Rabu, 21 September 2016

[Review] Wonder Fall

Judul: Wonder Fall
Penulis: Elektra Queen
No ISBN: 9786027036260
Tahun Terbit: Juli 2016
Jumlah Halaman: 332 halaman
Rating: ☆☆☆ 
Jenis: paperback
Penerbit: Twigora
Sinopsis:
SHE SAID...

Amelie Rashad memilih untuk menggigit lidahnya kuat-kuat ketimbang mengakui kalau debaran hebat jantungnya disebabkan oleh Zach Barata. Dia lebih suka melihat Zach sebagai atasan galak dan perfeksionis ketimbang sosok hangat yang juga begitu mudah akrab dengan putri semata wayangnya.



HE SAID...
Hanya tinggal menunggu waktu saja hingga Amelie menyusup dalam ruang pribadi, menggedor keras-keras pintu hatinya. Alih-alih menyerah, sikap menentang perempuan itu membuat Zach bertambah penasaran. Ketika mengetahui status orangtua tunggal Amelie, ketertarikan itu kemudian menyublim menjadi rasa hormat.




IS IT LOVE?
Percik-percik perasaan di antara mereka kedua nyata adanya dan tak satu pun mampu menyangkalnya. Namun, ketika Zach siap untuk membuka hatinya, dia malah mendapati perhatian perempuan itu terbelah karena rencana perjodohan dengan kembaran mendiang suaminya. Sudikah Zach bersaing dengan laki-laki yang mengingatkan Amelie pada sosok dari masa lalunya? Atau, sebaiknya dia membiarkan saja hubungan mereka kembali seperti semula, selayaknya atasan dengan asistennya?





Review


Terkadang, patah hati adalah prolog sebuah cerita cinta.

Amilie Rashad adalah seorang single mom yang bekerja di bagian Administrasi dan Keuangan. Ia hampir tidak pernah datang terlambat—kecuali hari itu—dan membuatnya bertemu dengan Zach yang menurut rumor yang beredar terkenal galak. Meskipun bos Amilie bilang bahwa Zach tidak seperti yang dibilang oleh orang-orang dan ia pikir tawaran menjadi sekertaris lelaki itu hanyalah main-main belaka.

Zachary Barata, kepala bagian Departemen Personalia dan Umum yang terkenal sebagai orang yang dingin, membuat banyak asisten sementara yang bekerja untuknya meminta kembali ke bagiannya karena tidak tahan dengan sikapnya yang perfeksionis. Jika saja dia tidak sedang banyak hal yang harus diselesaikan, mungkin Zach bisa bertahan mengerjakan semua pekerjaan sendirian.

Namun siapa yang menyangka jika takdir membuat mereka berdua yang tidak saling kenal harus bekerja sama? Jonas, bos Amilie meminta kepada perempuan itu untuk bekerja sebagai asisten sementara Zach sampai dia bisa mendapatkan sekertaris pengganti yang permanen. Awalnya Amilie menolak karena nyaman dengan posisinya sekarang dan tidak mau berpisah dengan sahabatnya, Tara. Tapi pada akhirnya ia menerimanya karena tidak enak dengan bosnya yang selalu baik kepadanya.

Hari pertama saat bekerja, Amilie sudah kena teguran—yang dengan tatapan tajam serta nada ketus yang membuat nyalinya sedikit ciut—karena datang "terlambat". Bagi Amilie jam operasional kantor dimulai saat jam 8.30 pagi sementara Zach menganggap jam bagiannya dimulai saat jam 7 pagi. Hubungan mereka berdua bisa dibilang kaku dan tidak begitu baik, tapi pekerjaan Amilie terselesaikan dengan baik yang bagi Zach itu cukup.

Sampai hari ke 5 Amilie bekerja untuk Zach dan kedatangan seorang perempuan yang mengaku-ngaku sebagai pacar Zach datang ke ruangan. Lelaki itu meninggalkan Amilie bersama perempuan bernama Inge—yang ternyata hanya tetangga rumah Zach—dan melecehkan Amilie karena pekerjaanya sebagai sekertaris Zach serta mengetahui status Amilie sebagai single mom karena ia kelepasan bicara lantaran terbawa emosi.

Amilie melampiaskan kekesalannya karena diperlakukan tidak mengenakkan oleh Inge kepada Zach dan meminta dikembalikan ke bagian Departemen Personalia dan Umum. Juga karena Amilie sudah tidak tahan lagi setiap berbicara dengan Zach selalu mendapatkan tatapan tajam serta nada ketus seolah pekerjaannya tidak ada yang benar. Zach tampak menyesal dan tidak ingin mencari sekertaris baru lagi karena ia sudah merasa cocok dengan ritme kerja Amilie akhirnya berjanji akan mengubah sikapnya.


Suka atau tidak, sebagian masyarakat kita masih menganggap kalau janda itu adalah status nyaris hina yang dianggap sebagai ancaman. Yang orang tahu, janda cenderung suka menganggu lelaki lain, baik yang masih sendiri maupun yang sudah punya pasangan. Kesepian adalah alasan utama yang dipercayai.
(hlm. 107)


Namun kehadiran Inge yang membawa seorang anak balita laki-laki bernama Lionel—yang Amilie kira adalah anak Zach karena bocah itu memanggilnya Papa—ke kantor membuat Zact meradang. Adu mulut antara Inge dan Zach tidak bisa terhindar dan Lio tampak ketakutan. Insting keibuan Amilie tahu bahwa Lio ketakutan dan membawa bocah itu ke ruang bermain sekaligus ruang menyusui anak.

Namun kehadiran Lio ini yang membuat hubungan antara Amilie mencair, apalagi karena nasib Lio hampir mirip dengan anak Amilie, Elsa yang juga sama-sama kehilangan orang tua karena kecelakaan.


"Aku cuma bilang, kadang kita hanya harus tahu cara menghadapi seseorang. Cara yang tepat akan memberikan hasil yang memuaskan."
(hlm. 169)


Hubungan antara Zach dan Amilie yang sudah membaik itu membuatnya bisa melihat sisi lain Zach yang selama ini tidak dilihat oleh orang-orang. Membuatnya mengerti alasan mengapa sekertaris terakhir Zach bertahan cukup lama sebelum pensiun. Bahkan Amilie berinisiatif untuk menjodohkan Zact dengan sahabatnya, Visca.

Tetapi diam-diam Amilie bukan hanya memiliki masalah sebagai single mom, tapi juga berhadapan dengan Ibu Mertua yang selalu mengaturnya dalam banyak hal dan puncaknya ia akan dijodohkan dengan kembaran mendiang suaminya, Otto. Padahal selama ini ia sengaja mengambil jarak dengan mertuanya karena kenangan yang tidak menyenangkan dari mendiang suaminya. Namun keputusannya seakan mengambang karena memikirkan Elsa yang membutuhkan seorang figur Ayah dalam kehidupan putri semata wayangnya itu.

Lalu keputusan apa yang dipilih oleh Amilie? Serta bagaimana dengan Zach yang mulai menyadari jika dia tidak bisa melihat sekertarisnya sebagai "hanya" sekertaris dan mengetahui perjodohan ini?


Menurutmu, apa alasan yang paling masuk akal kenapa seseorang menolak menikah? Tentu saja karena tidak ada chemistry, tidak ada perasaan apapun.”
(hlm. 299)



My Opinion





Dengan keunggulan Wonder Fall adalah pemenang lomba menulis SWEET & SPICY ROMANCE yang diadakan Penerbit Twigora tahun 2015 lalu, mengalahkan ratusan naskah lainnya, aku tentunya penasaran dengan novel ini. Apalagi premisnya yang bikin ingin cepat punya bukunya. Ternyata aku kepilih jadi host blog tour novel debut ini. Jujur saja, sejak awal lihat judul novel ini aku selalu typo membacanya menjadi Wonderwall—yang ternyata memang judul awalnya—dan cover novel ini bikin penasaran.

Penokohan di novel ini aku suka banget karena manusiawi sekali. Zach tidak digambarkan sebagai lelaki sempurna yang digilai oleh perempuan meskipun ganteng tetapi sikapnya yang menyebalkan. Aku juga bisa merasakan struggle Amilie sebagai single mom yang harus menghadapi stigma semua orang. Semua tokoh-tokoh di novel ini mendapatkan porsi yang pas untukku, kecuali satu orang yaitu Elsa. Jujur aku tidak mendapatkan kesan bahwa Elsa itu adalah anak yang ceria dan energik dari sikapnya, hanya deskripsi Amilie saja yang selalu menegaskan putrinya itu ceria dan energik.

Oh iya, aku lihat banyak orang yang kesal dengan sikap Amilie yang terkesan plin-plan dan tidak bisa membuat keputusan sendiri. Tapi aku malah tidak mempermasalahkannya, karena saat setelah menyelesaikan novel ini, aku mengerti apa yang dihadapi oleh Amilie sehingga ia memilih bersikap seperti itu. Untung saat saat yang paling penting akhirnya ia berani mengatakan apa yang ada dipikirannya dan apa yang diinginkannya.

Untuk kisahnya sendiri, aku cukup menikmatinya sampai Zach yang mulai menyadari perasaanya kepada Amilie. Bagiku penyelesaian Zach dan Amilie untuk mencapai akhir itu yang terlalu rush yang membuatku sedikit kecewa. Tetapi secara keseluruhan, aku cukup menikmati membaca buku ini. Setidaknya dalam sekali duduk bisa selesai itu berarti memang bukunya menarik bagiku :))

Direkomendasikan kepada orang-orang yang ingin membaca penulis debut. Novelnya worth it untuk dimiliki dan kisah Amilie yang mendapatkan kesempatan kedua.

By the way, seperti biasa pasti ada challenge kalau menjadi host blog tour Twigora dan kali ini harus meniru pose sampul buku ini. Mohon maafkan hamba mukanya kucel, foto pas baru pulang kuliah sore tadi setelah menghitung simulasi produksi migas, hiks.



Jangan bosan ya mampir di blog ini. 3 jam dari sekarang bakalan posting giveaway novel ini kok :))

17 komentar:

  1. Saya suka cara penggambaran kak Elektra tentang Amelie di cerita ini,sangat mengena. Memang di kita(Indonesia) pandangan terhadap single mom kurang bagus,mereka dihadapkan pada pemikiran kolot kalau janda cuma bisa jadi perusak hubungan rumah tangga orang. Jadi saya mengerti kenapa disini Amelie diceritakan plin plan karena dia pasti dikungkung oleh keadaan yg memaksa dia untuk selalu menjaga sikap,apalagi dia harus jadi ibu sekaligus mengisi posisi ayah buat Elsa. Di satu sisi dia menyukai Zach disisi lain ingin menjaga imagenya agar tidak rusak di mata orang. Apalagi dirongrong oleh mertua yg masih suka mencampuri urusan pribadinya.
    Tapi kalo hati sudah berbicara mudah2an Amelie dan Zach bisa menghadapi semua masalah dan akhirnya bisa bersama.

    BalasHapus
  2. Akhirnya di review ini menemukan banyak nama. Sahabat-sahabat Amelie, Tara dan Visca, membuatku ingin tahu bagaimana peran mereka dalam membantu Amelie menghadapi masalah anggapan miring orang-orang tentangnya, hingga hubungannya dengan Zach dan mertuanya.

    Di sini juga baru tahu kalau awalnya Amelie ingin menjodohkan Zach dengan Visca. Sudah terlaksana belum ya itu? Kalau sudah, bagaimana galaunya dia saat mulai menyadari perasaannya sendiri? Pasti seru :D

    Pengen tahu juga interaksi Elsa dan Lionel jadinya. Mereka ketemu kan ya? Semoga iya ;)

    BalasHapus
  3. bacanya sekali duduk langsung selesai? wah jadi bkin penasaran.

    BalasHapus
  4. bacanya sekali duduk langsung selesai? wah jadi bkin penasaran.

    BalasHapus
  5. Konflik yang terjadi disini sepertinya banyak bagi kehidupan Amelie dan saya selalu suka dengan cerita yang penggambaran tokoh wanita yang kuat dan tahan banting kayak Amelie ini. Semoga saya beruntung dipilih Mba buat milikin buku ini hehehe

    BalasHapus
  6. Ga kebayang ya berada di posisi Amilie. Bagiku kisah-kisah tentang wanita tangguh sepeti ini lah yang membuatku tertarik dan penasaran. Single mom, single fighter.

    Kalo interaksi antara Lio dan Amelie udah ada, kalo antara Zach dan Elsa gimana ya pas pertama kali ketemu. Lalu masa lalu apakah yang dimilika mantan suami Amelie

    Pengen baca bukunyaaa

    BalasHapus
  7. Membaca review ini jadi tahu lebih jauh tentang novel ini, dari para tokoh yg ada, juga jalan cerita. Makin penasaran dengan endingnya.

    BalasHapus
  8. “Suka atau tidak, sebagian masyarakat kita masih menganggap kalau janda itu adalah status nyaris hina yang dianggap sebagai ancaman. Yang orang tahu, janda cenderung suka menganggu lelaki lain, baik yang masih sendiri maupun yang sudah punya pasangan. Kesepian adalah alasan utama yang dipercayai.”

    Membaca ini menunjukkan bahwa masyarakat memang lebih suka berpikir negatif dan hanya menghakimi tanpa tahu apakah dugaan itu sejatinya salah. Bikin miris.

    tema yang diangkat unik, jadi penasaran pengen baca.

    BalasHapus
  9. Sepanjang membaca review novel ini dari banyak host, saya tidak mendapatkan penjelasan kesan atas buku ini yang membuatnya sangat-sangat-sangat menarik. Makanya, pengennya saya membuktikan sendiri jika buku ini bukan melulu bicara soal janda dan konflik sekertaris.. :)

    BalasHapus
  10. Wah, Zach ini tipe-tipe bos kupret nih. Dan yah, saya pun nggak tau kenapa dunia ini kejam banget sama pemilik status macem Amelie gitu. Kesannya itu status kutukan padahal siapa yang mau sih ditinggal pasangan? Bukan cuma beban hati, beban moril sama materilnya juga tinggi. Menurut saya, mereka yah yang disebut makhluk super itu. Menghidupi dan merawat anak sendiri. Tidak mudah tapi, ada banyak di luar sana. Dan mereka jelas nggak perlu apresiasi, nggak diganggu dan dinyinyirin samben waktu aja udah sangat berarti kayaknya.

    BalasHapus
  11. Baca Review Wonder Fall disini semakin Penasaran sama kehidupan Amilie yang single mom, terus apa Amilie bakalan sama Zach akhirnya?

    BalasHapus
  12. Ide ceritanya menarik karena memang single mom atau janda di Indoensia kerap.kali dihubungkan dengan hal2 negatif dab komentar nggak bagus. Aku rasa novel ini nggak cuma akan bercerita tapi juga bisa berperan dalam mengubah cara pandang orang orang tentang status janda

    BalasHapus
  13. Setelah baca quote tentang stigma miring seorang janda, akhirnya aku jadi ingat satu orang yang juga sering dipandang demikian karena statusnya sebagai janda. Banyak teman wanitanya yang merasa harus berhati-hati menjaga suaminya karena bisa-bisa nanti digoda atau direbut oleh si janda ini.

    Tapi kalau menilik karakter Amelie di beberapa review, tentu dia bukan termasuk wanita seperti itu kan? Karena kalau dia beneran suka ganggu suami orang, aku yang nggak rela! #loh :D

    BalasHapus
  14. Sikap Amelie itu AKU BANGET, kadang suka plinplan dan nggak bisa buat keputusan sendiri. Tapi syukurnya, Amelie mendapat keberanian dan memutuskan untuk memilih pilihan yang tepat baginya. Kesempatan kedua memang tidak sebaik kesempatan pertama, tapi bukankah kita harusnya belajar dari pengalaman dan melakukan dengan semaksimal mungkin di kesempatan kedua? Sepertinya Amelie memanfaatkan kesempatan keduanya dengan baik.
    Oya, yang masih menjadi pertanyaan adalah Lionel anaknya siapa? Kenapa manggil Papa ke Zach? Wahwaah.. jangan-jangaaan?? Hehe.. penasaran banget sama sang juara ini!

    BalasHapus
  15. Sepertinya Amelie itu termasuk wanita yang sangat insecure ya? Sampai-sampai dia nggak berani mengambil keputusan sendiri. And I do wonder, is she also a very bad temper woman--cuz she's a single mom right now--and have a certain weakness with a man walau dia sangat tahan banting ngadepin bos galak seperti Zach? I hope I could find them here ;))

    BalasHapus
  16. Banyak nilai-nilai kehidupan yang dapat diambil dari novel ini. Masalah keluarga Alm. suami yang membuat Amelie dilema, dipadupadankan dengan percintaan yang bersemi antara Amelie dan Zach. Aku penasaran bagaimana akhirnya^^

    BalasHapus
  17. Pertama baca reviewnya, aku rada tertarik dgn status yg di sandnag Amelie. Wow, dia wanita keren mnurutku. Dan kuakui, aku semakin tertarik. Dan ketika tahu dia akan menjadi sekertaris, aku mulai bisa menebak jalan ceritanya, yg pasti Amelie dan zach akan saling menyukai. Tp mngingat status dri Amelie yg membuatku penasaran dgn kelanjutannya. Dan Novel ini akan masuk ke list readingku selanjutnya. Thanks kak.

    Btw, kaka pose sampul yg mana😂 soalnya gak mirip, smpe aku liat baik2 sampulnya. Dia kyak berdiri kok kk kyak tiduran yah ? Mngkin aku yg slah liat. Maafkan klo aku coment gini, hehhe✌

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku