Selasa, 02 Februari 2016

[Blog Tour Tiger on My Bed] Giveaway!!


Jika tadi aku sudah mempublikasikan Wawacara dengan Christian Simamora serta Review Tiger on My Bed, maka sekarang adalah waktu giveaway!! #yeey

Siapa yang mau 1 ekslempar novel kedje ini? Simak ketentuannya di bawah ini ya.




1. Follow blog ini melalui GFC ataupun Bloglovin.

2. Follow twitter @09061983, @TWIGORA dan @OhGirlDay

3. Mempromosikan giveaway ini di Twitter dengan mention 3 akun di atas beserta hastag #TIGEROMYBED #VIMANASINGLES

4. Meninggalkan komentar di Wawacara dengan Christian Simamora serta Review Tiger on My Bed. Isi komentarnya harus sesuai dengan isi postingan tersebut.

5. Menjawab pertanyaan ini di kolom komentar
Jika kamu berada dalam kondisi patah hati akibat ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai, apakah kamu menyembuhkan hatimu dengan mencari penggantinya (meskipun tidak mencintai orang tersebut) atau memilih untuk menunggu orang yang meninggalkanmu dengan harapan dia akan kembali padamu? Dan alasan kamu memilih opsi di atas?

6.. Meninggalkan komentar di postingan ini degan ketentuan:
Nama Lengkap:
Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin:
Akun Twitter:
Link Tweet:
Jawaban:

7. Giveaway ini dimulai tanggal 2 Februari 2016 jam 20.30 WIB sampai 9 Februari jam 20.30 WIB. Lewat daripada jam tersebut, maka tidak dianggap valid. Pengumuman pemenang tanggal 10 Februari di Twitter & blog ini.

8. Jika tidak mengikuti ketentuan di atas, maka otomatis tidak dianggap lolos untuk pengundian pemenang yang dilakukan olehku.

[Bonus, boleh dilakukan boleh tidak. Tapi menambah kemungkinan untuk menang]
follow akun IG @smeileng & follow personal blog Shen Meileng.


Dan sekedar mengingatkan, masih ada blog tour di beberapa blog lainnya, silakan cek di bawah ini ya. Yang aku cantumkan di bawah ini bukan seluruh blog, namun yang sedang mengadakan atau akan mengadakan blog tour dalam waktu dekat.

31 Januari
Nama: Asri Rahayu MS

1 Februari
Nama  : Luckty Giyan Sukarno

2 Februari (you here)
Nama: Shen Meileng

3 Februari
Nama: Anastasia Cynthia Tanawi

4 Februari
Nama: Mellisa Assa

5 Februari
Nama: Athaya Irf

Silahkan tebar doa keberuntungan semoga novel kedje ini berlari ke pelukanmu. Semangat semuanya dan mari lihat tanggal 10 siapa yang beruntung mendapatkan novel ini ^^

14 komentar:

  1. Nama Lengkap: Didi Syaputra
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC: Diddy Syaputra
    Akun Twitter: @DiddySyaputra
    Link Tweet: https://mobile.twitter.com/DiddySyaputra/status/694550642682150912?p=v

    Jawaban:
    Sangat pasti Saya akan memilih menyembuhkan hati dengan mencari penggantinya. Meski sekedar pelampiasan tanpa didasarkan perasaan (cinta). Namun setidaknya dengan begitu Saya akan memiliki lebih banyak peluang kebersamaan yang tak beralasan untuk kembali mengingat-ingat jejak kehadirannya (mantan). Menyembuhkan patah hati memang bukan perkara mudah, namun jika menemukan pengganti terhadap pematahnya maka itulah tahap awal penyembuhannya.

    BalasHapus
  2. Nama Lengkap: Ten Alten
    Nama Akun GFC/Bloglovin: Ten Akatsuki
    Akun Twitter: @ten_alten
    Link Tweet: https://twitter.com/ten_alten/status/694579552085868546
    Jawaban:

    "Jika kamu berada dalam kondisi patah hati akibat ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai, apakah kamu menyembuhkan hatimu dengan mencari penggantinya (meskipun tidak mencintai orang tersebut) atau memilih untuk menunggu orang yang meninggalkanmu dengan harapan dia akan kembali padamu? Dan alasan kamu memilih opsi di atas?"

    >>
    tentu aja aku akan mencari seseorang lagi. menyembuhkan hati dengan menumbuhkan cinta baru pada orang baru. aku tidak akan menunggu dia (mantan) untuk kembali, karena aku pun punya kehidupanku sendiri. apalagi dia pernah meninggalkanku, jika aku kembali bersamanya, tak ada jaminan kalau dia tidak akan mengulanginya (meninggalkanku) lagi.
    kita memang tidak bisa memaksa hati, tapi kita bisa mengusahakannya. dari dipaksa (move on), terpaksa (meperbaiki diri dan berkenalan dengan lebih banyak orang), jadi terbiasa (bersama orang-orang baru). dari 3 hal tersebut, karena terbiasa maka kenyamanan akan muncul, dan tumbuhlah cinta baru pada orang baru. semua bisa jika terbiasa.. :D

    BalasHapus
  3. Nama: Yuliani
    Akun GFC: yulianipatty
    Twitter: @yulianipatty
    Link share: https://twitter.com/yulianipatty/status/694700947923140608

    JAWABAN: Aku akan lebih memilih mencari pengganti. Karena bagiku itu adalah satu-satunya cara untuk bisa menyembuhkan rasa patah hatiku. Aku tidak mungkin terus menerus menunggu orang yang sudah meninggalkanku. Bersama orang yang sudah meninggalkanku sudah tidak ada lagi harapan. Hanya akan menambah sakit ketika melihatnya lagi. Dia sudah menentukkan pilihannya, yaitu meninggalkanku. Berarti dia sudah menentukan jalan hidupnya tidak untuk bersamaku lagi. Jadi apa yang aku harus tunggu dari orang yang sudah meninggalkanku? Tidak ada. Tidak ada lagi harapan bersama orang yang seperti itu. Aku akan mencari penggantinya, meskipun aku awalnya aku tidak mencintainya. Cinta hadir karena ada kebersamaan. Sering bertemu, lambat laun cinta itu akan bersemi dengan sendirinya. Dan aku akan menyambutnya dengan senyuman. Cinta harus dicari dan aku akan menjemputnya. Menjemput kebahagianku sendiri. Tidak lagi mengingat masalalu yang hanya menyesakkan ulu hati.

    Wish me luck :^)

    BalasHapus
  4. Nama Lengkap: Fabiola Izdihar
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin: Fabiola Izdihar
    Akun Twitter: @fazidaa_
    Link Tweet: https://mobile.twitter.com/fazidaa_/status/694814205313036288
    Jawaban:

    Jujur sejujur-jujurnya, aku pernah mengalami patah hati seperti itu, dan aku malah tetap memilih untuk menunggu orang yang meninggalkanku itu, dengan harapan dia akan kembali dan berubah menjadi lebih baik. Dan nyatanya, dia memang kembali, berulang-ulang, namun nggak menjadi lebih baik daripada sebelumnya. Atas dasar kapok dijadikan terminal bus (dijadikan tempat pemberhentian untuk selanjutnya ditinggalkan lagi), kalau aku patah hati lagi (amit-amit), aku akan menyembuhkan hatiku dengan mencari penggantinya (meskipun tidak mencintai orang tersebut). Mungkin aku nggak literally mencari, karena aku bukan cewek lebay yang nggak bisa hidup tanpa cinta. Slow but sure. Memang saat-saat patah hati itu berat banget, nangis tiap malem, teringat kenangan-kenangan bareng mantan, denger lagu galau aja bisa nangis nggak berenti-berenti, tapi ujung-ujungnya, kalau nggak waktu yang menyembuhkan, maka orang baru-lah yang akan berperan. Meski patah hati, aku memilih untuk menikmatinya saja, sambil mencoba untuk membuka hati pada mereka yang mendekat. Dan nggak semudah itu aku move on, tetapi karena nggak kepengin galau berlebih lagi, aku mencoba untuk dekat dengan seorang cowok meski aku nggak menyukainya. Bahasa kasarnya; pelampiasan, walau aku nggak pernah tega menyebut begitu. Awalnya mah temenan aja, tapi aku percaya, kebersamaan itu mungkin akan membawa kami kepada perasaan yang lebih mendalam yaitu cinta. Ya, kalau jadinya nggak sama-sama suka, setidaknya udah mencoba. Dan benar saja, waktu itu, aku jatuh cinta sama pacarku sendiri yang dulunya nggak aku suka sama sekali. Semua terjadi begitu aja, mengalir apa adanya. Jadi sepengalamanku, aku akan memilih opsi pertama, lebih menguntungkan buat hati.

    BalasHapus
  5. Nama Lengkap: Amilah Rahmatunnisa
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin: Mila Rhmatunnisa
    Akun Twitter: @RnMilaa
    Link Tweet: https://twitter.com/RnMilaa/status/695197486705586176

    Jawaban :

    Aku bukanlah tipe orang yang suka berharap terlalu lama. Dan juga bukan orang yang suka menunggu kepastian yang tidak jelas. Aku paling tidak suka yang namanya "menunggu". Aku pribadi pernah patah hati. Aku yakin semua orang yang pernah jatuh cinta pasti pernah mengalami patah hati. Tetapi aku orang yang terbilang tidak begitu memperdulikan patah hati. Aku orang yang cepat melupakan rasa sakit. Karena apa? Karena aku percaya jika aku diberi musibah dan juga cobaan. Pasti ada yang lebih baik yang sedang menungguku di suatu tempat. Untuk itu aku memilih mencari penggantinya ( Meskipun tidak mencintai orang tersebut) Aku yakin patah hati bisa di sembuhkan dengan usaha yang keras dan dengan tekad yang kuat. Jadi untuk apa terus menerus sakit hati. Aku ingin membuka cinta baru dan kenangan baru yang lebih indah. Meskipun aku tidak mencintainya. Tapi aku akan berusaha untuk mencintainya. Karena cinta datang karena terbiasa. Jika aku terus bersamanya, berbagi tawa dan sedih bersama. Aku yakin lama-lama "cinta" itu akan tumbuh dengan sendirinya. Semakin besar bahkan lebih besar dari cinta kepada orang yang membuatku patah hati dulu. Hidup bukanlah untuk melihat kebelakang dan terbawa bayang-bayang masa lalu. Hidup adalah untuk terus melihat kedepan dan melangkah maju menuju masa depan :) itulah motto hidupku.

    Wish Me Luck ^-^


    BalasHapus
  6. Nama: Wika Agustina
    Nama akun follow: Wika Agustina
    Akun twitter: @agstnwika
    link share: https://twitter.com/agstnwika/status/695460969892294656

    Sudah pasti saya akan mencari pengganti. Karena hanya perbuatan bodoh dan membuang buang waktu saja jika harus jatuh dilubang yang sama dengan menunggu orang yang pernah menyakiti kita.
    Mencari pengganti baru tidaklah harus dengan terburu-buru. Kita bisa melakukannya dengan menambah banyak pergaulan dengan lawan jenis. Kita juga tidak perlu terburu-buru untuk jatuh cinta kembali. Karena yang perlu kita lakukan adalah bagaimana kita bisa dengan sempurna melenyapkan luka lama yang ada dihati kita, kemudian bersiap kembali memulai cinta yang baru dengan hati yang bersih tanpa sisa rasa sakit. Sehingga kita bisa menjalankan hubungan kita yang baru dengan tulus dan dengan didasarkan oleh rasa cinta, bukan pelarian.

    BalasHapus
  7. Nama Lengkap: Gita Indah
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin: Gita Indah
    Akun Twitter: @Mytaa_ta
    Link Tweet: https://twitter.com/Mytaa_ta/status/695548129546866688

    Pertanyan : Jika kamu berada dalam kondisi patah hati akibat ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai, apakah kamu menyembuhkan hatimu dengan mencari penggantinya (meskipun tidak mencintai orang tersebut) atau memilih untuk menunggu orang yang meninggalkanmu dengan harapan dia akan kembali padamu? Dan alasan kamu memilih opsi di atas?

    Jawaban : Jika benar aku patah hati oleh orang yg aku cintai, mungkin yang aku lakakuakan adalah menunggu karena tidak mungkin bagiku mencari pengganti yg tidak aku cintai karena itu akan menyakiti hatinya juga. Menuggu dia kembali lebih baik bagiku karena dengan begitu membuatku mengintrofeksi diri, untuk suatu hubungan yg lebih baik kedepannya. karena tidak mudah pastinya mendapatkan penganti yang sepertinya (orang yg dicintai).

    BalasHapus
  8. Nama Lengkap:Veny Prasetyowati
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin:GFC Veny Prasetyowati
    Akun Twitter:@yutakaNoYuki
    Link Tweet:https://twitter.com/yutakaNoYuki/status/695803499003523073
    Jawaban:

    Kalau aku patah hati sama orang yang kucintai, maka aku akan berusaha menggerakkan hatiku untuk mencari penggantinya. Walaupun pasti pada prakteknya akan susah. Tapi secara logika aku gak mau lebih sakit hati dan seperti orang hopeless dengan menunggu aja. Bahkan jika orang tersebut minta maaf dan meminta balikan, aku juga akan mikir ulang untuk menerima kembali. Buatku, sesuatu yang sudah rusak itu harus diganti, karena menyimpannya juga cuma akan membuat sesak tempat dan malah menjadi ingatan yang buruk. Lagi pula menyembuhkan hati yang patah itu ya caranya dengan menemukan cinta yang baru, orang yang baru dan suasana yang baru ...

    BalasHapus
  9. Nama: Emma
    Nama Akun GFC: Amre Lisha
    Akun Twitter: @EmmaNoer22
    Link Tweet: https://mobile.twitter.com/EmmaNoer22/status/695955789597577216?p=v

    Pertanyaan:
    "Jika kamu berada
    dalam kondisi patah
    hati akibat
    ditinggalkan oleh
    orang yang kamu
    cintai, apakah kamu
    menyembuhkan
    hatimu dengan
    mencari penggantinya
    (meskipun tidak
    mencintai orang
    tersebut) atau
    memilih untuk
    menunggu orang
    yang
    meninggalkanmu
    dengan harapan dia
    akan kembali
    padamu? Dan alasan
    kamu memilih opsi di
    atas?"


    Jawaban: Kalau posisinya aku masih mencintai orang tersebut, aku akan menunggu. Menunggu perasaanku berdamai dengan keadaan. Entah mungkin ada sedikit ataupun banyak harapan aku akan menunggu. Bagiku mencari penggantinya akan mudah ketika perasaanku telah berdamai dg keadaan dan ikhlas kehilangannya. Aku enggak mau melukai perasaan/hatiku lagi dengan memilih atau mencari orang lain yang bahkan enggak aku cintai. Karena hubungan tanpa perasaan yang kuat untuk menerima orang lain tersebut bukan hanya menyakiti diri sendiri tapi juga orang lain tersebut. Itu akan jadi kesalahan lebih besar dari pada menunggu seseorang kembali tanpa kepastian. Karena aku pikir dan rasa dengan berjalannya waktu dalam penantian itu maka logikaku akan terbuka lebih lebar dan lebih akan telihat masuk akal, aku akan lebih bisa melihat posisi maupun impian dan mimpiku selanjutnya. Daripada terburu-buru mencari pengganti hanya untuk pelampiasan.

    BalasHapus
  10. Nama Lengkap:Yeyen Nursyipa
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin: Yeyen Nursyipa
    Akun Twitter: @YeyenNursyipa
    Link Tweet: https://twitter.com/YeyenNursyipa/status/696038679207251968
    Jawaban:

    Aku lebih memilih untuk berbenah diri. Mengoreksi dan memperbaiki kesalahan yang aku buat pada hubungan sebelumnya. Aku tak mengijinkan diriku membuat luka pada orang lain dengan menjalin sebuah hubungan baru. Tapi aku ijinkan orang yang tak menghargai perasaan dan tak layak untukku pergi dan mengijinkan waktu untuk mengobati lukaku.


    Alasanku cukup sederhana. Karena aku tidak ingin orang-orang yang mencintaiku patah hati lalu terluka. bagiku, hubungan yang berkaitan dengan perasaan memang bisa dipermainkan layaknya sebuah boneka. Tapi aku ingatkan kalian “cowo maco itu ga seharusnya mainin boneka!”.

    BalasHapus
  11. Nama Lengkap: Prasasti Purboningrum
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin: Sasti
    Akun Twitter: @Legitur15
    Link Tweet: https://twitter.com/legitur15/status/696229330796449794
    Jawaban: Dasarnya aku memang nggak mau sakit hati dan nggak ada keinginan untuk nyakitin ati orang lain biar aku bisa sembuh. Nggak.. aku nggak akan cari orang lain dan aku juga nggak akan menunggu orang yang udah nyakitin perasaanku.
    Untuk sementara aku memilih sendiri. Menyibukkan diri dengan rutinitas sebagai orang yang single. Kalau hati udah bisa kuat dan tegar mungkin, aku bakalan mulai berbenah dan memulai untuk membuka perasaan. Tapi, nggak semua orang bisa masuk seenaknya. Tetep ada seleksi dariku mengenai bibit, bobot dan bebet nya :p

    BalasHapus
  12. Nama : Nova Indah Putri Lubis
    GFC : Nova Indah Putri Lubis
    Twitter : @n0v4ip
    Link Tweet : https://twitter.com/n0v4ip/status/696436561781477376

    Kalau saya gak milih kedua opsi diatas gpp kan kak??? hehe. Soalnya saya pernah merasakan sendiri gimana tersiksanya lahir dan batin ini saat menjadikan orang lain sebagai pelampiasan rasa sakit hati. Meski belum sampai ketahap jadian, ibaratnya masih tahap pedekate, tapi disitu aja saya udah merasa bersalah banget dengan dia karena merasa selain membohongi dia, saya juga membohongi diri saya sendiri. Itu sebabnya saya gak mau langsung cari pengganti begitu saya patah hati. Biarkan hati saya sembuh dulu baru cari pengganti... :')

    Dan saya juga gak akan milih untuk menunggu dia yang udah nyakitin hati saya... Maaf., secinta-cinta saya sama dia, kalo udah dikhiati dan ditinggalkan, itu artinya kami emang gak jodoh dan dia bukan cowok yang baik untuk saya. Dan orang seperti itu gak pantas ditunggu. Soalnya buang-buang waktu dan energi... :D *menulis dengan semangat yang membara*

    Semoga saya beruntung kali ini... :)
    Terima kasih kak ^^

    BalasHapus
  13. Nama Lengkap: Agatha Vonilia Marcellina
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin: Agatha Vonilia
    Akun Twitter: @Agatha_AVM
    Link Tweet: https://twitter.com/Agatha_AVM/status/696583923489308672


    Jawaban: Aku pernah mengalami patah hati selama hampir 2 tahun. Aku susah move on dari dia. Untuk mencari penggantinya aja terlalu takut akan disakiti kembali. Untuk pertanyaan Kak Shen, aku jawab aku akan menunggunya karena memang kalau udah mencintai seseorang aku bakalan susah banget move on dari orang itu walaupun dia pernah nyakitin aku. Masa-masa indah dan kenangan bersamanya selalu saja menghiasi memori dan menghangatkan hatiku.

    Aku lebih memilih memberikan kesempatan kedua pada dia dan melihat diriku lebih dalam lagi atau aku akan instropeksi diri di mana letak kesalahanku sehingga dia melakukan hal yang menyakitkan bagiku.
    Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dan memperbaiki kesalahannya. Jadi, aku akan menunggunya karena dia satu-satunya yang membuatku nyaman saat bersamanya.

    Orang lain pun memiliki hati yang sama, aku tidak ingin menyakiti hati orang lain dengan menjadikannya sebagai tempat pelampiasan saja.

    BalasHapus
  14. Nama Lengkap: Ade hairini
    Nama Akun digunakan untuk follow GFC/Bloglovin: Ade hairini
    Akun Twitter: @adehairini
    Link Tweet: https://mobile.twitter.com/adehairini/status/696970680550592512?p=v

    pertanyaan:
    Jika kamu berada dalam kondisi patah hati akibat ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai, apakah kamu menyembuhkan hatimu dengan mencari penggantinya (meskipun tidak mencintai orang tersebut) atau memilih untuk menunggu orang yang meninggalkanmu dengan harapan dia akan kembali padamu?

    Jawaban:
    Setiap orang mempunyai pemikiran yang berbeda-beda, setiap tindakan yang dilakukan pasti memiliki alasan yang kuat. Seperti saya, ditinggalkan oleh orang yang kamu cintai adalah bukan hal yang membahagiakan tetapi hal yang menyakitkan. Walu hal itu sakit terkadang kita mencoba tegar.

    Bila kita memilih menunggu dia tanpa usaha, buat apa? Akan menjadi hal yang sia-sia. Daripada semakin merasakan sakit, lebih baik kita juga ikut pergi. Pergi bukan berarti melupakan, hanya ingin lepas dari bayang-bayangnya. Mencoba menjalani hidup yang lebih baik, mencari dan kemudian menemukan jodoh yang mau memcintai dan mempertahankan kita.

    Menurut saya mencari penggantinya lebih baik, walau jangan terburu-buru ingin menjadikan dia hanya pelampiasan. Bila kita memang nyaman, ada komitmen dan kesetiaan pasti berjodoh dengannya lebih baik. Kebersamaan yang terjalin pasti akan menumbuhkan rasa saling membutuhkan. Dengan berkaca pada pengalaman yang sudah ada, semoga hidup kita lebih bahagia.

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku