Jumat, 02 Oktober 2015

Hikikomori-chan

Judul: Hikikomori-chan
Pengarang: Ghyna Amanda
No ISBN: 9789799108166
Jumlah Halaman: 223 halaman
Tahun Terbit: 09 Februari 2015
Rating: 
☆☆☆☆

Jenis: Paperback
Penerbit: Ice Cube
Sinopsis:
Ia adalah raksasa yang menghancurkan dinding pelindungku.


Bedanya, raksasa ini mungkin tidak akan memorak-porandakan isinya lagi.



Aku tidak tahu, aku hanya berfirasat.



Setidaknya ini mungkin yang kuharapkan sejak pertama kali mengurung diri di dalam dinding itu.



Aku ingin dibebaskan.

Sejak ibunya meninggal empat tahun lalu, Raisa memutuskan untuk menjadi seorang Hikikomori—orang yang menarik diri dari kehidupan sosial. Ia mengurung diri di dalam kamar dan menolak berinteraksi dengan siapa pun, termasuk kakak-kakaknya: Kana, Takumi, dan Tetsuya. Ketika kakak-kakaknya memutuskan untuk pindah ke kota lain, Raisa tetap bertahan di dalam kamar. Suatu hari, pria setengah baya yang tidak diundang bernama Vincent Muffon masuk ke rumahnya dan mulai mengurus segala kebutuhan Raisa. Siapa sebenarnya pria asing ini? Kenapa kehadirannya membuat Raisa justru merasa lega dan mulai berharap untuk dibebaskan?
Sebenarnya buku ini sudah lama aku baca dan seperti biasa, aku lupa menuliskan reviewnya kalau tidak cek histori postingan.

Buku ini termasuk ke dalam seri YARN yang merupakan pemenang pertama lomba yang diadakan oleh Ice Cube Publisher. Aku tidak akan menjelaskan apa itu YARN, tetapi lebih kepada pendapatku tentang buku ini. Dan bdw, aku paham kenapa buku ini layak menjadi pemenang dalam lomba YARN.

Berkisah tentang Raisa yang menjadi Hikikomori sejak empat tahun yang lalu, semenjak kematian ibunya. Hidup Raisa monoton saja, hanya berada di kamarnya dan juga ke toilet jika terpaksa. Pergi ke dapur untuk makan ataupun beraktifitas biasanya saat orang-orang di rumahnya telah tertidur lelap, agar Raisa tidak bertatap muka dengan saudara-saudaranya.

Dan saat kakak-kakak Raisa memutuskan untuk pindah, Raisa tetap bertahan di rumahnya sebagai upaya pemberontakan atas keinginan kakak-kakaknya untuk menjual rumah peninggalan ibunya yang uang penjualannya akan dipakai untuk membayar hutang. Namun Raisa tidak mengerti kenapa seorang lelaki paruh baya yang tidak dikenalnya mulai mengurusinya. Bagi Raisa, lelaki bernama Vincent Muffont adalah Titan, mahluk raksasa yang selalu berusaha untuk merusak dinding pertahanan para manusia.

Penggambaran Titan versi Live Action. Source here
Awalnya hubungan mereka tidak berjalan lancar, namun sedikit demi sedikit, mereka mulai terbuka satu sama lainnya. Dan saat Raisa sudah merasa nyaman dengan Titan-nya, suatu haal yang selama ini menunggu untuk diungkapkan, akhirnya terungkap juga dan membuat Raisa berusaha kembali menjadi dirinya yang dahulu.

Apakah Raisa pada akhirnya tetap menjadi Hikikomori? Dan siapa sebenarnya Vincent Muffont ini?

Source here, edited by me.
Oke, aku buat pengakuan. Aku membeli novel ini karena murah dan warna covernya adalah warna favoritku (iya rendah banget niatku ini), hijau. Meskipun aku menyukai hal-hal yang berbau Jepang, aku tidak bisa menghilangkan sinisme terhadap novel ini. Bukannya apa, beberapa novel yang mengangkat tema Jepang itu biasanya terlalu banyak menggunakan footnote yang penjelasannya bisa lebih panjang daripada deskripsi ceritanya sendiri.

Dan untungnya, hal itu tidak muncul di sini. Meskipun aku bertanya-tanya, diantara semua nama kenapa harus Raisa yang digunakan penulis (kan jadinya aku bayangin Raisa si penyanyi), namun aku segera melupakannya karena jalinan ceritanya yang cukup apik. Apalagi novel ini sukses membuatku menangis karena tema keluarga yang diangkat.

Bagi penggemar Jepang seperti aku (yang terlihat dari desain blog ini yang sangat manga orientated), pasti dengan mudah mengenali anime Jepang yang tengah ngehits yang dituliskan di sini. Yap benar, Attack on Titan (Shingeki no Kyojin) dan Vincent Muffont bagi Raisa adalah Titan (Kyoujin).

Sebenarnya aku ingin memberikan rating sempurna, namun mungkin karena aku masih bertanya-tanya kenapa diantara semua nama yang dipilih adalah Raisa, pada akhirnya menurutku empat bintang adalah hal yang pantas didapatkan oleh buku ini. Dan ya, aku sangat ingin protes dengan cover buku ini yang silau sekali. Warnanya dibuat sedikit lebih gelap kan bisa, jadi lebih mengena gitu dengan isi ceritanya.

Direkomendasikan bagi orang-orang yang ingin mengetahui tentang Hikikomori secara umum dan juga bagi orang-orang yang suka membaca novel yang mengangkat tema kekeluargaan.

7 komentar:

  1. Aku sependapat dengan kakak, 'kok namanya Raisa, kenapa nggak namanya nama orang2 jepang?', aku juga agak nggak sreg sama nama si lelaki paruh baya itu.
    Lanjut soal review, aku lebih suka dan biar tambah oke, di beri kutipan-kutipan dari novel ini kak. Selebihnya, aku penasaran dengan mereka berdua si Raisa dan Vincent, apalagi temanya kekeluargaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemarin sempat nanya sama penulisnya dan sebenarnya nama Raisa itu kalo digabungkan dengan nama lengkapnya itu jadi joke. Sayangnya sampe sekarang belum berkesempatan mengecek bukunya lagi *kelelep di lautan laporan*

      Hapus
  2. nah aku juga kepikiran kok namanya Raisa! kenapa gak kejepang2an sekalian? toh setingnya di Jepang. pikirku sih mungkin biar ada sisi Indonesia-nya. atau biar ada sisi uniknya gitu. kalo gak salah Raisa ini blasteran Jepang-Indonesia bukan? atau cuma tinggal di Jepang? aduh lupa aku baca ini di mana ._. eniwei, aku penasaran dengan tema keluarga yang diangkat. aku juga suka dibikin mewek gak jelas kalo temanya keluarga sih :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo baca buku ini. Gak nyesal kok untuk dimiliki ^^

      Hapus
  3. Ini pertama kalinya aku baca reviewnya Hikikomori-chan setelah sekian lama aku pengen novelnya, entah kenapa baru sekarang baca reviewnya. Waktu baca blurbnya, kupikir bakal ada sedikit unsur fantasy yang bikin novel ini nyinggung dikit ke light fantasy. Eh ternyata nggak. Brrti, prediksiku salah.
    Waktu lihat gambar gif titannya, asli aku pen ngakak. Yang ada di pikiranku saat itu malah titan-titan di anime Shingeki no Kyojin ketika mereka lari pontang-panting dengan muka yang bikin ngakak itu. Btw, gif itu live actionnya Shingeki no Kyojin? Aku kok nggak pernah lihat bagian itu yak? -_-"
    Kupikir Kak Shen akan membuatku paham kenapa ovel ini jadi juara pertamanya, eh, Kak Shen masih belum bikin aku paham. Berarti aku kudu baca sendiri ya novelnya >.<
    Ttg nama Raisa, sebenernya bisa sih masuk ke aksara hiragana. Tapi-tapi, di pikiranku adanya Raisa penyanyi kayak Kak Shen, mungkin akan lebih baik kalo namanya nggk bikin visualisasi di otakku jadi seorang artis kali ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari segi cerita, menurutku memang pantas jadi juara pertama (tema keluarga dan hikikomori itu sendiri). Iya gambar gif itu yang live action kok. Beli deh, gak nyesel untuk dibaca dan dimiliki

      Hapus
    2. live action yg pertama? Oalah, jadi itu alesannya. thank you reviewnya, Kak Shen^^

      Hapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku