Kamis, 18 Februari 2016

[Blog Tour] Forever and Always Giveaway



Jika sebelum-sebelumnya aku memposting review serta wawancara tentang Forever and Always, maka kali ini adalah postingan yang pastinya sudah kalian tunggu-tunggu.

Iya benar sekali, kali ini bakalan posting tentang giveaway novel ini dimana aku membagikan 1 buku Forever and Always kepada pembaca blog ini. Ketentuannya bagaimana? Silahkan di simak ya.




  1. Mengikuti blog ini menggunakan GFC ataupun Bloglovin.
  2. Memfollow twitter @JennyThaliaF, @elexmedia dan @OhGirlDay.
  3. Mempromosikan giveaway ini di twitter dengan #ForeverAndAlwaysGiveaway dan mention @JennyThaliaF, @elexmedia dan @OhGirlDay.
  4. Memfollow Instagram @jennythaliaf, @elexmedia, @smeileng dan @thegeek18 (ini hanya opsional).
  5. Meninggalkan komentar di Review Forever and Always (ini hanyalah opsional)
  6. Menjawab pertanyaan berikut di kolom komentar. "Jika suatu saat kamu menyadari jatuh cinta pada sahabatmu sendiri yang jelas-jelas menyukai orang lain, apa kamu etap berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat atau mengatakan yang sebenarnya tetapi dengan resiko persahabatan kalian selama ini rusak?"
  7. Pada kolom komentar menuliskan nama, alamat email (digunakan untuk menghubungi pemenang), ID Twitter, link promos tweet dan jawaban pertanyaan.
  8. Giveaway ini diadakan sampai 25 Februari 2016 dan pengumuman pemenangnya paling lambat 2 hari setelah berakhirnya giveaway.

Silahkan tebar doa keberuntungan agar buku terbaru Jenny jatuh ke pelukan kalian dan jangan lupa untuk mengikuti giveaway di host blog tour lainnya ya ^^


23 komentar:

  1. Nama : Ratnani Latifah
    E-mail :kazuhanael_ratna@yahoo.co.id
    Twitter : @ratnaShinju2chi
    Link Share : https://twitter.com/ratnaShinju2chi/status/700145824689303552

    "Jika suatu saat kamu menyadari jatuh cinta pada sahabatmu sendiri yang jelas-jelas menyukai orang lain, apa kamu tetap berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat atau mengatakan yang sebenarnya tetapi dengan resiko persahabatan kalian selama ini rusak?"

    Jawab : Saya akan memilih tetap menjadi sahabat dan melupakan rasa cinta itu. Toh, tidak ada gunanya kalau mengatakan yang sebenarnya karena dia sudah memiliki perasaan cinta pada orang lain. Dari pada harus bertengkar dan persahabatan hancur dan bisa jadi malah memutus tali silaturrahmi, lebih baik saya tetap menjadi sahabatnya. Menjaga apa yang sudah ada, itu lebih baik. Lagipula rasa cinta juga tidak bisa dipaksakan.

    BalasHapus
  2. nama: Aulia
    email: auliyati.online@gmail.com
    ID Twitter: @nunaalia
    link tweet: https://twitter.com/nunaalia/status/700155250125070338

    "Jika suatu saat kamu menyadari jatuh cinta pada sahabatmu sendiri yang jelas-jelas menyukai orang lain, apa kamu tetap berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat atau mengatakan yang sebenarnya tetapi dengan resiko persahabatan kalian selama ini rusak?"

    Aku akan lebih memilih mengatakan yg sebenarnya.
    Bukankah dalam persahabatan kejujuran itu penting? Dalam persahabatan kita berbagi cerita suka dan duka, termasuk juga perasaan yg kita alami. Lebih baik mengungkapkannya dari pada dipendam dalam hati dan tersiksa sendiri. Kejujuran itu memang kadang menyakitkan, tapi akan lebih baik bila diungkapkan. Aku hanya ingin jujur tentang perasaanku padanya, dan aku tidak berharap dia akan membalasnya. No thing to lose istilahnya. Aku akan tetap menjadi sahabatnya (kalau dia masih mau bersahabat denganku), walaupun persahabatan kami mungkin tidak akan sama lagi dengan sebelumnya, aku akan menerima resiko itu.

    BalasHapus
  3. Nama: Wika Agustina
    Email: wikaagustina22@yahoo.com
    Twitter: @agstnwika
    Link share: https://twitter.com/agstnwika/status/700175594324041728

    Sejujurnya, sulit jika berada di dalam posisi seperti ini. Karena ini menyangkut soal perasaan dan persahabatan. Tetapi jika harus memilih, saya akan memilih untuk diam dan tidak mengungkapkan perasaan saya sedikitpun. Karena saya menyadari bahwa sahabat saya menyukai orang lain. Jelas saya akan mengalami cinta bertepuk sebelah tangan jika saya tetap menyatakan perasaan saya pada sahabat saya. Saya juga tidak ingin merusak persahabatan saya dengan sahabat saya. Untuk itu saya lebih memilih untuk tetap berada di sampingnya meskipun hanya sebagai sahabat. Karena cinta tidak harus memiliki. Kita juga tidak bisa membesarkan ego kita agar seseorang juga harus bisa menjadi milik kita. Percayalah Tuhan telah memiliki cara tersendiri untuk menemukan kita dengan cinta sejati.

    BalasHapus
  4. Nama: Novi Andriyani
    E-mail: noviandryn@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/nvandryn/status/700189330472435712?s=09
    Twitter: nvandryn

    Jawaban:
    Lebih baik jatuh cinta dalam diam, lebih baik dipendam daripada merusak persahabatan. Ya walaupun memang sulit dan harus sakit hati liat org yg dicintai mencintai org lain tapi persahabatan lebih penting sih menurutku. Terus juga kalo kita jujur ngungkapin perasaan sama sahabat sendiri pasti ujung2nya bakalan jadi canggung, lebih baik dipendam aja, dengan dia yg selalu ada disisi kita itu juga cukup walapun ya tadi harus nerima resiko sakit hati karena memilih untuk memendam perasaan dan cinta dalam diam. Tapi lebih sakit kalau dia menghindar setelah tau perasaan yg sebenarnya.

    BalasHapus
  5. Nama: Rizky Novianti
    Email: rizkynovianti26@gmail.com
    Twitter: @ritzkyy99
    Link share: https://twitter.com/ritzkyy99/status/700482469393399809

    Aku ga bakal bilang perasaanku ke sahabatku itu. Bukannya khawatir persahabatan bakal rusak sih. Menurutku persahabatan sejati bakal tetep keukeuh walaupun ada hal-hal kayak salah satunya ada perasaan cinta. Toh itu di luar kemampuan manusia, dari awal pun jelas ga pernah ada niatan buat jatuh cinta ke sahabat sendiri. Perasaan begitu ga bisa dihindari kalau Tuhan udah menggariskan toh? *lalu mulai serius* x'D Alasannya ga bakal bilang ya karena aku udah tau sendiri kalau hatinya si sahabatku itu udah tertuju ke orang lain. Intinya aku ga mau bikin hidupnya riweuh ngurusin cintanya dia sendiri yang belum kesampaian ke cewek lain ditambah masalahku yang cinta ke dia. Aku bukan pengemis cinta *halah* Aku lebih milih cari yang lain *ketawa jahat tapi serius* jadi, masih banyak cowok lain kan di luar sana? Ga bilang ke dia lalu move on cari yang lain menurutku keputusan yang masuk akal daripada terus-terusan mikirin orang yang jelas hatinya ga buat aku x)

    Terima kasih ^^

    BalasHapus
  6. Nama: Didi Syaputra
    Email: syaputradiddy@gmail.com
    Twitter: @DiddySyaputra
    Link Share: https://mobile.twitter.com/DiddySyaputra/status/700628536168583168?p=v

    Pilihan yang teramat sulit, nggak mudah menjatuhkan pilihan pada salah satunya.

    Tetap berada di sisi sahabat yang dicintai dan jelas- jelas mencintai orang lain, serta memilih mendam perasaan sama saja menyerahkan hati untuk disakiti atau mengatakan yang sebenarnya namun beresiko rusaknya persahabatan dan pastinya sama saja menghapus kesempatan untuk bersamanya, meskipun hanya sebagai teman biasa.

    Sejujurnya pilihan dilematis ini pernah terjadi di kehidupanku sekitar tahun 2012, masa-masa Madrasah Aliyah dan sekarang pun sedikit-sedikit masih ada rasa itu (gagal move on ;D). Saat itu (dan sekarang pun) aku lebih milih tetap berada di sisinya dan mendam perasaan meskipun perih banget. Tapi demi persahabatan aku bakal ngelakuin apapun bahkan termasuk jadi mak comblang buat cintanya dia, padahal saat itu aku udah pengen ngungkapin perasaan, tapi karena dia curhat dan bilang suka sama orang lain, mau nggak mau aku tahan dulu isi hati, ya walaupun dengan banyaknya konsekuensi. Karena aku pikir sahabat sejati susah banget nemuinnya. Ya walaupun akhirnya nanti kita bakal milih jalan masing-masing untuk kehidupan kedepan. Setidaknya, aku bakalan lega liat dia bahagia bersama pasangan yang dicintainya.

    Aku ngerasain banget gimana sakitnya kejebak di jejaring freindzone. Aku nggak bisa ngapa-ngapain, pengen keluar dari zona ini nggak tega sekaligus takut kehilangan kebersamaan dengannya. Ya tiap hari ngedengerin curhatan dia tentang pacarnya. Dan parahnya, tuh pacar juga temen akrab. Pokoknya serba salah. Yah akhirnya cuma bisa mendam perasaan tanpa mampu mengungkapkan. Mungkin akan banyak orang bilang aku cemen, nggak gentle atau apalah. Ya terserah. Yang pasti atas nama persahabatan aku lebih milih mengalah demi kebahagiannya dia. Aku juga sering mikir. Kalau misalnya aku nembak dia, terus diterima dan jadian. Aku nggak bisa mastiin hubungan kita bakal baik-baik saja. Aku terlalu takut untuk itu. Kalau misalnya nanti cekcok dan udahan. Aku nggak yakin kita bisa sahabatan lagi kayak diawal. Sulit memang. Sahabat jadi cinta, mungkin saja terjadi. Tapi kalau cinta jadi sahabat, menurut aku nggak bakalan. Walaupun bener bisa. Sedikitnya pasti ada kecanggungan di sana.

    Terima kasih ;D

    BalasHapus
  7. Eris Andriani
    ayaseyis@gmail.com
    @RizAnNie88
    https://twitter.com/RizAnNie88/status/700675099926499328

    Situasi dalam pertanyaan ini lagi aku alami, jadi aku tau banget nyesek dan bapernya tuh gimana. Doi yg aku taksir malah naksir teman ku.(malah curhat)...
    Kalau aku lebih memilih memendam perasaan ini dan bertahan disampingnya hanya sebagai sahabat. Alasannya:

    1.Karena dia naksir orang lain, pandangan dan hatinya hanya tertuju padanya. Apalah dayaku yg hanya seorang sahabat yg hanya dianggap orang yg asik dan mau aja diajak nongkrong bareng, goblok bareng, ngerusuh bareng, apa aja yg penting jgn bareng yg melanggar norma aja hehe..

    2. Jika aku berani mengutarakan perasaanku pasti suasananya saat kumpul atau ketemu tuh beda banget. Jadi kaku, kikuk, canggung, dan pasti dia lebih banyak menghindar.

    Mencari sahabat tuh susah tapi kalau mencari musuh gampang. Apalah daya ku sebagai cewek yg hanya berani memendam rasa dan menunggu >_<……

    Karena kadang fakta tuh nggak seperti kisah cinta Friendzone dalam cerita yg berakhir manis.

    BalasHapus
  8. Nama : Shafa Salsabila Kurniawan
    Alamat email : shfaa.salsabila@yahoo.com
    ID Twitter : @veliashafa
    Link promosi tweet : https://twitter.com/veliashafa/status/700686599583985664

    Jawaban : Definitely, i'll confess it. Aku bukan tipe orang yang bisa memendam perasaan untuk jangka waktu yang lama. Pada awalnya, mungkin aku akan menyembunyikannya karena belum mengetahui secara pasti apakah rasa cinta itu benar-benar ada. Kadang-kadang aku terjebak dalam momentary feeling, atau yang biasa disebut suka. Setelah bisa memastikan perasaan itu, setelah melalui tahapan-tahapan yang kurasa cukup panjang, setelah memikirkan semuanya, dan setelah berhasil menenangkan hatiku yang bergejolak, barulah aku akan mengungkapkannya dengan hati yang lapang yang menerima segala konsekuensi dari tindakanku.

    BalasHapus
  9. Nama : Silan Haye
    E-mail :silanhaye@gmail.com
    Twitter : @ethatrololo
    Link Share : https://twitter.com/EthaTrololo/status/700716792851771392

    Tentu saja saya akan mengaku. Jika “persahabatan” kami merenggang karena sebuah pengakuan, dan pengakuan itu bukanlah tentang sesuatu yang buruk, maka itu tidak layak disebut dengan persahabatan sejati (dan mungkin itu adalah tanda bahwa saya harus membuka dunia untuk mencari sahabat baru). People come and people go, tidak ada yang mengatakan bahwa saya harus memiliki satu orang sahabat seumur hidup, maka saya selalu siap untuk keluar dari zona nyaman dan mencari cerita baru. Saya adalah orang yang sederhana dalam mencintai: selama orang yang saya cintai bahagia, saya pun turut bahagia; meskipun kebahagiaan dan kenyamaan orang itu berarti menjauh dari saya. It doesn’t matter, because when I love someone truly; I don’t mind not owning them.

    Lagipula, jika setelah pengakuan kami ternyata tetap akrab, bahkan hubungan kami menjadi lebih erat, maka itu membuktikan bahwa persahabatan kami memang pantas dipertahankan, bukan? Dan hei, perasaan orang siapa yang tahu. Dalam pertanyaan, dikatakan bahwa sahabat saya benar-benar mencintai seseorang, tapi tidak dikatakan bahwa dia tidak mungkin berubah pikiran. Sesungguhnya manusia itu lebih senang dicintai. Mungkin saja nantinya dia berbalik mencintai saya. Atau, mungkin saja nanti saya akan bosan juga bertepuk sebelah tangan, dan menemukan cinta yang baru.

    Saya akan mengambil resikonya. It’s not worth staying silent because I’m too afraid of what may would be.

    BalasHapus
  10. Nama: Dian Maharani
    Email: dianmaharani833@yahoo.com
    Akun Twitter: @realdianmrani93
    Link Share: https://twitter.com/realdianmrani93/status/701451247300120576

    "Jika suatu saat kamu menyadari jatuh cinta pada sahabatmu sendiri yang jelas-jelas menyukai orang lain, apa kamu tetap berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat atau mengatakan yang sebenarnya tetapi dengan resiko persahabatan kalian selama ini rusak?"

    Aku akan mengatakan yang sebenarnya, agar tidak ada penyesalan dikemudian hari. Daripada aku membuang waktu untuk menahan rasa sakit melihatnya berkorban untuk orang lain, lebih baik waktu itu aku gunakan untuk memahaminya jika setelah pengakuan itu persahabatan kami menjadi rusak. Walaupun dia merasa tak mampu untuk menerimaku dan lagi-lagi aku terjerat dalam friendzone ini, kemudian dia menjauhiku dan membuat persahabatan kami ini rusak, aku 'cukup tahu saja' bahwa dia memang bukan yang terbaik untukku. Namun, jika dia merasa tak mampu untuk menerimaku, tetapi ingin mencoba untuk memahamiku seperti aku memahaminya, aku akan sangat bahagia. Setidaknya usahaku tidak sia-sia :)

    BalasHapus
  11. Nama: Kitty
    alamat email: kitty.wibisono@gmail.com
    nama akun GFC: Kitty
    nama akun twitter: @womomfey
    nama akun IG: @womomfey
    link promosi: https://twitter.com/WoMomFey/status/701882417838104576

    "Jika suatu saat kamu menyadari jatuh cinta pada sahabatmu sendiri yang jelas-jelas menyukai orang lain, apa kamu tetap berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat atau mengatakan yang sebenarnya tetapi dengan resiko persahabatan kalian selama ini rusak?"

    Hmmm... duh! Ini asli deh pertanyaannya bikin baper, Shen ~.~" Di satu sisi, yang namanya menjaga persahabatan itu penting banget karena persahabatan itu tidak bisa tercipta secara instan karena butuh banyak effort dari kedua belah pihak untuk me-maintain hubungan tersebut. Aku gak terlalu setuju jika dibilang kalau persahabatan tuh mudah terjalin! Persahabatan tuh butuh waktu, usaha, dan energi yangh besar loh! Jadi kayanya kok sayang banget ya kalau sampai rusak hanya karena masalah cinta.

    Tapi... di satu sisi, orang yang bersahabat baik itu seharusnya tidak menyembunyikan apapun dari sahabat dekatnya kan? Meski mungkin khawatir akan "menghancurkan" persahabatan yang telah dibangun dan dijaga dengan baik selama ini, aku akan memberanikan diri untuk pada akhirnya mencurahkan perasaanku yang sebenarnya. Tentu saja akan butuh waktu dan pemikiran panjang sebelum akhirnya aku membuka diri kepada sahabatku itu. Justru karena aku benar-benar menghargainya maka aku akan jujur padanya, sekalipun ada risiko hancurnya persahabatan kami. Karena aku gak mau dan gak mungkin munafik terhadap perasaanku sendiri. Aku juga bukan tipe orang yang sanggup bermuka dua: tersenyum saat melihatnya bersama pujaan hatinya, padahal diam-diam aku ingin sekali berteriak kalau aku pun sayang padanya.

    Jika kelak persahabatan kami akhirnya hancur karena kejujuran perasaanku, que sera sera... Whatever will be, will be... Mungkin memang takdir tidak menginginkan persahabatan kami langgeng, namun setidaknya aku sudah jujur pada diri sendiri dan jujur pada sahabatku. Sisanya, aku akan menyerahkan kepada Sang Penguasa Waktu...

    BalasHapus
  12. Nama : Veny
    Email : himurasora@yahoo.co.id
    Twitter : @yutakaNoYuki
    Link share : https://twitter.com/yutakaNoYuki/status/702109710389006337

    Kalau aku akan tetap bersama sahabatku meski harus memendam rasa suka itu. Karena aku mau menghormati persahabatan kita selama ini dan gak mau merusak dengan perasaan sepihak aku. Buat aku lebih baik memendam rasa suka ketimbang kehilangan sahabat. Karean dalam pikiranku sahabat itu levelnya lebih tinggi daripada pacar atau kekasih, apalagi kalau sahabatannya udah lama. Lagian aku juga nggak mau membuat sahabatku bingung sama perasaanya, di satu sisi dia punya cinta untuk cewek laian, dan di sisi lain sahabat ceweknya menyatakan perasaannya. Itu situasi yang susah plus membingungkan ....

    BalasHapus
  13. Nama : Devira Andrawina
    Email : devirandrawina@gmail.com
    Twitter : @devirandra
    link share : https://twitter.com/Devirandra/status/702156380942143488

    pertanyaan : "Jika suatu saat kamu menyadari jatuh cinta pada sahabatmu sendiri yang jelas-jelas menyukai orang lain, apa kamu etap berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat atau mengatakan yang sebenarnya tetapi dengan resiko persahabatan kalian selama ini rusak?"

    Jawaban : aku gak pernah ngalamin hal semacem itu, tetapi, kalo aku mengalami hal itu, aku akan tetap mempertahankan persahabatan ku, karna, rasa sayang itu gak harus diungkapkan secara langsung, tetapi bisa diungkapkan dengan cara kita selalu bisa ada disisinya dan menjadi pendengar keluh kesahnya yang setia. dan kadang ada beberapa orang yang menganggap sahabat itu lebih daripada seorang kekasih.


    terimakasih, wish me luck^^

    BalasHapus
  14. Nama: Muthia B
    Email: muthia_batari@yahoo.com
    Twitter: @tiarizee
    Link share: https://twitter.com/tiarizee/status/702316346533613569

    Aku tetap akan mengatakan perasaanku yang sebenarnya itu pada sahabatku. Karena jujur saja, perasaan yang dipendam terlalu lama itu menyakitkan. Semakin lama hanya akan menimbulkan penyakit yang obatnya hanya satu, yaitu mengungkapkan kebenarannya. Setiap langkah yang diambil pasti ada konsekuensinya. Persahabatan langsung rusak? Aku pikir tidak. Hak kita untuk mengakui bahwa kita mencintai seseorang yang bahkan sahabat kita sendiri adalah sesuatu yang malah harus diapresiasi. Mengungkapkan rasa cinta pada sahabat sendiri apalagi sudah mencintai orang lain bukanlah hal yang mudah. Karenanya, perlu kalimat yang pas saat penyampaian hal sakral tersebut. Kalau aku, akan memberikan penjelasan padanya; tak apa jika ia menolakku karena memang dia sudah memiliki yang lain, tak apa kalau ia sejak saat itu mungkin akan sedikit memberi jarak pada hubungan kami, tapi, atas semua hal yang telah kami lalui, bukankah pantas kalau persahabatan kami patut diperjuangkan? Masalah cinta yang aku punya terhadapnya, aku akan berusaha untuk menjaganya, tanpa menuntut hal apapun darinya. Toh, perasaan yang tak terbalas pun pada akhirnya akan menyerah dengan sendirinya. Dan jika saat itu tiba, mungkin aku akan mencari laki-laki lain yang memang ditakdirkan untuk bersamaku, tanpa harus melepaskan sahabatku sendiri.

    BalasHapus
  15. Nama: Hikmawati Cahyaning Tyas
    Email: tyashc@gmail.com
    Twitter: @tyashc
    Link share: https://twitter.com/tyashc/status/702623601036406784

    Jatuh cinta pada sahabat sendiri? Aku pernaaah mengalaminya. Jika mengalaminya lagi, aku akan memilih tetap berada di sisinya sebagai sahabat. Walau menyakitkan untukku, tak masalah karena aku masih memilikinya sebagai sahabat. Karena sering kali persahabatan lebih indah dan abadi dibandingkan sahabat jadi cinta yang suatu saat akan berpisah.

    Wish me luck :)

    BalasHapus
  16. Nama : Agatha Vonilia Marcellina
    Email : agathavonilia@gmail.com
    Akun twitter : @Agatha_AVM
    Link share : https://twitter.com/Agatha_AVM/status/702674193238740994

    Aku akan mengatakan yang sebenarnya meskipun tahu resikonya persahabatan kami akan retak. Seorang sahabat seharusnya jujur pada sahabat sendiri. Aku nggak mau kita tetap sahabatan tapi hatiku sakit dan malah berbuat yang aneh-aneh pada dirinya. Tidak ada yang salah dalam mencintai seseorang. Hati tidak pernah salah. Kalau aku diam dan menyimpannya, dia malah semakin merasa bersalah. Aku lebih memilih mengungkapkannya terlebih dahulu, berharap aku dan dia hanya merasakan sakit serta perasaan bersalah di awal. Perlahan kami akan memperbaiki keretakan hubungan persahabatan kami dan menata hati serta perasaan diri masing-masing. Lebih baik dia mendengarkan pengakuan dari diriku. Aku nggak ingin orang lain yang mengatakannya terlebih dahulu. First must be better.

    BalasHapus
  17. Rini Cipta Rahayu
    rinspiration95@gmail.com
    @rinicipta
    https://twitter.com/RiniCipta/status/702343582611419136

    Sebelum aku memutuskan untk mengambil tindakan atas perasaan pada sahabatku itu, aku perlu meyakinkan diriku. Aku ingin membuktikan apakah perasaanku itu murni ingin memiliki dan lebih dari sahabat atau perasaan ingin selalu dekat dengannya karena merasa nyaman? Aku nggak mau bertindak gegabah karena kalau aku salah langkah, aku akan kehilangan segalanya. Aku nggak mau menyesal nantinya.
    Tapi jika aku benar-benar menyayanginya lebih dari sekedar sahabat tapi dia mencintai orang lain, ya aku nggak akan memaksakan perasaanku. Aku akan mengalah dan mendukungnya. Meskipun tanpa berkata-kata tapi dia sudah memberikan sinyal penolakan status lain untuk diriku. Pengingat yang penting bagi diriku bahwa mungkin orangnya sudah tepat tapi waktunya tidak tepat atau orangnya memang tidak tepat :')

    BalasHapus
  18. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    Email : n0v4ip[at]gmail[dot]com
    Twitter : @n0v4ip
    Link tweet : https://twitter.com/n0v4ip/status/702757997714366464

    Jika dihadapkan pada situasi seperti itu, saya lebih memilih mengatakan yang sebenarnya dan mengambil resiko persahabatan kami bakalan rusak dan bahkan kemungkinan terburuknya saya akan kehilangan dia selamanya daripada saya harus memendam rasa ini terlalu lama. Mungkin ini akan menyakiti kami berdua tapi menurut saya ini adalah jalan terbaik. Jika ternyata setelah pernyataan ini dia lebih memilih menjauhi saya, saya akan terima dengan lapang dada. Mungkin dengan dia menjauh, saya bisa melupakan perasaan saya padanya dan mengobati luka hati saya seiring berjalannya waktu. Soalnya saya termasuk tipe orang yang baru bisa melupakan cintanya jika orang tersebut sudah benar-benar tidak terlihat batang hidungnya. Dan itu sebabnya jika setelah saya mengatakan yang sebenarnya dan dia malah menjauh, mungkin itu jalan terbaik. Dengan begitu saya bisa melupakan rasa cinta saya padanya... :')

    Terima kasih kak ^^

    BalasHapus
  19. Nama: Putri Prama Ananta
    Alamat email: anantaprama@yahoo.co.id
    ID Twitter: @putripramaa
    link promo: https://twitter.com/PutriPramaa/status/702829423410618368
    "Jika suatu saat kamu menyadari jatuh cinta pada sahabatmu sendiri yang jelas-jelas menyukai orang lain, apa kamu etap berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat atau mengatakan yang sebenarnya tetapi dengan resiko persahabatan kalian selama ini rusak?"
    tentu aku akan tetap di sisinya, tetapi nantinya aku pasti akan berkata pada sahabatku itu bahwa aku menyukainya. Nanti yang kumaksud ini tunggu timing yang tepat, apalagi jika kalian takut ditolak, timing itu penting.
    Dibohongi itu nggak enak banget rasanya, jdi jangan berbohong kalau nggak mau dibohongin. Mending jujur aja. Sahabat yang baik itu selalu jujur loh, so, yuk jujur kalau kalian suka ke sahabat sendiri. Daripada disimpen sendiri lalu kemudian sakit hatinya sendiri, mending diungkapin aja, lebih plong gitu.
    Oh ya, sahabat yang baik itu nggak akan dengan mudahnya menjauhi kamu hanya karena kamu ngomong kalau kamu suka. Sahabat yang baik justru selalu ada di sampingmu terus menerus, jadi kenapa tidak untuk ngungkapin perasaan?

    BalasHapus
  20. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  21. nama : Whella Nurlela
    alamat email : whelladwinurlela@gmail.com
    ID Twitter : @whella_ND
    link promos tweet : https://twitter.com/whella_ND/status/702848961028059136

    Jawaban :
    Sungguh, ini pernah saya alami.
    aku mencintainya dalam diam. suatu kala temanku curiga atas wajahku yang berseri ketika ada di dekatnya. temanku tahu tentang cinta ini. sednagkan. si dia--yangkucintai-- tengah mencintai gadis lain, dan telah mengutarakannya. pedih, itu yang kurasakan. tapi aku tidak berharap lebih. sebenarnya aku memilih berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat. namun Tuhan berkehandak lain, temanku mengutarakan isi hatiku kepadanya, tanpa sepengetahuanku. aku tersentak. dan akhirnya dia sadar, aku memendam cinta dalam diam. akibatnya aku lebih dekat dengan, sungguh dekat. aku lupa kami hanya sebatas sahabat. seiring waktu berjalan, dia mengatakan cinta padaku. antara nyata dan palsu?, aku tidak tahu. tapi aku percaya, dia tidak akan semudah membalik tangan untuk tidak mencinta si Gadis. lambat laun, aku tersadar lagi, aku hanya sahabat. dan dengan peristiwa itu persahabatan kami pecah. aku sangat tidak ingin membuatnya kembali utuh, sebab aku tahu mengembalikan pecahan gelas yang sangat kecil itu sangat tidak mungkin.
    semoga kalian.... tidak merasakan pedihnya cinta sahabat :))

    BalasHapus
  22. nama: Rhena Indria
    alamat email: indriarhena@gmail.com
    ID Twitter: indriahr
    link promosi tweet: https://twitter.com/indriaHR/status/702865860319272960

    Jika suatu saat kamu menyadari jatuh cinta pada sahabatmu sendiri yang jelas-jelas menyukai orang lain, apa kamu etap berada di sisinya tetapi hanya dianggap sebagai seorang sahabat atau mengatakan yang sebenarnya tetapi dengan resiko persahabatan kalian selama ini rusak?"

    Jujur saja, ini pertanyaan yang pernah saya tanya pada diri saya sendiri jauh-jauh hari. Setelah merenung(?) dan membuat plus minus nya diantara kedua pilihan tadi. Ternyata, minusnya banyaaak sekali! Jadi, saya memilih untuk tetap berada di sampingnya sebagai sahabat daripada merusak persahabatan yang ada. Kenapa? Biarlah rasa cinta itu ada untuk dia karena aku tau, seiring waktu, rasa itu akan memudar. Apalagi ketika melihat dia bersama orang lain. Rasanya benar-benar sakit. Namun, sesungguhnya, sakit itulah kuncinya. Ketika rasa sakit itu muncul, saya yakin, rasa sakit dapat mengubah perasaan cinta kita sesayang apapun kita kepadanya. Justru pilihan kedua lebih menyakitkan. Sudah jelas-jelas dia suka sama orang lain, tapi malah dipaksain bilang, mungkin dia juga bakalan ilfeel. I'm sure. Dan kayaknya itu lebih menyakitkan dan memalukan. Confess perasaan ke dia, padahal dia udah suka sama orang. Udah gitu, kita malah jadi ngejauh lagi. Itu lebih sakit, kan? So, jawaban yang gak pernah berubah buatku, tetep milih untuk diam dan memendam sakitnya sendiri. :)

    BalasHapus
  23. Nama: Leny
    Alamat email: lynnlenie7@gmail.com
    ID twitter: @Lenny1785
    Link tweet: http://twitter.com/Lenny1785/status/702877024277278720
    Jawaban: Aku akan tetap berada disisinya walau hanya dianggap sebagai sahabat. Daripada mengatakan yang sebenarnya itu akan membuat persahabatanku dengannya selama ini menjadi rusak. Aku lebih baik menahan perasaanku demi menjaga persabatan kami karena aku nggak mau kehilangan dan jauh dari sahabatku. Aku nggak mau persahabatan ku dengannya menjadi rusak hanya karena cinta. Tak apa aku tidak bisa memilikinya sebagai kekasih tapi aku masih bisa memilikinya sebagai sahabat dan tetap bisa berada disisinya walau hanya sebagai sahabat.

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku