Rabu, 12 Oktober 2016

Something You Called Attitude



[Warning: kemungkinan postingan ini berisi keluhan daripada saran]


Jadi sebenernya sudah terganggu dengan hal ini sejak lama, tapi aku benar-benar meledak hari ini. Baik di Twitter, Facebook maupun Instagram aku notifikasinya penuh dengan tag kuis buku.

Awalnya aku seperti "okelah, mereka kan usaha. Siapa tahu memang beneran dapat bukunya."

Tapi lama-lama aku mulai terganggu dan kenapa aku berubah menjadi kesal yang membuatku berakhir meledak hari ini? Sampai bela-belain membuat postingan ini?




Tweet di atas itu yang jadi trigger aku untuk meledak dan membuatku mengerti kenapa seorang teman (Rico) dulu pernah tweet tentang ini. Sumpah ini menganggu banget.

Bukannya aku tidak suka dengan penyelenggara mencoba mempromosikan buku dengan giveaway ini, suka kok. Bukan juga karena aku sensi sama penulisnya, enggak kok. Malahan aku suka bacain karyanya di wattpad.

Tapi etika mention orang itu yang menganggu. Kalau kamu memang kenal baik sama orang yang mention itu mungkin tidak masalah. Masalahnya aku tidak kenal sama yang mention dan jujur ini membuatku kesal. Masalah kedua, sepertinya meskipun kenal baik sama orang yang di mention, tapi kalo dimention berulang-ulang juga sepertinya bakalan bete juga sih.

Jadi ... sepanjang siang tadi aku berpikir, sebenarnya ada etikanya tidak sih di dunia maya ini? Meskipun tidak bertemu langsung dengan orang yang bersangkutan, tapi tetap saja yang pegang akun ini kan manusia yang notabene masih punya perasaan.

Yah kecuali akun yang dimention itu hanya akun boot doang, itu beda kisah.

Jika kebetulan kamu membaca postingan ini dan merasa sebagai bagian 'orang yang suka mention sembarangan', mohon untuk mempertimbangkan di bawah ini:

  1. Pastikan jika kamu mention seseorang, kamu KENAL DEKAT dengan yang kamu mention*sengaja caps, bold dan underline biar kebaca*
  2. Pastikan juga yang kamu mention itu masih hal yang disukai sama orang yang kamu mention. Gak mau kan kamu dianggap menyebalkan karena mention tentang buku tapi temanmu suka kosmetik atau hal lainnya.
  3. Pastikan semua mention kamu itu tidak sampai menganggu hidup yang dimention.
Terus bagaimana jika ketemu tipe manusia seperti ini di lingkungan? Salah satu saran yang mungkin patut di coba:


Cara di atas agak ekstrim sih ya, tapi demi kewarasan diri sih patut dicoba. Daripada makan hati terus stres terus mengancam produktifitas dalam hidup *itu mah kamu kali*

Tapi kalau kamu kenal baik dengan orang-orang yang sering mention kamu untuk kuis, mendingan kasih tahu baik-baik dulu. Kalau kamu terganggu dengan mentionnya dia. Seharusnya kalau dia masih punya perasaan, dia takkan mention kamu lagi. Tapi kalau sudah dibicarakan baik-baik masih tetap dilakukan ... ya mendingan blok aja deh.

Ingat, duniamu tidak bakalan runtuh hanya karena blok 1 orang. Kalaupun dia kesal dan marah karena kamu blok, kamu punya counter attack untuk blok dia dari akun dunia mayamu. Hidup hanya sekali, jadi jangan buat stres dirimu dengan hal yang tidak berguna.

Udah sih itu aja intinya postingan ini. Kapan-kapan nulis hal yang berbobot deh, bukan curhatan seperti ini.


[Bonus: Lagunya bagus ey. Lookbook-nya sebenernya juga keren, tapi aku lebih suka sama lagu yang dipakai, How Deep Is Your Love versi remix daripada aslinya]


7 komentar:

  1. Yang lebih ekstrim lagi, aku pernah lihat salah seorang quizhunter mention akun sosmed penulis, seperti bernard batubara utk kepentingan kuis yg mereka ikuti :D

    BalasHapus
  2. Giveaway dari grobmart itu memang salah satu ladang nyampah untuk para quizhunter. Dia bikin rule yang mengharuskan mention orang. Ngana baru jadi korban di twitter kan? Gue malah sering jadi korban di twitter & instagram. Lucunya ya, para peserta di ig & twt grobmart itu bisa puluhan kali leaving comment dengan me-mention akun2 yg sudah pada ikutan di sebelumnya. Padahal guna share/mention itu untuk apa coba? Untuk memberi tahu atau mengajak orang lain yang tadinya nggak tahu ada kuis ya jadi tahu dan mau ikutan juga. Kalau mention balik ke peserta yang udah ikutan, buat apa? Dan gara-gara gue udah duluan ikutan di sana--leaving comment with mention some friends and hashtags--jadi muncul banyak notif dari orang2 yang tetep mention ke gue. Bukan karena mereka nggak tahu kalau gue udah ikutan, tapi ini emang sengaja mention ke peserta yang sudah ikutan. Mana pada nggak kenal. Gue bisa maklum kalau gue udah ikutan tapi masih kena mention orang yang emang dikenal. Mungkin dia emang nggak nyadar gue udah join.

    Bahkan gue pernah post di komen ig grobmart itu saking geramnya.

    "I don't understand why these people keep mentioning those accounts which already join this giveaway? What's the point? Mention orang yang udah ikutan kan jadinya useless."

    Dan langsung dibalas lho sama adminnya.

    "they are just wanna have fun here, so deal with it :)"

    beuh.... dari situ gue mulai males ikutan kuis di grobmart lagi. Karena sekalinya ikutan, notif bakal banjir mention dari strangers. Bahkan setelah itu masih aja muncul di notif gue dari orang-orang yg mention-in soal giveaway itu. Padahal udah gue sindir lho di komen yang tadi. Masih berani aja mention.

    Hal yang kayak gini juga jadi pertimbangan saat gue ngadain giveaway. Lebih baik bikin rules untuk share doang tanpa harus mention orang. Karena nggak semua peserta punya relasi yang legowo kalau di-mention soal kuis.

    BalasHapus
  3. Mungkin skrg ini aku belom sampai level mau meledak untuk perkara tag ini sih. Tapi, kalau aku lagi ngarep tweet orang terus yg mention justru beginian, baru aku sebel. wkwkwk. Oh ya, aku minta maaf kalo aku pernah melakukan kesalahan itu, Kak. Mungkin aku khilaf. Skrg juga kalo ikut GA milih2, kalo bisa rule-nya nggak maksa hehehe.

    BalasHapus
  4. namaku disebut hahaha. emang beneran kesel sih dimention yang "agak spam" oleh orang tak dikenal. yang dikenal pun kadang juga masih kesel. kalaus saran yang block itu terlalu ekstrim ya. kalau saya palingan nyinyir ke akun yg bersangkutan hahahahaa. dengan begitu sih (seharusnya) dia sadar dan (sepertinya) nggak bakal mention sembarangan lagi.

    BalasHapus
  5. Kalau aku sih memang demen kuis. Dan khusus syarat yang mengharuskan mention orang, aku prefer mention orang yang suka kuis juga. Soalnya kalau mention ke orang yang kenal dekat malah ganggu dianya, soalnya dia belum tentu juga suka banget sama buku. Wkwk, ini kalo aku sih.

    BalasHapus
  6. aku setuju sama komen di atas. kalo diharuskan mention/tag kuis, aku pilih2 dulu orangnya yang sekiranya emang suka ikutan kuis. tapi pernah sih aku kenal seseorang yang emang suka ikut kuis tapi ketika di-tag dia malah gak suka. pas menang dianya koar2 seneng nih menang kuis, hahaha. yah, orang macem2 sih. yang jelas lihat2 orangnya dulu kira2 dia keberatan atau gak.

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku