Selasa, 08 November 2016

[Blogtour] Unpredictable Marriage + Giveaway

Judul: Unpredictable Marriage
Penulis: Aiu Ahra
No ISBN: 9786023756919
Tahun Terbit: Oktober 2016
Jumlah Halaman: 252 halaman
Rating: ☆☆☆ 
Jenis: paperback
Penerbit: Grasindo
Sinopsis:
Apa jadinya kalau ada lelaki yang tak kau kenal tiba-tiba menawarkan pernikahan denganmu?  

 Gilda, pada usianya yang ke-29 tahun dan tuntutan menikah dari ibunya, dihadapkan pada tawaran menikah oleh Darrel. Lelaki yang lebih muda tiga tahun darinya. Lelaki bergaya slengean yang adalah pemain band. Keduanya menikah tanpa cinta. Hanya mengandalkan komitmen untuk membentuk sebuah keluarga.  
 
Darrel bukanlah tipe ideal Gilda. Namun, perlahan ia sadar cinta memang bisa hadir tanpa rencana. Di balik sikap Darrel yang semaunya, lelaki itu selalu punya kejutan.  
 
Namun ketika keduanya mulai sadar dengan perasaan cinta masing-masing, masalah besar justru hadir. Pernikahan mereka terancam! Mampukah Darrel dan Gilda melewatinya? 



Review


Semua orang mungkin berpikiran sama, bahwa betapa menyebalkannya menghadiri resepsi pernikahan mantan tanpa membawa gandengan.
[hlm. 1]

Gilda, perempuan yang dipenghujung usia 20-an dan selalu diteror oleh ibunya untuk segera menikah. Perjodoan demi perjodohan telah dilewatkan tanpa hasil dan sebenarnya ia juga muak harus menghadiri perjodohan ini. Saat menghadiri pernikahan mantannya saat SMA, ia bertemu dengan lelaki yang menurutnnya hanya kebetulan bertemu dan seterusnya tidak akan bertemu lagi. Tetapi siapa yang akan menduga di masa depannya Gilda ada lelaki itu di hidupnya?

Darrel, lelaki yang berusaha mengejar mimpinya menjadi penyanyi dengan bandnya yang seringnya manggung di cafe. Pertemuan dengan Gilda saat di pernikahan dan juga pertemuannya di cafe tampaknya tidak akan mengubah hidup Darrel yang sedang krisis karena mamanya memaksa untuk ikut ke Medan karena merasa putranya tidak mempunyai masa depan. Tetapi saat menemukan catatan Gilda, ia merasa bisa memperjuangkan mimpinya dan tetap bertahan di Jakarta.


"Di ujung usia dua puluhan, apa perempuan masih bisa nentuin pilihan? Sekarang adalah saat di mana laki-laki yang milih dan perempuan itu ... harus nerima."
[Halaman 22]

Darrel mengajak Gilda menikah dan pada akhirnya mereka berdua menikah tanpa dasar cinta. Pernikahan yang awalnya hanya ditujukan untuk melepas tuntutan masing-masing orang tua. Tetapi pernikahan bukanlah permainan, apakah mereka berdua mampu menghadapi badai yang menimpa rumah tangga mereka?



My Opinion


Jadi novel ini adalah novel pertama yang aku baca dari sang penulis dan aku pikir novel ini hanya mengusung cerita yang sudah biasa. Ya tema menikah tanpa cinta itu kan sudah klasik sekali di dunia perbukuan ini, tetapi masalah-masalah yang menjadi latar belakang buku ini yang membuatku tidak bisa berhenti untuk membaca bukunya.

Meskipun begitu, aku jujur saja tidak bisa merasa simpatik dengan Darrel. Mungkin karena sikap awalnya yang terlalu ... er bagaimana ya bilangnya, hanya mengharapkan dunia berjalan seperti keinginannya padahal seharusnya sebagai lelaki dewasa dia belajar bahwa tidak semua di dunia ini seperti yang dipikirkan. Untung saja keputusannya pada saat-saat terakhir menyelamatkanku dari keputusan tokoh utama lelaki di sini tidak akan pernah aku cintai. Pinter gombal sih ... tapi akunya lebih jago gombal jadi gak merasa melting #lah #gananya

Aku suka bagaimana masalah demi masalah yang menguji pernikahan mereka, pernikahan tanpa dasar cinta ini. Boro-boro cinta, baru juga kenal sudah langsung nikah. Bagaimana pada akhirnya Darrel dan Gilda saling membuka diri satu sama lainnya dan bagaimana akhir kisah ini yang membuatku merasa inilah yang terbaik. Dunia ini bukan dongeng dan aku senang akhir kisah ini realistis.




Giveaway!



Aku tahu kalian pasti penasaran dengan kisah Darrel dan Gilda, jadi aku memberikan 1 ekslempar novel Unpredictable Marriage. Cara mendapatkannya gampang kok, disimak yaa.


  1. Memiliki alamat kirim di Indonesia
  2. Follow twitter @OhGirlDay, @aiu_ahra03 dan juga @grasindo_id 
  3. Share giveaway ini dengan mention 3 akun di atas dan sertakan #UnpredictableMarriage
  4. Follow blog ini dengan GFC, Bloglovin ataupun email.
  5. Menjawab pertanyaan di bawah ini dengan menyertakan nama, alamat email, akun twitter, link share dan jawaban dari pertanyaan di bawah ini:
    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?
  6. Giveaway ini berlangsung sampai tanggal 14 November 2016
Semoga beruntung berkenalan dengan Darrel dan Gilda ya. Jika ada yang ingin ditanyakan, silahkan mention ke twitter, aku gak mengigit kok #heh


45 komentar:

  1. Nama: Rohaenah
    Email: rohainalilis@gmail.com
    Twitter: @rohaenah1
    Link share: https://twitter.com/rohaenah1/status/795964998149210112
    Jawaban: Karena diantara dua pilihan itu sama saja,dasarnya tidak dengan orang yg dicintai meskipun disatu pilihan orangnya kita kenal tapi tanpa cinta,maka aku memilih menikah dengan orang yg dijodohkan oleh orang tua. Minimal orang tua pasti udah tau bibit,bebet,bobot orang yg mau dijodohkan denganku itu,tak mungkin kan mereka menjodohkan kita dengan orang yg tidak baik. Mungkin kesannya jadul banget mau dijodohin kaya zaman siti nurbaya aja. Tapi jangan salah,meskipun sekarang zaman sudah era siti nurhaliza perjodohan masih hal yg lumrah kok. Intinya niat kita baik untuk beribadah,menikah untuk membentuk keluarga yg "samawa"*tuh kan omongan aja udah mirip mamah dedeh😊. Mudah2an cinta akan tumbuh seiring kebersamaan kuncinya kita harus mau membuka diri, sehingga cinta bisa disemai dan diberi pupuk agar tumbuh subur. Itu bisa dijadikan pondasi untuk membangun pernikahan yg kita inginkan.

    BalasHapus
  2. Nama: Myke R. Biyanti
    Email: bianti.myke@yahoo.com
    Twitter: @mykebianti
    Link share: https://twitter.com/Mykebianti/status/795993186221039616

    Menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta. Menurutku, kedua pilihan itu, yang manapun kita laksanakan dua-duanya sama-sama menikah tanpa cinta. Jadi, dari sudut pandangku akan lebih nyaman untuk menikahi orang yang sudah kita kenal dan menjalani pernikahan bersama dibandingkan dengan pilihan orang tua.

    BalasHapus
  3. Elsita F. Mokodompit
    elsitafransiska@gmail.com
    @sitasiska95
    https://twitter.com/sitasiska95/status/796021787792314368
    Menikah dengan orang yang dijodohkan orangtua. Alasannya bisa dibilang hal menikah ini adalah permintaan tak terduga, surprise 'kecil' dari orangtua, jadi mereka memang sudah mempertimbangkan masak-masak, mempersiapkannya matang-matang jauh-jauh hari tanpa sepengetahuan saya. Pasti mereka akan kecewa jika saya menolak, tapi bukan hanya itu alasannya. Pernikahan ini bisa dibilang sama aja mau ambil yang mana saja; sama-sama nggak saling cinta. Tapi aku berpikir kalau aku memilih orang yang sudah aku kenal dalam artian teman, bukankah itu egois jika aku mementingkan kehidupan pribadiku (menyelamatkan diri dari menikah dengan orang asing dgn cara memanfaatkan teman?). Yang aku pikirkan juga adalah jalannya pernikahan kami nanti. Karena kami adalah dua orang yang menikah tanpa cita tapi mengikat tali pertemanan, dikhawatirkan kisah rumah tangga nanti juga hanya akan dilingkari kata teman, bukan benar-benar menikah karena niat ikhlas. Dalam berpasangan memang kita membutuhkan sikap pertemanan untuk menjaga hubungan kita nggak berjalan membosankan, tapi kalau untuk kasus ini aku rasa akan lebih baik jika menuruti orangtua. Setidaknya, meski tidak saling mengenal, rasa saling menghormati di antara kami bisa benar-benar terbentuk dari awal. Beda dengan yang sudah berteman, ia menghormati tapi tetap akan dengan cara yang berbeda. Karena kalau itu tanpa cinta maka yang paling dibutuhkan adalah rasa segan, menghormati dan menghargai sebagai tahap awal untuk kemudian mungkin jatuh cinta (bersama-sama) seiring jalannya waktu.

    BalasHapus
  4. Nama : Vadia Rahman Salsabila
    E-mail : vadiaswft89@gmail.com
    Twitter : @vadiamendes98
    Link : https://twitter.com/Vadiamendes98/status/796040082985598976

    Aku lebih memilih menikah dengan orang yang dijodohkan orang tua. Seseorang yang aku kenal tanpa adanya cinta itu artinya kita selalu tidak pernah ingin mengenal lebih jauh satu sama lain sehingga kita benar-benar hanya sebatas mengenal tanpa mengetahui sifat asli masing-masing. Dan seseorang yang dijodohkan apalagi mungkin kita sama sekali tidak mengenal sifat aslinya sendiri. Tapi setidaknya, dia punya jaminan untuk aku nikahi, karena orang tuaku pasti punya pertimbangan terlebih dahulu sebelum menjodohkan kami. Orang tuaku pasti tidak akan sembarangan memilih calon untukku, mereka pasti akan berusaha mengorek-ngorek dirinya sampai dia dirasa cocok untuk jadi pendamping hidupku. Saat aku harus memilih kedua orang yang sama sekali aku tidak tahu baik buruknya untukku, mungkin aku merasa pilihan yang ditawarkan orang tuaku bisa jadi pilihan yang lebih baik, karena orang tua tahu yang terbaik untuk anaknya, sekali pun mereka harus bersikap memaksa.

    BalasHapus
  5. nama: Bety Kusumawardhani
    alamat email: aki.no.melody@gmail.com
    akun twitter: @bety_19930114
    link share: https://mobile.twitter.com/bety_19930114/status/796082362454921216?p=v

    jawaban: Aku lebih memilih menikah dengan pilihan orang tua. Orang tua selalu memilihkan segala hal yang terbaik buat anaknya, termasuk dalam hal jodoh. Sebelum menjodohkan dengan seseorang, orang tua pasti sudah bertanya dan tahu kriteria jodoh yang aku butuhkan. Orang tua akan menjodohkanku dengan orang yg kriteria nya tidak jauh dengan yg aku butuhkan dan kemungkinan besar justru lebih baik. Mereka memilihkan jodoh juga memikirkan faktor pendidikan maupun ekonomi yg menjadi standar agar nantinya kami lebih bisa saling memahami (istilahnya dia nyambung kalau diajak ngobrol) karena mempunyai banyak persamaan di antara perbedaan yg lain.

    BalasHapus
  6. Eni Lestari | shinra2588@yahoo.com | @dust_pain | https://twitter.com/dust_pain/status/796106969283117056

    kalo dilihat secara objektif sih, kedua pilihan itu sama2 gak menjamin masa depan pernikahan kelak bakal bahagia atau gak. mau itu pilihan orang tua atau pilihan sendiri, sama2 beresiko. sekarang sih tergantung pribadi masing2 orang aja gimana menyikapi pernikahan tanpa cinta. tapi kalo harus milih, aku akan milih menikah dengan orang yang kukenal. bukannya gak menghormati orang tua, tapi aku merasa lebih nyaman sama orang yang emang kukenal (meski tak kucintai) daripada sama orang yang gak kuketahui gimana orangnya :)

    BalasHapus
  7. nama: insan gumelar ciptaning gusti
    alamat email: alamadt_saya@yahoo.com akun twitter: @san_fairydevil
    link share: https://twitter.com/san_fairydevil/status/796139640046514176

    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?

    Aku bakal milih sama yang aku kenal. Kenapa? Karena walaupun enggak cinta, setidaknya aku kenal dia. Sedangkan kalo dengan yang dijodohkan, aku sama sekali enggak cinta dan juga enggak kenal. Dan aku harus berusaha 2 kali lenih banyak, mengenal dan mencintainya. Sedangkan jika yang sudah kenal, aku hanya perlu belajar buat suka kemudian cinta sama dia. Ya gitulah. 😃😃

    BalasHapus
  8. nama: Mariyam
    email: mariyam.riya96@gmail.com
    twitter: @mariyam_elf
    link share: https://twitter.com/mariyam_elf/status/796146541673136128

    kedua pilihan yg sangat sulit, sama" harus menikah tanpa cinta. tp dasarnya sebuah cinta akan tumbuh karena terbiasa bersama. jdi walaupun tanpa cinta awalnya, pasti nanti bkalan tumbuh rsa cinta seiring berjalannya waktu. klo aku disuruh memilih, aku memilih menikah dengan orang yg sdah aku kenal, walaupun tanpa cinta. setidaknya aku udh ngerti bagaimna sih org itu, dan akan lebih mudah utk jatuh cinta karena udh sling kenal.

    BalasHapus
  9. nama : Siti Faridah
    alamat email : sitifaridah43@yahoo.co.id
    akun twitter : @sitifaridah96
    link share : https://mobile.twitter.com/sitifaridah96/status/796151710125199360?p=v
    jawaban : saya akan memilih seseorang yang saya kenal meskipun tanpa cinta. Mungkin aneh ya menikah tanpa cinta. Tapi cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu.

    BalasHapus
  10. Nama : Lois Marisa
    Alamat Email : lois09amd@gmail.com
    Akun Twitter : @LoisMarisaSR
    Link Share : https://twitter.com/LoisMarisaSR/status/796259224699301888

    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?

    Persis banget sama apa yang saya hadapi sekarang, padahal 25 aja belum. Bedanya bukan orang tua sih yang ngebet, tapi keluarga lainnya. Dan jawaban saya adalah memilih untuk dijodohkan orang tua. Kenapa? Karena bagi saya pilihan orang tua saya adalah yang terbaik, mereka tidak mungkin menjerumuskan anaknya sendiri. Ditambah lagi restu orang tua sudah pasti di tangan dan orang tua pasti akan memilih jodoh yang sudah lulus sensor alias sudah banyak yang dipertimbangkan karena saya yakin orang tua tidak hanya akan melihat tampang, tapi secara menyeluruh. Soal cinta, saya yakin akan datang karena terbiasa.
    Paling kalau bisa request saya cuma minta ke orang tua supaya dikasi waktu untuk saling mengenal.

    Kenapa tidak memilih teman yang sudah dikenal? Banyak yang bilang lebih gampang adaptasinya. Tapi bagi saya pribadi, teman sampai kapan pun teman. Susah bagi saya untuk merubah pandangan tsb. So, lebih baik bertemu orang baru dengan tujuan untuk menikah dari pada "teman" lalu menikah. But, I have no hurt feeling for those who like that motto.
    Maaf jadi curhat... #miane...

    BalasHapus
  11. Nama : Junanto
    Email : Junantoviseroi@yahoo.com
    Twitter : @Junanto8

    Saya lebih memilih menikah dengan orang yang saya kenal meski tak cinta. Karena dengan orang yang saya kenal, saya tahu kelebihan dan kekurangannya sehingga saya dapat menemukan titik tengah disetiap menjalani permasalahan hidup. Sedangkan cinta, aku yakin dapat tumbuh seiring berjalannya waktu. Seperti pepatah yang mengatakannya. Sedangkan jika kita dijodohkan, kita belum kenal. Bahkan itu akan sangat susah untuk mencintai. Sehingga kita ditengah perjalanan nanti, belum tentu menemukan kecocokan.

    BalasHapus
  12. Nama : jawahirul arifah
    Akun twitter : @jawarifah
    Domisili : Kudus
    Link share : https://twitter.com/jawarifah/status/796177529455276032

    Jawaban : Milih dijodohkan atau nikah sama yg nggak dikenal ?

    Kalo aku jelas milih cowo yg dijodohkan oleh orang tuaku. Why ? Karena orang tua ku dan orang tua dia uda saling mengenal masing-masing, jadi tau hal terbaik apa yang dipilihkan oleh orang tua. Karena sejatinya orang tua pasti memberikan yg terbaik bagi anaknya. Tinggal kita sebagai anak, bagaimana bisa beradaptasi dengan cowo yg dijodohkan. Seenggaknya nikah hasil perjodohan, cowoknya berpotensi berasal dr cowo baik. Karena adanya komunikasi antar orang tua pihak cowo dan cewe.

    Sekian dan terima kasih.

    BalasHapus
  13. Nama: A'imatul Latifah
    Email: Aimatullatifah27@gmail.com
    Akun twitter: @Aim_La27
    Link share: https://mobile.twitter.com/Aim_La27/status/796178222245261312
    Jawaban:
    Duuh, simalakama ya? Tapi didalam hidup kita harus tetap memilih di antara dua pilihan yang nantinya akan jadi keputusan terbaik kita untuk melanjutkan cerita didalam hidup kita ya. Entah keputusan itu benar atau salah. Dan seandainya aku ada di posisi itu. Aku akan memilih menikah dengan orang pilihan orang tua atau dijodohkan. Kenapa? Simpel saja, karena pada dasarnya tidak ada orang tua yang akan menjerumuskan anaknya. Dan mereka akan menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Pun dengan jodoh, ketika orang tua sudah memilihkan untuk anaknya. Yakin!! Sebelum keputusan itu disampaikan, orang tua telah menimbang-nimbang dan mencari seluk beluk dari lelaki tersebut. Jadi, meskipun tanpa cinta. Kita akan lebih mudah menumbuhkannya karena yakin dia orang yang terbaik walaupun awalnya itu baik versi orang tua. Berbeda dengan orang yang kita kenal. Memang kita mengenalnya. Tetapi, siapa yang tau kalau sifat baik orang yang kita kenal akan berubah. Toh, biasanya orang yang kenal sebelumnya tidak akan menunjukkan semua sifat aslinya tetapi malah cenderung menunjukkan sifat yang baik saja walaupun teman yang kita kenal itu sahabat kita.

    Terimakasih :)

    BalasHapus
  14. Nama : Abe
    Email : imabeee83@gmail.com
    Twitter : @abe125_
    Link share : https://twitter.com/abe125_/status/796312262000525312

    Q : Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?

    A : Saya memilih menikah dengan orang yang saya kenal meski tanpa cinta. Kalo sama stranger tuh kaya waste time banget gitu ya. Sama yang dikenal aja belom cinta udh nambah masalah. Apalagi sm stranger gak tau siapa yg dipilihkan orang tua. Masalahnya dobel. Belum kenal, belum cinta pula. Wkakaka. Pilihan orang tua mayoritas nggak salah sih. Tapi, nggak menutup kemungkinan sama hal-hal mengejutkan kedepannya.

    BalasHapus
  15. Nama: Ana Bahtera
    Email: anabahtera@yahoo.co.id
    Twitter: @anabahtera
    Link share: https://twitter.com/anabahtera/status/796358769508659201
    Jawaban:
    Gak ada pilihan ketiga ya? Hiks
    Bigung pastinya memilih karena dua-duanya benar-benar tak menyenangkan dan agak memaksakan. Tapi aku akan memilih seseorang yang dijodohkan orang tua. Alasannya simple: jika orangtua yang memilih maka InsyaAllah mereka memang sudah mendapatkan yang terbaik bagi anaknya dan mereka sudah kenal keluarganya, tidak ada orang tua yang mau menjerumuskan anaknya agar tak bahagia.

    BalasHapus
  16. Nama: Dwita Andhara
    Email: dhitaandhara@gmail.com
    Twitter: @dwitaandhara
    Linkshare: https://twitter.com/dwitaandhara/status/796500695369158656
    Jawaban:

    Pilih menikah karena dijodohkan orang tua saja. Anggap sekalian bisa berbakti pada orang tua. Lagipula orang tua pasti sudah mempertimbangkan dengan matang apapun mengenai pasangan kita kelak, gimana orangnya, keluarganya, lingkungannya, gak asal pilih gitu aja. Berbeda dengan pilihan menikah dengan orang yang kita kenal tapi gak cinta. Walaupun kenal tapi gak cinta juga itu gimana yah.. Belum orang tua kita suka atau tidak, kita juga harus berpikir lagi gimana cara melakukan pendekatan dengan orang tua atau keluarganya. Pikiranku sesimple itu sih, gak mau ribet apalagi masalah kebanyakan wanita sering gak cocok dengan calon mertua. Setidaknya kalau di jodohin kita udah kantongin restu dari dua pihak, orang tuaku dan orang tuanya. Masalah cinta masih bisa tumbuh seiring berjalannya waktu jika asal di jalani dengan lapang dada. Jangan jadikan beban, karena hati yang terpaksa justru mempersempit pemikiran. Cukup lihat sisi positifnya, yakin orang tua hanya ingin terbaik untuk anaknya.

    BalasHapus
  17. Bintang Maharani
    @btgmr
    btgmhrn@gmail.com
    https://twitter.com/btgmr/status/796523351787311104

    Saya pilih menikah dengan pilihan orangtua. Karena dia (si calon) artinya sudah direstui oleh orangtua saya. Si calon itu juga tentu sudah bersedia mau dijodohkan dengan saya. Kedua keluarga juga pastinya sudah saling setuju dan tinggal menjalankan acara saja kalau kedua calon pengantin sama-sama setuju.
    Istilahnya tinggal click "OK", maka transaksi selesai hehe.

    Kalau saya pilih nikah sama teman sendiri yang nggak dicintai, hemmm.. udah nggak ada rasa cinta, belum tentu pula orangtua kedua pihak sama-sama restu. Belum tentu pula si teman itu mau nikah sama saya. Masih banyak ketidakpastian yang harus diyakinkan jika saya memilih menikah dengan teman yang tidak dicintai itu.

    BalasHapus
  18. Nama: Ayu Widyastuti
    Twitter: @widyayu15
    Email: widyayu15@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/widyayu15/status/796402296980525056

    Jawaban:
    Menikah dgn seseorang yg kita kenal. alasannya klo dgn seseorang yg kita kenal ya stidaknya kita sdh tau sifat" dia trlebih positif dan negatifnya. masalah cinta bsa dtg krna seringnya kebersamaan^^

    BalasHapus
  19. nama: Aulia
    email: auliyati.online@gmail.com
    twitter: @nunaalia
    link share: https://twitter.com/nunaalia/status/796557832481099776

    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?

    Aku pilih menikah dengan orang yg dijodohkan orantua, karena aku yakin orangtua pasti akan memilihkan yg terbaik untuk anaknya, apalagi dalam urusan pendamping hidup. Disamping itu ridho Allah SWT itu kan ridho orangtua, jadi kalau kita membahagiakan orangtua, insyaallah Allah pun akan memberikan kebahagiaan pada kita dari pernikahan itu. :)

    BalasHapus
  20. Nama: Ulva Novitasari
    Alamat email: novitasariu@gmail.com
    Akun twitter: @ulvanov
    Link share: https://twitter.com/ulvanov/status/796655386388402176

    Aku milih menikah dengan orang yang dijodohkan. Kalo ditanya alasannya, sederhana saja. Orangtuaku gak akan sembarangan memilih seseorang yg akan dijodohkan sama aku. Pasti udah dipilih baik bibit, bebet dan bobotnya kan. Kalo ngomongin cinta, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu kan.

    Sejujurnya sama aja mau nikah sama orang yg dijohkan atau sama orang yg dikenal tapi gak cinta. Yg paling penting mah restu sama ridho orang tua 😄

    BalasHapus
  21. Nama: Ulva Novitasari
    Alamat email: novitasariu@gmail.com
    Akun twitter: @ulvanov
    Link share: https://twitter.com/ulvanov/status/796655386388402176

    Aku milih menikah dengan orang yang dijodohkan. Kalo ditanya alasannya, sederhana saja. Orangtuaku gak akan sembarangan memilih seseorang yg akan dijodohkan sama aku. Pasti udah dipilih baik bibit, bebet dan bobotnya kan. Kalo ngomongin cinta, cinta bisa tumbuh seiring berjalannya waktu kan.

    Sejujurnya sama aja mau nikah sama orang yg dijohkan atau sama orang yg dikenal tapi gak cinta. Yg paling penting mah restu sama ridho orang tua 😄

    BalasHapus
  22. Nama : Fatma
    Alamat email: assalamualaikumfatma@gmail.com
    Akun twitter: @fatma9526
    Link share : https://twitter.com/Fatma_9526/status/796669360282669056


    kalau saya lebih memilih menikah dengan orang yang dijodohkan. ALasannya karena setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Nah begitu juga dengan jodoh, mereka akan memilih orang yang sudah dipertimbangkan secara matang baik dari semua sisinya. Orangtua adalah sebaik-baik penyeleksi untuk calon pendamping kita. Mereka sangat tau bagaimana mlangkah yang tepat untuk masa depan anaknya. Lagi pula mengabulkan perjodohan dari orangtua adalah salah satu langkah membahagiakan mereka. Ridhollahi fi ridhol walidain artinya ridho Allah tergantung ridho orang tua.

    BalasHapus
  23. Nama: Haula Taqya
    Email: haula_snc@ymail.com
    Twitter: @Taqya1999
    Link share: https://twitter.com/Taqya1999/status/796687557580836864

    Jawaban:
    Menikah dengan orang yang dijodohkan. Karena aku yakin orangtua pasti sudah memikirkannya dengan matang. Selain itu, orangtua sudah 100% merestui hubungan kita. Sedangkan kalau dengan teman, orangtua belum tentu merestuinya. Saya rasa orangtua tahu yg terbaik untuk kita. Mungkin awalnya susah, asal kita selalu saling terbuka dan percaya semuanya akan menjadi lebih mudah.

    BalasHapus
  24. nama : afifah khoiriyah
    alamat email: afifah.kh789a@gmail.com
    akun twitter: @Afifah_1412
    link share :
    https://twitter.com/Afifah_1412/status/796737821197205504

    Benar2 bikin galau?. Aku berharapnya sih dngn orang yang ku suka. Namun, jika memilih maunya sama orang yg kita kenal walau tanpa cinta. Contoh sahbt, kenal satu kelas, teman chat, atau tmn satu grup... Ya kita setidaknya tau sedikit tentangnya. Kita hanya perlu mendalami perkenalan itu. Jika kita tahu dia, kita dah tahu sedikt sifatnya. Kita hanya perlu menyesuaikan dan adaptasi.
    Kalo sri perjdohan jg bagus pilihan ortu, Apa itu benar2 terbaik jg bagi kita? Atau itu hanya terbaik bagi ortu?
    Ada kala dimana itu baik bagi kita, tapi tak baik utk ortu ada jg yg baik itu ortu, tp tak baik bgi kita. Kita jg harus cari ltr blkngnya bukan berarti kita tak percay sama ortu tapi acara pribadi kita harus tau kan? Kita harus tau lingkungannya,,.tau pribadinya, sedangkan kalo orangnya kita kenal... Kita dah tahu dia itu siapa, lingkungannya mana...tinggal penyesuaian dan menumbuhkan rasa aja itu...
    Mau pake ala2 cinta pandang pertama tpi pasti butuh usaha buat perjodohan agar rasa cinta itu tumbuh dibanding dia ya sudah kenal...
    Beda lagi kasusnya kalo yg dijodohkan adlah orang ya udah kita kenal lhoo

    BalasHapus
  25. Nama: Afiyatul Futhona
    Email: afiput@gmail.com
    Twitter: @afi_iput
    Link share:
    https://twitter.com/afi_iput/status/796851900201115649

    Meski orang tuaku bukan tipe orang tua yang suka menjodohkan anaknya, namun jika di usia tertentu orang tuaku memintaku untuk segera menikah sekaligus menyarankan agar aku menikah dengan seseorang yang mereka tentukan, aku akan menerimanya.
    Sudah menjadi prinsipku untuk selalu minta pendapat orang tua dan menerima sarannya. Jangankan hanya teman, pacar pun siap kulepaskan kalau memang menurut orang tuaku kurang sesuai.
    Aku tau orang tuaku seperti apa, dan aku yakin orang yang mereka pilih adalah pilihan terbaik untukku.
    Restu orang tuaku adalah yang terpenting. Selama aku mendapatkan itu, aku yakin bisa melewati segala rintangan yang ada.

    BalasHapus
  26. Nama : Heni Susanti
    Email : henis_minozz@yahoo.com / 19hensus91@gmail.com
    Twitter : @hensus91
    Link share : https://twitter.com/hensus91/status/796884962725097473

    Jika menemukan situasi seperti itu aku memilih untuk menerima perjodohan dari orang tuaku. Bagaimana pun juga dua orang yang jadi kandidat sama-sama belum kucintai dan sama-sama membuatku harus berjuang menumbuhkan rasa cinta itu nanti dalam pernikahan. Walaupun aku sudah lebih mengenal si teman, tapi kan belum tentu orangtuaku merestui jika aku memilih dia. Karena itu aku akan memilih si 'jodoh' yang sudah tentu menggenggam restu orangtuaku dan sudah dipilihkan yang terbaik menurut mereka. Ingat saja pada istilah, Ridho Allah tergantung pada ridho orangtua.' yang tentunya keberkahan pernikahanku juga bergantung pada restu dan keikhlasan orangtuaku.

    Demikian dan terima kasih :)

    BalasHapus
  27. nama : ifah
    email : zhiigo90@gmail.com
    twitter : @zhiigo
    link share : https://twitter.com/zhiigo/status/796921939516215296

    kalau aku harus memilih, antara menikah dengan pilihan orang tua, atau dengan seseorang yang kita kenal tetapi sama2 tanpa cinta, aku memilih menikah dengan pilihan orang tua.

    cinta menurutku ada karena terbiasa. Jadi, meski awalnya tanpa cinta, tapi aku yakin, pilihan orang tua pasti lebih baik. Setidaknya orang tua pasti lebih punya pengalaman dan pemikiran yang lebih mendalam.

    Ketika rumah tangga kita diterpa masalah pun, pasti kita tetap memikirkan pendapat orang tua kita.

    BalasHapus
  28. Nama: Nurillaiyah
    Email: xiodeo@gmail.com
    Twitter: @magnolia2498
    Link share: https://mobile.twitter.com/magnolia2498/status/796934454430363648?p=v


    "Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?"

    Aku akan memilih menikah dengan orang yg dijodohkan denganku. Meskipun perjodohan itu terkesan dipaksakan tapi itu lebih baik daripada menikah dengan orang yg kita kenal dan tetap ada di zona aman. Soal cinta bisa saja hadir karena biasa. Dan juga cinta bisa dipelajari. Aku tipe penyuka hal yg baru dan tantangan. Lagipula lebih baik mengikuti anjuran orang tua juga kan? Pastilah mereka memilihkan jodoh yg paling baik bagiku dan akan bisa membimbing.
    Dari awal pasti orang tua sudah mengetahui apapun tentang si calon dan tidak akan menjerumuskan kita, dan juga mereka menginginkan yang terbaik untuk kita.
    Jadi pilihanku menikah dengan orang yg dijodohkan orang tua.

    BalasHapus
  29. Nama: Asep Nanang
    Email: asepnanang59@gmail.com
    Twitter: @asepnanang59
    Link share: https://twitter.com/asepnanang59/status/796937420910362624

    Saya lebih memilih dijodohkan. Dilihat dari pilihannya, dijodohkan memiliki banyak keuntungan dibanding menikah dengan orang yang dikenal. Pertama, dengan menerima perjodohan berarti saya menuruti kata orang tua dan patuh pada orang tua adalah salahsatu bentuk ibadah. Kedua, belum tentu saya tidak suka dengan orang yang akan dijodohkan dengan saya, bisa jadi dia termasuk tipe saya, kalau yang saya kenal tadi jelas-jelas tidak saya sukai. Ketiga, Perjodohan biasanya memiliki tujuan mulia yakni mempererat hubungan dua keluarga.

    BalasHapus
  30. Nama: Rizky Tria Octasiana
    Alamat email: rizkytria98@gmail.com
    Akun twitter: @Octannow_
    Link share: https://mobile.twitter.com/Octannow_/status/797013588498087936?p=v
    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?

    Aku memilih 'atau' :v eh ngga deeng. Kalo diliat dari sudut pandang aku sih, intinya sama saja=menikah tanpa didasari cinta. Berat ya?
    Baik, aku akan pilih menikah dengan orang yang telah dijodohkan oleh orang tua. Karna apa? Ya, meskipun sekarang kita hidup di abad yang serba "modern" dimana nilai-nilai agama dan budaya banyak terjadi pergeseran dan perubahan, bahkan tentang masalah perjodohan, namun peranan orangtua amat vital loh dalam memilih calon pasangan. Mereka berfungsi semacam penyaring untuk menentukan mana yang cocok dan mana yang engga serta bisa menilai pribadi orang lain jauh lebih baik dan bijaksana. Lagipula orangtua punya pengalaman hidup lebih matang. Mereka telah mengenyam pengalaman dalam urusan menikah dan pilihan pasangan.
    Menikah dengan pasangan atas pilihan orangtua secara logika memang sulit diterima. Bagaimana mungkin bisa hidup bersama dengan orang lain yang tidak dikenalnya? Awalnya pasti berat. Perasaan pun bakal campur aduk gakaruan.
    Jadi bisa disimpulkan, menikah dengan seseorang atas pilihan orangtua adalah pilihan alternatif lain yang cukup 'aman'.
    Masalah cinta??
    Cinta itu datang karna telah terbiasa kan? cinta juga bisa hadir tanpa rencana kan? Ya itu, disini konsep 'jalani aja dulu' berlaku. Selama sepasang manusia mau saling berusaha, saling mencoba, dan saling menerima satu sama lain, pernikahan tanpa cinta nggak seterusnya tanpa cinta kok. Oia, tiadanya rasa cinta di awal pernikahan bisa saja makin tumbuh subur setelah pernikahan.
    Insya Allah, berkat ridho orangtua & ridho Allah pasti dipermudah. ☺

    BalasHapus
  31. Nama: Nurwahidah

    Alamat email: wawcuz@gmail.com

    Twitter: @wawha_cuza

    Link share: https://twitter.com/wawha_Cuza/status/797073027154354176

    Jawaban: Jika keadaannya seperti itu aku lebih memilih orang yang dipilihkan oleh orang tuaku. Aku percaya mereka nggak akan memilih yang salah untukku. Aku memang sangat dekat dengan orang tuaku, jadi aku percaya mereka seutuhnya. Mengenai cinta, cinta bisa hadir karena terbiasa.

    BalasHapus
  32. nama : Dewi marini
    alamat email : dewi.marini@yahoo.co.id
    twitter : deverzstyle
    link shre : https://mobile.twitter.com/deverzstyle/status/797251301478428673?p=v

    aku plih temen sendiri kan udaah tau sifat masing2 jd gampang buat nyesuaiin diri. emang sih pilihan orangtua ada baiknya tp dari pengalaman aku kemarin pas dikenalin ke cow sma ortuku itu rasanya gak nyaman bgt gak srek gitu, padahal kl aku baca dinovel/drama keknya nyenengin gitu tp ternyata bda sma realita kehidupanku 😂

    BalasHapus
  33. Nama : Agina Puspa
    Email: aginapuspa@gmail.com
    Twitter : @aginpoespa
    Link share : https://twitter.com/aginpoespa/status/797253165888352256

    Uhm, pilihan yang sulit ya... Tapi saya lebih milih menikah sama orang yang saya kenal walaupun tanpa cinta. Ya, bukan berarti pilihan orang tua buruk sih... Tapi resikonya saya sama sekali belum pernah kenal sama pilihan ortu ini. Sementara pernikahan dengan orang yang sudah kita kenal dan kita cinta aja seringkali diliputi berbagai konflik.

    So, saya sih lebih memilih menikah dgn orang yang saya kenal walaupun nggak cinta. Seenggaknya saya dan org tersebut sudah saling tahu tentang kebiasaan masing-masing, dan sudah tahu bagaimana harus bersikap walaupun masih dalam tahap tahu aja belum paham/mengerti.

    Well, tentang cinta? Rasanya cinta akan lebih mudah datang dengan keadaan seperti ini... meskipun belum tentu juga sih yaa.. Hahaha. Ya, begitulah pilihan saya. :)

    BalasHapus
  34. Nama: Febie Melly
    Email: febie2708412@gmail.com
    Twitter: @febiemel
    Link Share: https://mobile.twitter.com/febiemel/status/797297992529084418

    Kalo disuruh pilih, aku bakal pilih orang yg dijodohkan sm orangtuaku. Kenapa? Jawabannya gak muluk2, meskipun aku gak kenal sm sekali sm orang itu tapi aku yakin kalo orang itu pasti baik buat aku maka dari itu orangtuaku menjodohkan aku dgn dia dan yg pastinya aku gak mau buat orangtuaku kecewa. Masalah cinta gaknya, aku yakin cinta bakalan tumbuh dengan sendirinya karena telah terbiasa bersama nantinya.

    BalasHapus
  35. Nama: Dian Haerani
    Email: dhaerani781@gmail.com
    Twitter: @saimamzahra
    Link Share: https://twitter.com/dhaerani781/status/797303266732376064

    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?
    jawab: Pilih nurut apa kata ortu. soalnya ortu kan nggak mungkin ngejodohin anaknya sama sembarang orang, pastinya orang yang akan dijodohin itu udah dicari bebet bobot bibitnya terlebih dahulu sama ortu kita. Jadi dari pada pilih orang yang meskipun kita kenal dan nikah tanpa cinta, menurutku bukan pilihan yang baik. Iya sih cinta emang bisa datang seiring berjalannya waktu. Tapi menurutku nikah itu bukan lelucon, nikah itu sesuatu yang serius alias nggak main-main. Gimana coba kalau nggak cocok?Jadi dari pada nyesel dikemudian hari dengan pilihan sendiri? Percaya deh, nyesel karena salah pilih itu nyesek bangeet.

    BalasHapus
  36. Nama: Desi Tri Rahmawati
    Email: zahradessy@gmail.com
    Twitter: @zahradessy
    Link Share: https://twitter.com/zahradessy/status/797325490839289856

    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?
    Jawab: Aku akan memilih menikah dengan orang yang kita kenal meskipun tanpa cinta. Karena kenal pasti kita ngerasa nyaman banget dengan dia. Cinta bisa tumbuh secara bertahap. Aku dan dia juga sama-sama tau pribadi masing-masing, jadi nggak akan susah untuk menyesuaikan diri. Bayangkan saja kalau aku nikah dengan orang pilihan orang tua, udah nggak kenal sama orang itu, gimana aku bisa menjalani rumah tangga dengan orang yang nggak aku kenal. Bahkan aku akan merasa asing, nggak ada rasa nyaman dan tentunya bingung menyesuaikan diri dengannya. Aku paling nggak suka dijodohkan kayak gitu, apalagi dengan seseorang yang nggak kukenal. Karena itu aku lebih memilih dengan orang yang kukenal meskipun tanpa cinta.

    BalasHapus
  37. Nama : Humaira
    Alamat Email : humairabalfas5@gmail.com
    Akun Twitter : @RaaChoco
    Link Share : https://mobile.twitter.com/RaaChoco/status/796269992056496128?p=v


    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?


    Rasanya aku akan lebih memilih orang yang dijodohkan oleh kedua orangtuaku saja. Setidaknya aku tau orangtuaku tidak akan menjodohkan anaknya dengan orang yang "tidak baik", mereka sudah memikirkannya matang-matang dan mencari tahu sebelumnya. Secara tidak langsung aku juga dapat menyimpulkan ketika orang yang dijodohkan denganku itu pun menerima perjodohan ini berarti ia mau memulainya denganku dan ingin serius. Aku selalu berprinsip cinta itu bisa hadir karena terbiasa, dan untuk memulai itu semua kami harus mau mencobanya (meski pernikahan bukan ajang coba-coba) agar hadirnya cinta itu dapat terwujud. Dipupuk dan disiram setiap hari, aku yakin kebersamaan kami nantinya akan menumbuhkan cinta. Tak usah jauh-jauh, aku bisa melihat dari kedua orangtuaku sendiri dan cinta mereka sekarang, karena mereka juga dahulu dijodohkan oleh kakek dan nenekku saat belum ada cinta diantara mereka.

    BalasHapus
  38. Nama: Cahya
    Twitter: @ccchhy
    Email: cahyasptm@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/ccchhy/status/797476352303702020

    Akan aku pilih lelaki yang sudah dijodohkan. Alasannya karena:
    1. Aku tak mau membuat malu keluargaku terutama orangtuaku untuk menolak perjodohan itu. Keluarga si calon lelaki pun pastinya akan kecewa jika perjodohannya ditolak.
    2. Aku percaya pilihan orangtuaku adalah yang terbaik untukku, terutama dari bibit bebet bobotnya.
    3. Sudah mendapat restu dari seluruh pihak.
    4. Kayaknya di rumah tangga kami nanti nggak akan banyak 'drama' kayak sama temen sendiri. Justru kalau sama temen sendiri, apalagi yang nggak dicintai, bakal berasa lebih awkward. Ya nggak sih?
    5. Kalau misalnya nanti ada suatu hal terjadi dalam rumah tangga kami, aku bisa mengadu pada orangtuaku. Jadi mereka nggakk bisa menyalahkanku sepenuhnya atas kegaduhan rumah tangga kami karena lelaki ini adalah pilihan mereka, bukan pilihanku sendiri. :p

    BalasHapus
  39. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  40. Nama: Sofhy Haisyah
    Twitter: @Sofhy_Haisyah
    Email: sofhyhaisyah28@gmail.com
    Link share: https://twitter.com/Sofhy_Haisyah/status/797612265293783040

    Saya akan lebih memilih menikah dengan orang yang saya kenal, meskipun tanpa cinta. Dibandingkan dengan orang yang dijodohkan padahal saya sendiri tidak tahu dia siapa. Alasannya sederhana, bagi saya yang namanya cinta itu soal kebiasaan dan membiasakan, tentu nilai plus dong jika menikah dengan si dia yang sudah kita kenal. Kita sudah sama-sama tahu baik buruk masing-masing, tinggal belajar hidup bersama dan semoga cinta akan tumbuh dengan seiring waktu tersebut. Yaa, walaupun ada kemungkinan risiko perpisahan terjadi, saya tetap tidak akan merasakan adanya penyesalan, karena aku memilih menikah dengan siapa adalah hak-ku.. ^^

    BalasHapus
  41. Nama: Ainun Marhamah
    Email: ainun_marhamah@yahoo.com
    Twitter: @ainunmarhamah
    Link share: https://twitter.com/ainunmarhamah/status/797800672062152704


    Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?

    Aku bakal pilih menikah dengan orang yang dijodohkan. Meskipun aku belum pernah ketemu sama dia, tapi insyaallah aku yakin, dia yang dipilih oleh orang tuaku itu adalah pilihan yang terbaik. Meskipun pasti nanti ada banyak spekulasi seperti "apa dia suka sama aku?" "Apa menurutnya aku cantik?" "Apa dia terpaksa menikah denganku?" Dan lain-lain. Tapi ya... daripada menikah dengan seseorang yang aku kenal tapi ngga cinta rasanya jauh lebih aneh dan canggung. Lebih baik menikah dengan orang yang dipilihkan orang tua, lalu mengenal satu sama lain, lalu belajar saling mencintai, baru menyusun rumah tangga yang samawa *tsadessssttttt 😂😂😂

    BalasHapus
  42. Nama : Syafira Rofita Riski
    Twitter : @rofita_syafira
    LinkShare : https://twitter.com/rofita_syafira/status/797994342069587968
    Domisili : Kediri, Jawa Timur

    Pertanyaan : Jika orang tuamu memintamu untuk segera menikah dan hanya memiliki 2 pilihan, menikah dengan orang yang dijodohkan atau menikah dengan seseorang yang kita kenal meskipun tanpa cinta, apa yang akan kamu pilih?

    Jawaban :

    Bismillah,
    Kalo aku lebih pilih menikah dengan orang yang dijodohkan sama orang tuaku. Karena disini sama-sama ngak ada yang aku cinta, meskipun salah satunya orang yang aku kenal. Aku juga yakin, orang tua pasti milih yang terbaik untuk anaknya, dan orang tua ngak mungkin jodohin anaknya tanpa alasan yang ngak jelas. Apalagi orang tua kita sudah menjodohkan dan kalau sudah diiyakan oleh keluarga calon pasangan, pasti orang tua pasti malu, dan aku ngak mau bikin orang tuaku malu gara-gara aku. Sebagai anak, kita juga berkewajiban menuruti keinginan orang tua kita.

    Meskipun sebagian orang menganggap bahwa menikah adalah hak pribadi dan memilih pasangan untuk menikah sesuai dengan apa yang diinginkannya (memilih orang sendiri), menurutku orang tua sangat berperan penting dalam pemilihan pasangan bagi kita. Orang tua tidak akan memilih orang sembarangan untuk anaknya, pasti akan menilai orang yang kita pilih, kalaupun yang memilih pasangan orang tua kita meskipun kita tidak kenal orang itu, pasti sudah lolos dari penilaian orang tua kita.

    Jadi, aku bakalan pilih menikah dengan orang yang dijodohkan oleh orang tuaku.

    Sekian.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Email : firafita76@gmail.com

      Itu Emailku kak, maaf belum ketulis :)

      Hapus
  43. Nama: Rizki Fitriani
    email: kikiryeo(at)gmail(dot)com
    twitter: @Kikii_Rye
    link share: https://twitter.com/Kikii_Rye/status/797998329116299264
    jawaban:
    Pilihan diatas memiliki tujuan dan akhir yg sama yaitu menikah. jika pilihan yg ada hanya itu, maka aku lebih memilih dijodohkan orangtua. pernikahan bukan hal yg sepele. bagaimanapun semua ingin pernikahan yg sempurna, menikah dg org yg kita kenal sbg teman tanpa adanya cinta itu hal yg cukup riskan. walaupun kita sudah mengenal seluk beluk teman kita tsb, belum tentu juga kita bakalan cocok, aplg orangtua ikut andil dlm menyeleksi menantu. mending nikah sama stranger yg dipilihkan orang tua. karena orangtua lebih tau dan lebih mengerti hal apa yg baik untuk masa depan anaknya. pastinya pilihan orang tua itulah yg terbaik. semua orang tua menginginkan yg terbaik untuk anaknya, nikah dg perjodohan dan tanpa cinta bukan hal yg tabu. banyak yg bilang cinta datang krn terbiasa bukan? jika kita menikah dg teman -yg sama2 tanpa cinta seperti halnya stranger-, belum tentu itu sesuai dan baik untuk kita. pilihan terakhir dan paling tepat adalah orang tua.

    kita bisa mengenal calon kita yg dijodohkan setelah menikah. sperti dalam islam ada yg namanya taaruf.
    semua pilihan memiliki sisi negatif dan positif masing2. dan semua tergantung dg sikap dan langkah kita dalam mengambil keputusan untuk menentukan masa depan.

    BalasHapus

Komentar kalian sangatlah berharga bagiku