIH BAHAYA. pertama, dimana-mana awal awal kenalan itu pasti sifat baik-baiknya aja yang kelihatan. Yang jelek-jeleknya ketutup sama senyum dia yang memikat kayak aktor korea. Nah itupun kalau dapat restu, kalau gak dapat restu terus dianya macam-macam (Selingkuh misalnya) siapa yang mau kita salahin? Ya diri sendiri dong!

    Neneng Lestari
    @ntarienovrizal
    GFC: Neneng Lestari
    https://twitter.com/nTarienovrizal/status/640554023951593472

    BalasHapus
  10. Nama : Pramestya

    Email : pramestya23@gma
    il.com

    twitter : @p_ambangsari

    link : twitter.com/p_ambangsari/status/ 640122635104325632

    Jika kalian
    terjebak dalam
    dua pilihan
    untuk menikah,
    apakah kalian
    memilih menikah dengan orang yang
    dipilihkan oleh
    orang tua atau
    menikah dengan
    orang yang kamu baru kenal?

    jawaban :
    Aku nggak tahu, belum mikir ke situ malah. Tapi sekarang kalau dipikir-pikir, kalau aku cocok sama pilihan ortu kenapa enggak? Kalau ga cocok aku bakal jelasin ke ortu sambil mikir-mikir lagi. Ortu maksa? Aku berontak (aku keras kepala. Banget.)

    Ga sreg sama pilihan ortu, aku kenal sama orang lain, ya aku cari tau lebih jauh tentang dia terus ngenalin ke ortu sambil jelasin tentang dia. Ngenalinnya tanpa sepengetahuan si dia biar aku bisa berpaling nyari lagi kalau ortu ga juga setuju toh juga baru mencari tahu belum mantap dialah jodohku.

    Intinya, tergantung sikon :D

    BalasHapus
  11. Nama: Thia Amelia
    Twitter: @Thia1498
    E-mail: thiameliasn@gmail.com

    Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

    Dalam islam, ada istilah taaruf. Dimana orang yg akan dijodohkan dengan kita adalah pilihan dari orangtua. Menuruti bagaimana adat dalam agama saya, saya lebih memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orangtua dari pada dengan orang yang baru saya kenal. Banyak alasan baik yg membuat saya memilih pilihan pertama. Pertama karena, apa yg diberikan oleh orangtua tidak pernah tidak bagus. Setiap orangtua pasti mengharapkan yg terbaik untuk kita, begitu pula dengan jodoh, orangtua pasti ingin memberi kita yg terbaik, dan dengan pilihan orangtua, pasti pilihan itu yang terbaik. Kedua karena, cara itu bisa membuat orangtua saya bahagia. Jujur, saya blm pernah pacaran, dan lebih memilih untuk bertaaruf. Dengan cara seperti ini, bukan hanya kita yg akan terjaga, tapi orangtua pun akan bahagia.

    Lalu kenapa saya tidak memilih orang yg saya baru kenal? Disitu sudah tertulis dengan jelas BARU KENAL. Belum tau apakah dia baik atau tidak, dia kasar atau tidak, bagaimana kehidupan nya dll. Meskipun pilihan orangtua juga blm kita kenal, setidaknya orangtua kita sudah kenal. Apalagi sampai memilih dia menjadi pasangan hidup. Orangtua kita sudah yakin, dan sebagai anak, tentu kita harus yakin dengan pilihan orangtua.

    BalasHapus
  12. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Email : n0v4ip@gmail.com
    via GFC : Nova Indah Putri Lubis

    Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

    Berhubung saya anak yang baik, ramah, rajin menabung, tidak sombong dan berbakti pada orang tua *tiba tiba bersikap jumawa* :D saya lebih memilih menikahi pria pilihan orang tua saya. Yah, saya yakin dan percaya klo pilihan orang tua saya pasti baik. mana ada orang tua yang mau menjerumuskan anaknya, bukan??!! Orang tua saya pasti sudah menyelidiki *mang detektif ndah* latar belakang dan juga keluarga calon suami saya pastinya sebelum mereka yakin menjodohkannya dengan anaknya sendiri. Ditambah kalo calon nya kece badai, saya mah ikhlas mak, yah. Kawin besok juga gpp.. haha :D *abaikan*

    Thanks mbak

    BalasHapus
  13. Lois Ninawati
    twitter : @_loisninawati
    emIail : ninawatilois@gmail.com
    gfc : Lois Ninawati
    link : https://mobile.twitter.com/_loisninawati/status/640653803177765888?p=v


    lebih milih pilihan ortu. soalnya, pasti, ortu ingin yang terbaik untuk anaknya. :D

    BalasHapus
  14. Rini Cipta Rahayu
    @rinicipta
    rinspiration95@gmail.com

    Pernikahan adalah salah satu fase penting dalam kehidupan manusia. keputusan untuk memulai hidup baru dengan seseorang yang bukan keluarga ini harus dipertimbangkan dengan baik.pernikahan tidak hanya menyatukan dua orang saja, tapi juga keluarga dan orang2 disekitar.
    Konteksnya apakah pilihan pernikahan ini dilakukan dengan melalui tahap pendekatan sebelumnya atau tidak kak?
    Aku prefer untuk menikah bersama seseorang yang dikenalkan oleh orang tua. Karena bagaimanapun juga, mereka sangat mengerti aku luar dan dalam. Mereka juga memiliki insting luar biasa terhadap anak2nya. Mereka pasti mengupayakan hal yang terbaik, dan jika mereka sudah memilihkan pasti ada kepercayaan terhadap orang tersebut untuk mendampingi kita setelah lepas dari keluarga.
    Tapi emang tidak harus selalu diterima sih, bisa dipertimbangkan agar pas di hati kita juga. Misalnya dengan mencoba lebih dekat dengan orang baru tersebut, mungkin saja walau baru bertemu sudah cocok kan?
    Intinya, semakin baik jika orang tua dan Tuhan sudah merestui, maka jalan menuju pernikahan itu akan semakin mudah dan lancar.
    Terima kasih

    BalasHapus
  15. Nama : Wulida
    Twitter : @jm_nim
    GFC : Wulida Nadhila
    email :wulida.nadhila@yahoo.com
    link share : https://mobile.twitter.com/Jm_nim/status/641138217681600512?p=v

    Tentu saja aku akan memilih jodoh yang dipilihkan orang tua, karena orang tua pasti punya pilihan yang terbaik buat anaknya.

    BalasHapus
  16. Nama: Khusnul
    Twitter: @imahreana
    Email: khusnulalsyafia@gmail.com

    pilihan orang tua, karna yang selalu kuingat satu hal, orangtua memang tak selalu benar, namun mereka jarang sekali salah.

    BalasHapus
  17. Nama: Aulia
    Twitter: @nunaalia
    Link share: https://twitter.com/nunaalia/status/641171504940515328
    GFC: nunaalia79

    Jawaban:
    Pernikahan untuk aku suatu anugrah, peristiwa penting, dan impian terindah. Kalo di hadapkan dengan pilihan menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang baru kenal? Tentu lebih baik memilih pilihan orang tua.
    Semua orang yakin orang tua pasti menginginkan yang terbaik buat anak-anaknya. Apalagi untuk urusan pernikahan. Mereka pasti memilihkan orang yang terbaik karena orang tersebut akan meneruskan tanggung jawab mereka untuk melindungi putrinya. Mereka sudah mengenal aku dari dalam kandungan hingga sebesar ini, pastinya tahu mana yang cocok buat aku, walaupun memang pernikahan itu nantinya aku dan si cowok yang menjalaninya, dan cocok atau tidaknya tergantung kami berdua. Tapi insyaallah dengan restu dan ridho orang tua, kehidupan seorang anak akan bahagia. Amiiinnn :)

    BalasHapus
  18. Nama: Della Sagita Dewi
    Twitter: @DellaSagitaDewi
    Email: dellasagitadewi@gmail.com

    Pilih yg sudah dipilihkan orang tua dong. Karena restu orang tua adalah penentu pasang-surutnya pernikahan itu.

    BalasHapus
  19. Nama : Hary Gimulya
    Twitter : @angels_rutherfo

    Mencari jodoh bisa dibilang gampang-gampang susah. Sekilas seperti gampang/mudah, tapi kenyataannya malah tidak semudah seperti yang diperkirakan. Banyak kriteria yang kita kehendaki di dalam seseorang yang diinginkan sebagai jodoh kita.
    Itu sebabnya sebaiknya kita mengenal terlebih dahulu pasangan kita sebelum melangkah ke tahap yang lebih jauh.
    Tapi gimana kalau pilihannya menikah dengan orang yang dijodohkan oleh ortu atau dengan orang yang baru kenal?
    Mungkin banyak yang memilih pilihan pertama, yaitu menikah dengan orang yang dijodohkan ortu, karena yakin ortu pasti memberikan yang terbaik.
    Namun kalau aku lebih baik menikah dengan orang yang baru dikenal.
    Ini karena setidaknya aku sudah mengenal calonku tersebut. Meskipun baru sebentar mengenalnya, tapi pasti sedikit banyak sudah punya gambaran donk tentang bibit dan bobot si dia.
    Lagipula kalau kita yang diberi kebebasan memilih, dari beberapa orang yang baru dikenal tersebut, kita bisa memilih yang menurut kita paling baik.
    Ibarat membeli suatu barang, pasti lebih senang membeli sendiri kan barang yang dikehendaki daripada dibelikan oleh orang lain.
    Menurutku jodoh juga begitu. Pasti lebih senang mencari/memilih sendiri daripada dipilihkan.

    Maka aku memilih pilihan no.2, yaitu menikah dengan orang yang kamu baru kenal, dengan catatan tetap berusaha mengenal lebih jauh kepribadian si dia dalam waktu yang singkat tersebut.

    BalasHapus
  20. Nama : Sri Efriyanti Harahap
    Twitter: @efriyanti_zahra
    GFC: Sri Efriyanti az-Zahra Harahap


    Jika saya terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, saya memilih menikah dengan orang yang baru saya kenal daripada memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua.

    Namun sebelumnya saya sudah harus memastikan bahwa orang yang baru saya kenal ini adalah orang yang baik, bertanggung jawab, dan sudah saya ketahui bibit, bebet dan bobotnya. Walaupun ia baru saya kenal, namun bukan berarti saya tidak tahu apa-apa tentang ia, keluarga, dan saudara-saudaranya. Perkenalan saya dan ia tidak perlu waktu yang panjang. Dengan waktu yang singkat, jika saya sudah yakin dengan sepenuh hati bahwa ia adalah jodoh saya, maka saya akan memilih ia.

    Sementara, dengan yang dipilihkan oleh orang tua, saya bisa baik-baik diskusikan kepada mereka bahwa saya sudah punya calon yang saya ketahui bibit, bebet, dan bobotnya baik dan berharap mereka tidak perlu khawatir dengan pilihan saya. Saya katakan kepada orang tua saya bahwa saya sangat menghargai upaya mereka untuk memilihkan saya pasangan hidup, namun saya juga punya calon yang sudah saya ketahui sangat baik.

    Dengan diskusi yang penuh dengan kehangatan tanpa ada unsur ego di dalamnya, saya yakin orang tua saya juga menyetujui apa yang akan menjadi pilihan hidup anaknya.

    BalasHapus
  21. Nama : Rina Eko Wati
    Twitter : @HikariMio
    GFC : Hikari Mio
    Link Share : https://mobile.twitter.com/HikariMio/status/641584756413571072?p=v

    Jika kalian terjebak dalam dua pilihan untuk menikah, apakah kalian memilih menikah dengan orang yang dipilihkan oleh orang tua atau menikah dengan orang yang kamu baru kenal?

    Mengambil suatu keputusan menikah itu bukan sesuatu yang gampang. Perlu dipikirkan dengan matang-matang agar nantinya tidak berujung pada penyesalan. Dan jika dihadapkan pada dua pilihan : menikah dengan pilihan orang tua atau dengan orang yang baru dikenal, pastinya dengan mantap aku akan lebih memilih menikah dengan pilihan orang tua, karena pilihan orang tua itu selalu tepat. Terlepas apakah kita menyukainya atau tidak. Entah kenapa kalau pilih sendiri dan tidak direstui orang tua, ada sepercik rasa gelisah. Apalagi dengan orang yang baru dikenal, bukan apa-apa ya, tapi kita sendiri kan belum tahu sifat atau karakter mereka dan lagi restu orang tua. Kalau kitanya sudah srek dari awal tapi orang tua tidak memberi restu, jalan menuju pernikahan juga bakal banyak batu sandungan. Saya termasuk anak yang selalu menerima semua masukan atau pilihan orang tua yang diberikan kepada saya. Pernah suatu ketika saya mangkir, dan hasilnya pun saya salah karena tidak mematuhi ucapan orang tua.

    Mungkin awalnya tidak mudah karena itu sebuah perjodohan dimana kedua belah pihak tidak mengenal satu sama lain. Namun menurut saya disitulah tantangan yang harus kita hadapi. Berusaha mengenal satu sama lain. Lagipula rasa cinta itu bisa dibentuk dan tumbuh seiring berjalannya waktu kan? Witing tresno jalaran soko kulino, jatuh cinta itu datang karena terbiasa. Kalau kita terbiasa dengan kehadirannya, saya cukup yakin benih-benih cinta itu akan muncul dengan sendirinya. Mungkin presepsi orang tentang hal ini pun berbeda, namun saya akan menjalani semuanya dengan sebaik mungkin. Biarkan masa depan yang mengejutkannya.

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku