Rabu, 02 Maret 2016

[Interview] Haru Syndrome Waiting Room (HaSyWaRo) - Desainer Haru


Kangen nulis di blog ini karena akhir-akhir ini sibuk banget kuliah, apalagi ada yang sampai kuliah weekend. Kali ini, aku bukan menuliskan review tapi bakalan memposting wawancara dengan salah satu orang penting di penerbit Haru.

Seperti yang bisa kalian lihat di gambar atas, Haru Syndrome's Waiting Room (kusingkat Hasywaro)
adalah sebuah tempat dimana beberapa orang terpilih bisa mewawancarai orang-orang yang berada di balik buku-buku kedje terbitan grup Haru (Penerbit Spring dan Penerbit Inari satu grup loh sama Haru).


Kebetulan aku kebagian kak Desainer, Aa Bunga yang katanya sih suka bully Admin. Tapi sebenarnya sih aku juga kepengen bully Admin nih, gimana dong? #yha #OOT

Alasan aku milih Aa Bunga untuk diwawncarai adalah ... karena cover novel terbitan grup Haru itu kedje-kedje dan jadi kepengen beli. Padahal pas masih bokek T^T *patahin ATM*

Penasaran gak dengan hasil wawancaraku dengan Aa Bunga? Dan tenang aja, aku gak di bully kok sama Aa Bunga. Aku kan anak baik yang tampangnya tukang bully makanya selamat :D

Oh iya, aku bakalan kasih tanda kurung di bawah jawaban Aa Bunga sebagai komentar pribadi ya ^^

Kan orang-orang sering bilang "Don't judge book by the cover", tapi kover Haru Grup itu keren-keren sampe bikin bingung mau beli yang mana dulu bukunya. Menurut kakak, seberapa penting desain kover dalam menarik calon pembaca untuk membeli buku terbitan Haru?
Cukup penting. Soalnya kover mengilustrasikan isi buku sebelum buku itu dibaca. Dan seperti yang kita tahu, ada banyak judul di toko buku, jadi seorang desainer mengusahakan agar bagaimana buku tersebut bisa dilirik calon pembaca dari kover yang menarik.

Penerbit Haru dan Spring dikenal dengan menerbitkan novel terjemahan dan seringkali mempertahankan desain kover aslinya. Apa ada kesulitan untuk mempertahankan kover asli tetapi juga sekaligus memberikan sentuhan baru pada kover tersebut?
Tidak ada. Karena sudah terbiasa. :P
(Ih Aa Bunga sok misterius deh.)

Apakah kak Desainer tidak berencana membuat kover novel Haru dengan menggunakan teknik water color lagi seperti ‘The Wind Leading to Love’? Karena sekarang kan lagi tren kover buku dengan gambar water color.
Oh ya? Boleh tuh, tetapi biasanya dalam mengonsep cover novel harus sesuai dengan isi buku.
(Iya sih bener cover novel harus sesuai dengan isi buku, tapi aku suka dengan konsep watercolor, huhuhu #yha)

Pastinya sebagai seorang desainer kover novel penerbit Haru Grup, seringkali menghadapi revisi. Apakah kakak pernah art block saat revisi ini dan bagaimana cara mengatasinya?
Sering. Dan seringnya jadi patah hati karena karya kovernya ditolak, hampir mirip dengan mengajukan naskah yang ditolak tim redaksi (kasihan kalau lihat naskah masuk yang ditolak tim redaksi). Untuk mengatasinya biasanya godain Admin Haru yang sedang bekerja. Kemudian setelah puas nge-bully balik ke meja kerja, diam, kerjakan, dan pastikan terus bernafas.
(Saudara-saudara sekalian, terjawab sudah kenapa Admin Haru sering kena bully kak Desainer ahahahaha #heh)

Kak Desainer pernah gak sih dapat pujian dari penulis yang karyanya diterbitkan di penerbit Haru Grup soal desain kovernya yang cantik dan beda dari terbitan aslinya di negaranya? Kalau pernah, perasaan kakak bagaimana?
Pernah dong. Biasa ajah, udah biasa itu mah. *Sambil skrinsut pujian penulis yang ditulis di blog atau fotoin pujian yang ditulis di bagian depan buku, kemudian jadiin DP BBM. :P*
(Entah kenapa, aku merasa Aa Bunga sedang mencoba pamer #heh #becanda)


Jadi itulah hasi wawancaraku dengan Aa Bunga yang menjadi Desainer di grup Haru. Ternyata berat juga ya pekerjaan jadi Desainer, tapi hasilnya sepadan buka dengan cover-cover Haru yang keren-keren.

Kalau mau bertanya atau mau maso di bully atau mau dapat bocoran terbaru soal cover novel apa yang sedang dikerjakan, silahkan mention ke IG @desainerharu.

Jangan lupa juga baca wawancara pak Man di sini dan kak Editor di sini.

Berarti yang terakhir itu kak Admin ya? Gak sabar deh menunggu wawancaranya.

2 komentar:

  1. Aduh, banyak ngakaknya nih. Aa Bunga bener-bener deh. Yang bikin ketawa kata 'Biasa. Udah biasa itu.' Apa-apan coba? Bikin kesel sekaligus gemes. 😁😁😁
    Dan lagi, bagian patah hati trus ngebully mimin itu sesuatu banget. 😁😁😁😁
    Aa Bunga mah gitu.

    Makasih Kak Shen untuk wawancaranya. 😊

    BalasHapus
  2. Beneran deh Aa Bunga ini orangnya agak misterius gitu...
    Tapi bener juga, kover dari Haru itu kece-kece :D

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku